Mengaku dari Luar Negeri, Tunawisma Ini Berhasil Masuk Karantina di Hotel Bintang 5

Kompas.com - 19/06/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi hotel. shutterstock.com/Pattier_StockIlustrasi hotel.

AUCKLAND, KOMPAS.com - Seorang tunawisma berhasil menginap gratis di hotel bintang 5 Selandia Baru selama 2 minggu, usai menipu dengan mengaku sebagai orang yang baru kembali dari luar negeri.

Anggota Parlemen Partai Nasional Michael Woodhouse mengatakan, pria tunawisma itu mengaku sebagai pendatang dan menyelesaikan 14 hari karantina di sebuah hotel bintang 5 di Auckland.

"Salah satu hotel bintang 5 menampung seorang tunawisma selama beberapa minggu dengan dalih bahwa dia adalah seseorang yang kembali dari luar negeri," katanya kepada Newshub, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Selandia Baru, Sempat Muncul Peringatan Tsunami

Juru bicara kesehatan partai oposisi berujar, seorang petugas kesehatan yang berbasis di Auckland telah memberitahunya tentang tunawisma yang menginap di hotel.

Woodhouse menerangkan, "sumber terpecaya" menemukan ternyata pria itu tunawisma setelah menyelesaikan isolasi selama 2 minggu.

"Ketika orang itu akan dikeluarkan dia diminta alamat peralihan, dan petugas mengetahui dia tidak punya, karena dia tunawisma."

"Dia tidak kembali dari luar negeri, dia baru saja ikut karantina dua minggu lalu dan selama itu mendapat tiga kali makan sehari dan bisa mandi dari (fasilitas) pemerintah," terang Woodhouse.

Baca juga: Gajinya Belum Dipotong, PM Selandia Baru Mengaku Frustrasi

Halaman:

Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Global
WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

Global
Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Global
Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Global
Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Global
Mengintip Kekuatan Tersembunyi Militer Taiwan: Jebakan di Pantai dan Dinding Api

Mengintip Kekuatan Tersembunyi Militer Taiwan: Jebakan di Pantai dan Dinding Api

Global
Nekat Gelar Pesta Kala Pandemi Virus Corona, 300 Orang Dibubarkan Polisi

Nekat Gelar Pesta Kala Pandemi Virus Corona, 300 Orang Dibubarkan Polisi

Global
Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Global
Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Global
Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Global
Kunjungi Taiwan, Menkes AS Salah Ucap Nama Presiden Tsai Jadi Xi

Kunjungi Taiwan, Menkes AS Salah Ucap Nama Presiden Tsai Jadi Xi

Global
MV Wakashio Retak, Bencana Minyak Tumpah di Mauritius Bisa Makin Parah

MV Wakashio Retak, Bencana Minyak Tumpah di Mauritius Bisa Makin Parah

Global
'Misteri Besar' Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

"Misteri Besar" Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

Global
[Hari Ini dalam Sejarah] Pernikahan Pertama di Luar Angkasa

[Hari Ini dalam Sejarah] Pernikahan Pertama di Luar Angkasa

Global
Palang Merah Internasional Latih 43.000 Relawan untuk Bantu Warga di Korea Utara

Palang Merah Internasional Latih 43.000 Relawan untuk Bantu Warga di Korea Utara

Global
komentar
Close Ads X