Misteri Hilangnya Madeleine McCann, Ada "Bukti Kuat" Korban Tewas

Kompas.com - 18/06/2020, 15:50 WIB
Foto Madeleine McCann, gadis 3 tahun yang hilang diculik di Praia da Luz, Portugal, pada 3 Mei 2007. Polisi Metropolitan Inggris pada 3 Juni 2020 mengidentifikasi tersangka baru dalam kasus ini, yang belum terpecahkan selama lebih dari 13 tahun. METROPOLITAN POLICE via AFPFoto Madeleine McCann, gadis 3 tahun yang hilang diculik di Praia da Luz, Portugal, pada 3 Mei 2007. Polisi Metropolitan Inggris pada 3 Juni 2020 mengidentifikasi tersangka baru dalam kasus ini, yang belum terpecahkan selama lebih dari 13 tahun.

BERLIN, KOMPAS.com - Pihak berwenang di Jerman mengklaim punya "bukti kuat" bahwa Madeleine McCann, gadis Inggris berusia 3 tahun yang hilang sejak 2007, sudah meninggal.

Keterangan itu disampaikan oleh jaksa Braunschweig Hans Christian Wolters kepada kantor berita AFP, Rabu (17/6/2020).

"Ini adalah bukti kuat, fakta yang kami punya, bukan indikasi," ujar Wolters.

Namun ia berucap, dirinya tidak memiliki informasi yang lebih rinci.

"Kami tidak memiliki buti forensik kematian Madeleine, seperti jasad," tambahnya.

Baca juga: Soal Tersangka Baru Penculikan Madeleine McCann, Polisi Disebut Lakukan Kesalahan

Polisi sempat memberi harapan pada awal Juni bahwa misteri hilangnya Madeleine, atau Maddie nama panggilannya, dapat terpecahkan.

Kala itu mereka mengungkapkan sedang menyelidiki seorang tersangka pria berusia 43 tahun, atas kasus hilangnya Maddie di apartemen saat berlibur di Praia da Luz, Portugal.

Tersangka tidak disebut namanya oleh polisi, tetapi diidentifikasi oleh Christian B oleh media-media Jerman.

Ia disebut memiliki riwayat kasus-kasus pelecehan seksual, termasuk skandal seks anak dan pemerkosaan.

Baca juga: Rekam Jejak Christian B, Tersangka Baru di Penculikan Madeleine McCann

Jaksa penuntut mengatakan, mereka bekerja dengan asumsi bahwa Madeleine sudah tewas.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Upaya Anwar Ibrahim Gulingkan Muhyiddin | Xi Jinping Bela Ambisi China di PBB

[POPULER GLOBAL] Upaya Anwar Ibrahim Gulingkan Muhyiddin | Xi Jinping Bela Ambisi China di PBB

Global
Pasukan Taliban Kembali Perangi Pasukan Afghanistan Setelah Dibebaskan

Pasukan Taliban Kembali Perangi Pasukan Afghanistan Setelah Dibebaskan

Global
Kim Jong Un Terima Sekeranjang Bunga dari Presiden Joko Widodo

Kim Jong Un Terima Sekeranjang Bunga dari Presiden Joko Widodo

Global
Dikira Makanan Bayi, Nenek Suapi Cucunya Cairan Hand Sanitizer

Dikira Makanan Bayi, Nenek Suapi Cucunya Cairan Hand Sanitizer

Global
Gadis Penggemar K-Pop Ini Dapat Kejutan Poster Kim Jong Un di Pesta Ulang Tahun

Gadis Penggemar K-Pop Ini Dapat Kejutan Poster Kim Jong Un di Pesta Ulang Tahun

Global
Untuk Pertama Kalinya Presiden Duterte Kritik China di Sidang Umum PBB

Untuk Pertama Kalinya Presiden Duterte Kritik China di Sidang Umum PBB

Global
China Dituduh Pengaruhi Barbados agar Copot Ratu Inggris sebagai Kepala Negara

China Dituduh Pengaruhi Barbados agar Copot Ratu Inggris sebagai Kepala Negara

Global
Perempuan Berdaya: 'Diet Jepang 1975', Rahasia Panjang Umur Wanita Jepang

Perempuan Berdaya: "Diet Jepang 1975", Rahasia Panjang Umur Wanita Jepang

Global
Presiden Korea Selatan Ingin Akhiri Perang dengan Korea Utara

Presiden Korea Selatan Ingin Akhiri Perang dengan Korea Utara

Global
Tanggapi Anwar Ibrahim, Muhyiddin: Saya Masih PM Malaysia yang Sah

Tanggapi Anwar Ibrahim, Muhyiddin: Saya Masih PM Malaysia yang Sah

Global
'Roller Coaster' Politik Anwar Ibrahim: Bangkit, Jatuh, dan Bangkit Lagi

"Roller Coaster" Politik Anwar Ibrahim: Bangkit, Jatuh, dan Bangkit Lagi

Global
Ratusan Paus Pilot Mati Masal di Perairan Selatan Australia

Ratusan Paus Pilot Mati Masal di Perairan Selatan Australia

Global
Vietnam Dianggap Berhasil Tangani Gelombang Kedua Covid-19, Apa yang Bisa Dipelajari?

Vietnam Dianggap Berhasil Tangani Gelombang Kedua Covid-19, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Putin Sindir Sanksi AS dan Uni Eropa: Pembebasan Sanksi Akan Jadi Penolong Perekonomian

Putin Sindir Sanksi AS dan Uni Eropa: Pembebasan Sanksi Akan Jadi Penolong Perekonomian

Global
Trump Mengecam China saat PBB Memperingatkan 'Perang Dingin'

Trump Mengecam China saat PBB Memperingatkan "Perang Dingin"

Global
komentar
Close Ads X