Arab Saudi Batasi Kuota Haji, Umat Islam Kecewa tapi Berlapang Dada

Kompas.com - 23/06/2020, 20:08 WIB
Jemaah haji di Arafat sebelum terjadi pandemi virus corona. VIA GETTY IMAGES/ANADOLU AGENCYJemaah haji di Arafat sebelum terjadi pandemi virus corona.

"Tidak seperti negara lain, mayoritas calon jemaah haji Bangladesh adalah orang tua, dan mereka rentan tertular Covid-19," terangnya.

Banyaknya jemaah haji yang mencapai jutaan apabila tidak dibatasi, memang sangat berisiko menjadi sumber penularan virus corona.

Menteri Urusan Minoritas India mengatakan, lebih dari 200.000 orang di Negeri "Bollywood" telah mengajukan diri untuk berangkat ke Mekah.

Baca juga: Arab Saudi Umumkan Hanya Izinkan 1.000 Jemaah Ikut Ibadah Haji

Namun dikarenakan pembatasan kuota, keberangkatan mereka dibatalkan dan dana pembayaran akan dikembalikan sepenuhnya.

Pihak berwenang Arab Saudi mengatakan, ibadah haji tahun ini hanya terbatas pada jemaah berusia di bawah 65 tahun dan tanpa penyakit kronis.

Jemaah akan menjalani tes virus corona sebelum tiba di Mekah dan akan dikarantina setelah menunaikan ibadah haji.

Keputusan itu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara Arab Saudi menjaga situs-situs suci Islam.

Serangkaian bencana sempat menimpa kegiatan haji, termasuk pada 2015 yang menewaskan 2.300 jemaah. Akibatnya kritik membanjiri penyelenggara haji di Arab Saudi.

Baca juga: Komisi VIII DPR Minta Kemenag Tak Larang WNI di Arab Saudi yang Ingin Haji

Mohamad Azmi Abdul Hamid dari badan amal Dewan Konsultatif Organisasi Islam Malaysia berujar, negara-negara Muslim seharusnya diizinkan untuk mengambil keputusan bersama, alih-alih diserahkan ke Riyadh.

"Sudah saatnya (kota suci Mekah dan Madinah) dikelola oleh dewan internasional yang diwakili oleh negara-negara Muslim," ungkapnya kepada AFP.

Keputusan membatasi kuota jemaah haji ini juga berisiko menuai kecaman dari komunitas Muslim garis keras, yang mementingkan agama di atas masalah kesehatan.

Terlepas dari kekecewaan itu, beberapa umat Muslim kini menantikan datangnya tahun 2021 dan berharap dapat menunaikan ibadah haji.

"Saya masih berharap bisa naik haji tahun depan, dan berdoa agar saya tetap sehat sampai saat itu," ucap Yahya.

Baca juga: Saudi Terapkan Pembatasan, Dua Kelompok Ini Diperbolehkan Ibadah Haji

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Global
Perempuan Berdaya: Phillis Wheatley, Seorang Budak Wanita Kulit Hitam Merdeka karena Puisi

Perempuan Berdaya: Phillis Wheatley, Seorang Budak Wanita Kulit Hitam Merdeka karena Puisi

Global
PM Jepang Yoshihide Suga Kunjungi Indonesia, China Sebut Sebagai Ancaman

PM Jepang Yoshihide Suga Kunjungi Indonesia, China Sebut Sebagai Ancaman

Global
PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

Global
Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Global
Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Global
Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Global
Nagorno-Karabakh Menungu Perang Berhenti dan Berharap dapat Bangun Kota Kembali

Nagorno-Karabakh Menungu Perang Berhenti dan Berharap dapat Bangun Kota Kembali

Global
Militer Temukan Terowongan Bawah Tanah yang Dapat Menembus Israel

Militer Temukan Terowongan Bawah Tanah yang Dapat Menembus Israel

Global
Putra Mahkota MBS Digugat Memerintahkan Pembunuhan Jamal Khasoggi

Putra Mahkota MBS Digugat Memerintahkan Pembunuhan Jamal Khasoggi

Global
Usai Parade Militer, Beberapa Pelajar Korea Utara Diduga Terinfeksi Covid-19

Usai Parade Militer, Beberapa Pelajar Korea Utara Diduga Terinfeksi Covid-19

Global
Khawatir Tak Bisa Bertemu Anaknya Lagi, Seorang Ibu Cekik Ketiga Putrinya

Khawatir Tak Bisa Bertemu Anaknya Lagi, Seorang Ibu Cekik Ketiga Putrinya

Global
Ikut Sebar Video yang Memicu Pemenggalan Guru di Perancis, Masjid Ini Minta Maaf

Ikut Sebar Video yang Memicu Pemenggalan Guru di Perancis, Masjid Ini Minta Maaf

Global
Rusia Siap Bekukan Nuklirnya Setahun Jika AS Lakukan Hal Serupa

Rusia Siap Bekukan Nuklirnya Setahun Jika AS Lakukan Hal Serupa

Global
[POPULER GLOBAL] Pantai Selatan Alaska AS Terancam Tsunami | Sederet Kerja Sama yang Dijalin RI-AS

[POPULER GLOBAL] Pantai Selatan Alaska AS Terancam Tsunami | Sederet Kerja Sama yang Dijalin RI-AS

Global
komentar
Close Ads X