John Bolton: Trump Tak Tahu Bedanya Finlandia dan Rusia

Kompas.com - 18/06/2020, 18:21 WIB
Foto tertanggal 30 September 2019, memperlihatkan eks penasihat nasional AS John Bolton, saat berbicara di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington. AP/PABLO MARTINEZ MONSIVAISFoto tertanggal 30 September 2019, memperlihatkan eks penasihat nasional AS John Bolton, saat berbicara di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - John Bolton dalam bukunya menyebutkan, Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump pernah bertanya apakah Finlandia bagian dari Rusia.

Selain itu, disebutkan pula Trump berkata menginvasi Venezuela akan "keren", di buku berjudul The Room Where It Happened: A White House Memoir tersebut.

Kabinet Trump telah menuntut Bolton membatalkan rilis bukunya, yang sudah masuk ke daftar best-seller Amazon seminggu sebelum rilis, menurut CNBC.

Baca juga: Menlu AS Sebut Trump Penuh dengan Omong Kosong

New York Times melaporkan, buku Bolton mengisahkan pengalamannya sebagai pejabat senior Gedung Putih yang terlibat dalam diskusi-diskusi keamanan nasional.

Rabu malam (17/6/2020) Trump menanggapi tulisan mantan ajudannya itu, dalam wawancara dengan Wall Street Journal.

"Dia pembohong... semua orang di Gedung Putih membenci John Bolton."

Presiden AS tersebut juga menyebut Bolton "seorang lelaki lusuh" yang melanggar hukum, dalam wawancara terpisah dengan Fox.

Buku Bolton mengklaim sang presiden mengatakan, akan "keren" untuk menginvasi Venezuela dan menyatakan bahwa negara di Amerika Latin itu "benar-benar bagian dari Amerika Serikat," menurut beberapa kantor berita yang mendapat salinannya, termasuk The Washington Post.

Diklaim juga di buku tersebut, meski AS tidak mengakui Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai pemimpin negara, tapi Trump ragu mendukung pemimpin oposisi Juan Guaiado bahkan setelah Guaiado menyatakan dirinya presiden.

Trump dikabarkan ikut menandatangani proposal Bolton yang mengatakan AS lebih mengakui Guaiado daripada Maduro sebagai presiden Venezuela.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber The Sun
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mata dan Tubuh Ditato, Lidah Dibelah, Wanita Ini Sebut Dirinya Naga Putih Bermata Biru

Mata dan Tubuh Ditato, Lidah Dibelah, Wanita Ini Sebut Dirinya Naga Putih Bermata Biru

Global
Janji Biden jika Menang Pilpres AS: Sahkan UU Kesetaraan untuk LGBTQ dalam 100 Hari Pertama

Janji Biden jika Menang Pilpres AS: Sahkan UU Kesetaraan untuk LGBTQ dalam 100 Hari Pertama

Global
Mainan Seks Abad ke-18 Ini Ditemukan di Sebuah Toilet Kuno

Mainan Seks Abad ke-18 Ini Ditemukan di Sebuah Toilet Kuno

Global
Azerbaijan: 21 Orang Terbunuh oleh Serangan Rudal Armenia

Azerbaijan: 21 Orang Terbunuh oleh Serangan Rudal Armenia

Global
Polisi Tembak Mati Orang Kulit Hitam yang Ternyata Penderita Gangguan Mental

Polisi Tembak Mati Orang Kulit Hitam yang Ternyata Penderita Gangguan Mental

Global
Orang Irak Bakar Bendera Perancis Saat Perayaan Maulid Nabi

Orang Irak Bakar Bendera Perancis Saat Perayaan Maulid Nabi

Global
Uji Coba Sistem Rudal S-400, Turki Diancam Sanksi oleh AS

Uji Coba Sistem Rudal S-400, Turki Diancam Sanksi oleh AS

Global
Perancis Tegaskan Tidak akan Terpengaruh Intimidasi Turki di Tengah Kasus Kartun Nabi Muhammad

Perancis Tegaskan Tidak akan Terpengaruh Intimidasi Turki di Tengah Kasus Kartun Nabi Muhammad

Global
Perusahaannya Disanksi China karena Jual Senjata ke Taiwan, Ini Respons AS

Perusahaannya Disanksi China karena Jual Senjata ke Taiwan, Ini Respons AS

Global
Gadis 14 Tahun Ini Simpan Bayinya Dalam Freezer karena Takut Beri Tahu Orangtua

Gadis 14 Tahun Ini Simpan Bayinya Dalam Freezer karena Takut Beri Tahu Orangtua

Global
Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Global
Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Global
[POPULER GLOBAL] Tahanan Ini Sudah Bunuh 48 Narapidana | Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad

[POPULER GLOBAL] Tahanan Ini Sudah Bunuh 48 Narapidana | Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad

Global
1 Juta Pasien Covid-19 India Sembuh dalam 13 Hari

1 Juta Pasien Covid-19 India Sembuh dalam 13 Hari

Global
Hewan Laut Banyak yang Mati di Kamchatka, Apa Penyebabnya?

Hewan Laut Banyak yang Mati di Kamchatka, Apa Penyebabnya?

Global
komentar
Close Ads X