Terlama di Dunia, Pemblokiran Internet di Rakhine Masuki Tahun Kedua

Kompas.com - 21/06/2020, 13:51 WIB
Warga Rohingya saat melakukan aksi protes memperingati satu tahun serangan militer Myanmar di Rakhine yang membuat mereka mengungsi ke Bangladesh, 25 Agustus 2018. AFP / DIBYANGSHU SARKARWarga Rohingya saat melakukan aksi protes memperingati satu tahun serangan militer Myanmar di Rakhine yang membuat mereka mengungsi ke Bangladesh, 25 Agustus 2018.

SITTWE, KOMPAS.com - Pemblokiran internet di Rakhine, Myanmar, sudah berjalan setahun lebih akibat konflik tiada henti.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyebut pemblokiran internet ini adalah yang terlama di dunia.

Pada Minggu (21/6/2020) pemblokiran ini memasuki tahun kedua. Warga lokal dan para pegiat menyerukan diakhirinya blokir internet karena mengkhawatirkan virus corona.

Baca juga: Gaet Bintang Porno di Iklan Internet Positif, Ini Alasan Selandia Baru

Militer Myanmar terlibat perang saudara sejak Januari 2019 melawan Tentara Arakan (AA), kelompok pemberontak yang memperjuangkan otonomi bagi umat Buddha etnis Rakhine.

Pemerintah memblokir data seluler di beberapa kota negara bagian Rakhine dan tetangganya, negara bagian Chin, sejak 21 Juni tahun lalu.

Akibatnya, terjadi kepanikan di antara penduduk yang kesulitan mengakses informasi tentang kerusuhan itu.

Pada Jumat (19/6/2020) Human Rights Watch menyerukan untuk mengakhiri "pemblokiran internet terlama yang diberlakukan pemerintah".

Baca juga: Guru di Bolivia Jadi Superhero Sambil Mengajar Via Internet

"Sangat penting bagi warga sipil untuk mendapatkan informasi yang diperlukan agar tetap aman" selama pandemi global, kata Linda Lakhdhir penasihat hukum Human Rights Watch dikutip dari AFP.

Myanmar sejauh ini mencatat 287 kasus virus corona dengan 6 korban meninggal, tetapi para ahli khawatir rendahnya jumlah kasus disebabkan oleh kurangnya pengujian.

Seorang pejabat pemerintah pada awal bulan ini mengatakan, pemblokiran internet akan berlanjut hingga setidaknya 1 Agustus di 8 kota.

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Surat Ini Bukti Bahaya 2.750 Ton Amonium Nitrat di Pelabuhan 'Gua Ali Baba dan 40 Penyamun' Beirut, Lebanon

Surat Ini Bukti Bahaya 2.750 Ton Amonium Nitrat di Pelabuhan 'Gua Ali Baba dan 40 Penyamun' Beirut, Lebanon

Global
Australia Alokasikan Dana Sebesar 1,4 Juta Dollar AS kepada Lebanon untuk Bangkit dari Tragedi Ledakan Dahsyat

Australia Alokasikan Dana Sebesar 1,4 Juta Dollar AS kepada Lebanon untuk Bangkit dari Tragedi Ledakan Dahsyat

Global
Dubes Rusia: Hubungan Inggris dengan Rusia Hampir Membeku

Dubes Rusia: Hubungan Inggris dengan Rusia Hampir Membeku

Global
Presiden Lebanon Janjikan Penyelidikan Transparan terhadap Ledakan Besar di Beirut

Presiden Lebanon Janjikan Penyelidikan Transparan terhadap Ledakan Besar di Beirut

Global
Kisah Rakyat Lebanon, Bahu-membahu Tampung Korban Ledakan

Kisah Rakyat Lebanon, Bahu-membahu Tampung Korban Ledakan

Global
Akibat Ledakan Besar di Lebanon 300.000 Penduduk Kehilangan Rumah

Akibat Ledakan Besar di Lebanon 300.000 Penduduk Kehilangan Rumah

Global
AS-China Kemungkinan akan Tinjau Ulang Kesepakatan Dagang

AS-China Kemungkinan akan Tinjau Ulang Kesepakatan Dagang

Global
Pasca-Ledakan Dahsyat Palang Merah Lebanon Terdesak Kebutuhan Donor Darah

Pasca-Ledakan Dahsyat Palang Merah Lebanon Terdesak Kebutuhan Donor Darah

Global
Kematian akibat Covid-19 Tembus 700.000, 1 Kematian Tiap 15 Detik

Kematian akibat Covid-19 Tembus 700.000, 1 Kematian Tiap 15 Detik

Global
Rusia Kirim 5 Pesawat Berisi Bantuan Kemanusiaan, Perancis Kirim 2 Pesawat Militer Pasca-ledakan di Lebanon

Rusia Kirim 5 Pesawat Berisi Bantuan Kemanusiaan, Perancis Kirim 2 Pesawat Militer Pasca-ledakan di Lebanon

Global
Pejabat Kementerian Pertahanan AS Tolak Klaim Trump Soal Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Pejabat Kementerian Pertahanan AS Tolak Klaim Trump Soal Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Global
Israel Bantah Terlibat dalam Ledakan di Beirut, Lebanon

Israel Bantah Terlibat dalam Ledakan di Beirut, Lebanon

Global
Seperti Inilah Kondisi Beirut, Lebanon, Setelah Ledakan yang Tewaskan 100 Orang

Seperti Inilah Kondisi Beirut, Lebanon, Setelah Ledakan yang Tewaskan 100 Orang

Global
Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Telah Mencapai 100 Orang

Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Telah Mencapai 100 Orang

Global
Ledakan di Pabrik Kimia di China, 6 Orang Tewas

Ledakan di Pabrik Kimia di China, 6 Orang Tewas

Global
komentar
Close Ads X