Kurva Sempat Melandai, Korsel Kini Masuki Gelombang 2 Virus Corona

Kompas.com - 22/06/2020, 19:42 WIB
Seorang pegawai terlihat memakai masker untuk melindungi diri dari virus corona, saat membersihkan jendela toko sepatu di pusat perbelanjaan Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada 12 Juni 2020. AP/AHN YOUNG-JOONSeorang pegawai terlihat memakai masker untuk melindungi diri dari virus corona, saat membersihkan jendela toko sepatu di pusat perbelanjaan Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada 12 Juni 2020.

SEOUL, KOMPAS.com - Para pejabat Kementerian Kesehatan di Korea Selatan meyakini, Negeri "Ginseng" sedang memasuki gelombang kedua virus corona, usai kurva sempat melandai.

Negara yang dipimpin Presiden Moon Jae-in itu termasuk salah satu yang terbaik dalam menangani wabah Covid-19, tetapi kini diperkirakan wabah akan berlanjut sampai beberapa bulan ke depan.

Dikutip dari BBC Senin (22/6/2020), Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) Jung Eun-kyeong mengatakan, gelombang pertama virus corona berlangsung hingga April.

Baca juga: Korsel Kecam Narasi Trump dan Kim Jong Un dari Eks Penasihat AS

Lalu memasuki Mei, klaster-klaster baru virus corona mulai bermunculan, salah satunya di kelab malam Seoul, ibu kota Korsel.

Di periode antara gelombang pertama dan kedua, kasus harian yang dikonfirmasi sudah menurun.

Jika biasanya Korsel mencatatkan hampir 1.000 kasus per hari, dalam 3 hari beruntun mereka sempat mencatatkan nol kasus baru.

Baca juga: Kasus Infeksi Baru Virus Corona di Seoul Berasal dari Kelab Malam

Kemudian pada Senin (22/6/2020) para pihak berwenang Korsel mengatakan, dalam 24 jam terakhir terdapat 17 kasus baru Covid-19 dari berbagai klaster di kantor dan gudang besar.

Dr Jeong mengatakan, meningkatnya kasus virus corona di Korsel belakangan ini berarti negara itu telah masuk ke cengkeraman gelombang kedua wabah virus corona, dan ia memperkirakan masih terus berlanjut.

Namun KCDC mengungkapkan, sampai sekarang gelombang pertama Covid-19 di Korsel belum benar-benar berakhir.

Dr Jeong meyakini liburan akhir pekan di awal Mei menandai gelombang baru, yang terpusat di Seoul.

Sebelumnya, ibu kota Korea Selatan itu hanya mencatatkan beberapa kasus per hari.

Baca juga: 2.100 Bar di Korsel Tutup, Usai 1 Orang Positif Covid-19 Nongkrong

Sebelumnya pada Senin (22/6/2020) juga, Kota Daejeon di selatan Seoul mengumumkan akan melarang pertemuan di ruang publik seperti museum dan perpustakaan, setelah ditemukan sejumlah kecil klaster corona.

Wali Kota Seoul juga memperingatkan, penduduk ibu kota mungkin harus kembali menerapkan social distancing yang ketat, jika dalam tiga hari ke depan rata-rata tambahan kasus harian berada di atas 30.

Tingkat hunian rumah sakit juga menjadi patokan lainnya. Jika okupansi masih di atas 70 persen, artinya aturan ketat social distancing bakal diberlakukan lagi.

Baca juga: Muncul Klaster Baru Covid-19, 251 Sekolah Korsel Tutup Lagi

Korea Selatan sukses menangani virus corona tanpa lockdown, dan sebagai gantinya mereka menerapkan social distancing secara sukarela lalu memperbanyak pengujian dan pelacakan.

Data dari Worldometers hingga Senin (22/6/2020) malam WIB membeberkan, total Korsel mencatatkan 12.438 kasus Covid-19 dengan 280 korban meninggal dan 10.881 pasien sembuh.

Saat ini masih ada 1.277 kasus aktif, yang 15 pasien di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Baca juga: Korea Selatan: Tak Ada Pergerakan Mencurigakan dari Korea Utara

Baca tentang

Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Global
WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

Global
Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Global
Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Global
Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Global
Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Global
Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Global
Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Global
Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Global
Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Global
Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Global
Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Global
Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Global
WHO Bakal Luncurkan 120 Juta Rapid Test Covid-19 ke Negara Miskin

WHO Bakal Luncurkan 120 Juta Rapid Test Covid-19 ke Negara Miskin

Global
Korut Langgar Sanksi PBB, Eks Pemain Juventus Terseret

Korut Langgar Sanksi PBB, Eks Pemain Juventus Terseret

Global
komentar
Close Ads X