Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/06/2020, 17:37 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Dalam upaya meracik vaksin virus corona, China kekurangan monyet percobaan dan para penelitinya tetap bekerja di akhir pekan.

Fenomena itu terjadi di Yisheng Biopharma, salah satu laboratorium di China yang berlomba meramu vaksin Covid-19 bersama negara-negara lainnya.

Dilansir dari AFP Jumat (19/6/2020), perusahaan medis yang terletak di timur laut kota Shenyang ini telah bekerja tanpa henti sejak Januari untuk mendapatkan vaksin corona.

Baca juga: Filipina Tegaskan Tak Akan Buka Sekolah Sampai Ada Vaksin Corona

Bertambahnya lagi kasus-kasus Covid-19 di Beijing semakin mendesak dunia untuk segera menemukan vaksin, bagi penyakit yang telah menewaskan lebih dari 450.000 orang di seluruh dunia ini.

Yisheng lebih dikenal sebagai pembuat vaksin rabies, tapi telah mengubah satu dari sembilan labnya untuk meracik vaksin corona dan akan merekrut hingga 50 pegawai tambahan.

Perusahaan ini masih dalam tahap awal pengembangan vaksin, tetapi dikabarkan akan mengambil risiko untuk memproduksi vaksinnya pada September sebelum uji klinis selesai.

Jika vaksin itu disetujui, mereka berharap dapat siap lebih cepat untuk disalurkan ke orang-orang.

"Vaksin ini harus cepat selesai, dan tidak mungkin menunggu sampai musim epidemi selanjutnya untuk menyelesaikan uji coba, dan musim epidemi ketiga untuk memakai vaksin," kata pimpinan Yisheng, Zhang Yi, dikutip dari AFP.

Zhang mengungkapkan, para penelitinya tidak libur di akhir pekan sejak mereka mendapatkan urutan gen dari virus corona pada hari kedua Tahun Baru China, akhir Januari.

"Terlalu banyak yang harus dilakukan," katanya.

Baca juga: 4 Negara Eropa Bentuk Aliansi Produksi Vaksin Virus Corona

Harga monyet mahal

Vaksin yang sedang diracik Yisheng kini berapa dalam tahap pengujian ke hewan, yang mendahului uji klinis manusia.

Zhang menuturkan, uji coba pada tikus dan kelinci menunjukkan hasil yang bagus, karena meningkatkan antibodi penetral.

Yisheng mengharapkan vaksin ini tidak hanya melindungi diri dari infeksi, tapi juga bisa menyembuhkan pasien Covid-19.

Maka langkah yang ditempuh selanjutnya adalah uji coba ke monyet, tapi butuh banyak biaya karena permintaan sedang tinggi dari lab-lab lainnya juga. Persoalan ini diungkap oleh CEO Yisheng, David Shao.

Baca juga: Australia Uji Coba Vaksin Virus Corona pada Manusia, Bisa Tersedia Tahun Ini

Yisheng biasanya membeli seekor monyet dengan harga antara 10.000-20.000 yuan (Rp 20 juta sampai Rp 40 juta), kata Shao.

Ia melanjutkan, sekarang tiap ekornya bernilai sekitar 100.000 yuan (Rp 200 juta).

Lab-lab China biasanya menggunakan kera rhesus dan cynomolgus, yang dikembangbiakkan di provinsi-provinsi selatan Negeri "Tirai Bambu".

China adalah pemasok besar monyet percobaan. Tahun lalu 20.000 ekor monyet diekspor dan 18.000 dipakai di penelitian lokal, kata Liu Yunbo, ketua Beijing HFK Bioscience, pemasok hewan percobaan.

"Konsumsi tahun ini cukup besar, sehingga pasokannya tidak cukup," terangnya dikutip dari AFP.

Baca juga: Ikut Uji Coba Vaksin Covid-19, Relawan AS Demam Tinggi, Mual, Lalu Pingsan

Berpacu dengan waktu

Yisheng telah menghabiskan sekitar 3 juta dollar AS (Rp 42,7 miliar) untuk penelitian vaksinnya sejauh ini, dengan rencana memulai produksi dalam beberapa bulan ke depan, dan menyediakannya untuk umum tahun ini.

"Ini lebih mahal dari vaksin-vaksin lainnya," kata Shao sembari menambahkan ada kekurangan sumber daya dan bahan penelitian.

"Kami benar-benar berpacu dengan waktu."

Yisheng berencana menghabiskan 180 juta dollar AS (Rp 2,5 triliun) lagi untuk uji klinis setelah uji coba ke hewan.

"Kami dapat memiliki 10 jalur produksi dan menghasilkan 500 juta dosis per tahun," lanjut Zhang.

Baca juga: Duterte Tak Akan Buka Sekolah Sebelum Vaksin Virus Corona Ditemukan

Dengan terlalu sedikit infeksi di China untuk menguji vaksin ke manusia, Yisheng berencana mengajukan uji klinis di AS, Eropa, Singapura, dan Australia bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Negeri "Paman Sam".

Sebanyak 13 uji klinis vaksin virus corona sedang dilakukan di seluruh dunia, lima di antaranya di China.

Zhang berkata, lab lainnya mungkin akan memproduksi vaksin lebih cepat dari mereka, tapi adu cepat itu bukan prioritasnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Ini tentang siapa yang dapat menghasilkan kuantitas. Siapa yang bisa mendapatkan hasil lebih baik dan membuat produk berkualitas tinggi dan efektif," katanya.

"Ini yang terpenting. Menjadi yang pertama bukan segalanya."

Baca juga: Ikut Kembangkan Vaksin Virus Corona, Thailand Uji Coba ke Monyet

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti Temukan Fakta Mengejutkan, Bahan Balsem Mumi Mesir Kuno Berasal dari Asia Tenggara

Peneliti Temukan Fakta Mengejutkan, Bahan Balsem Mumi Mesir Kuno Berasal dari Asia Tenggara

Global
Berbulan-bulan Mengambang di Laut, Kapal Induk Brasil Akhirnya Ditenggelamkan

Berbulan-bulan Mengambang di Laut, Kapal Induk Brasil Akhirnya Ditenggelamkan

Global
Bikin Video TikTok di Tebing, Pria AS Tewas Terjatuh dari Ketinggian 21 Meter

Bikin Video TikTok di Tebing, Pria AS Tewas Terjatuh dari Ketinggian 21 Meter

Global
Kehadiran Balon Mata-mata Berbuntut Panjang, Menlu AS Tunda Kunjungan ke China

Kehadiran Balon Mata-mata Berbuntut Panjang, Menlu AS Tunda Kunjungan ke China

Global
Polemik Keanggotaan NATO Berlanjut, Anggota Kongres AS Ancam Tak Izinkan Jual F-16 ke Turkiye

Polemik Keanggotaan NATO Berlanjut, Anggota Kongres AS Ancam Tak Izinkan Jual F-16 ke Turkiye

Global
Rangkuman Hari Ke-345 Serangan Rusia ke Ukraina: Para Pemimpin Uni Eropa Kunjungi Kyiv, Sirene Serangan Udara Meraung

Rangkuman Hari Ke-345 Serangan Rusia ke Ukraina: Para Pemimpin Uni Eropa Kunjungi Kyiv, Sirene Serangan Udara Meraung

Global
[POPULER GLOBAL] Balon Mata-mata China Terbang di AS | Hong Kong Rayu Wisatawan

[POPULER GLOBAL] Balon Mata-mata China Terbang di AS | Hong Kong Rayu Wisatawan

Global
Toko Furnitur Filipina Izinkan Beli Barang Pakai Bawang Merah

Toko Furnitur Filipina Izinkan Beli Barang Pakai Bawang Merah

Global
China Tanggapi Tuduhan Balon Terbang Mata-mata yang Lintasi Langit AS

China Tanggapi Tuduhan Balon Terbang Mata-mata yang Lintasi Langit AS

Global
Demi Jaminan Sosial, Wanita Ini Simpan Mayat Ibunya di Freezer Selama 2 Tahun

Demi Jaminan Sosial, Wanita Ini Simpan Mayat Ibunya di Freezer Selama 2 Tahun

Global
Tandingi AS, Uni Eropa Luncurkan Agenda Industri Hijau

Tandingi AS, Uni Eropa Luncurkan Agenda Industri Hijau

Global
Hati-hati, Pakai Emoji Tertawa Sembarangan Bisa Dipidana di Italia

Hati-hati, Pakai Emoji Tertawa Sembarangan Bisa Dipidana di Italia

Global
Junta Militer Myanmar Berlakukan Darurat Militer di Puluhan Kotapraja, Cara Baru Basmi Perlawanan

Junta Militer Myanmar Berlakukan Darurat Militer di Puluhan Kotapraja, Cara Baru Basmi Perlawanan

Global
Kedatangan Petinggi Uni Eropa di Kyiv Disambut Sirene Udara

Kedatangan Petinggi Uni Eropa di Kyiv Disambut Sirene Udara

Global
Hukuman Tahanan di Massachusetts Bisa Dikurangi Jika Donasi Organ

Hukuman Tahanan di Massachusetts Bisa Dikurangi Jika Donasi Organ

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+