Kompas.com - 18/06/2020, 12:39 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat pada Rabu (17/6/2020) memberi sanksi kepada istri Presiden Suriah Bashar Al Assad dan puluhan orang lainnya karena negara itu bersumpah akan melakukan kampanye tekanan besar di bawah undang-undang baru AS yang telah mengguncang perekonomian negara di tengah perang itu.

"Kami mengantisipasi lebih banyak sanksi dan kami tidak akan berhenti sampai Assad dan rezimnya menghentikan perang brutal yang tidak diperlukan rakyat Suriah," ujar Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Dia menyebut sanksi AS itu merupakan 'permulaan dari apa yang akan menjadi kampanye tekanan ekonomi dan politik berkelanjutan untuk menyangkal pendapatan dan dukungan terhadap rezim Assad yang digunakannya untuk berperang dan melakukan kekejaman pada rakyat Suriah."

Pompeo sebelumnya mengumumkan diberlakukannya undang-undang Caesar yang menghukum setiap perusahaan yang bekerja dengan Assad. Akibat dari undang-undang itu, mata uang Suriah jatuh nilainya.

Baca juga: Virus Corona Mengintai di Kamp Pengungsian Palestina dan Suriah yang Kumuh

Sanksi AS pertama menargetkan 39 orang atau entitas termasuk Assad secara pribadi serta istrinya, Asma yang pertama kali menjadi sasaran sanksi AS.

Di bawah hukum, aset apa pun di Amerika Serikat akan dibekukan. Presiden Assad sendiri telah berada di bawah sanksi AS sejak dia mulai menghancurkan pemberontakan pada 2011.

Asma Assad, istri Bashar Assad lahir di Inggris dari pasangan kardiologis (ayah) dan diplomat (ibu) merupakan mantan bankir investasi yang menyebut dirinya sebagai reformis progresif dan wajah modern para Assad.

Namun Pompeo dalam pernyataannya menuduh bahwa Asma Assad, dengan dukungan suami dan keluarga Akhras-nya sendiri, "telah menjadi salah satu pengambil untung dalam perang paling terkenal di Suriah."

Baca juga: Gelapkan Dana Publik Suriah, Paman Bashar Assad Divonis 4 Tahun Penjara

Dampak paling terasa di Suriah

Lainnya yang ditimpa undang-undang Caesar adalah Mohammed Hamsho, salah satu pengusaha Suriah paling menonjol dan Fatemiyoun sebuah divisi Muslim Iran yang dipimpin oleh Syiah dari Afghanistan yang dikerahkan untuk membantu Assad.

Assad, yang didukung oleh Rusia dan Iran, telah berhasil memenangkan kembali hampir semua Suriah kecuali wilayah Idlib setelah perang yang telah menewaskan lebih dari 380.000 orang.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paus Fransiskus Beri Hak Suara pada Wanita dalam Pengangkatan Uskup

Paus Fransiskus Beri Hak Suara pada Wanita dalam Pengangkatan Uskup

Global
Pria Ini Menyamar sebagai Anak yang Hilang dari Tuan Tanah Kaya, Kuasai Harta Selama 41 Tahun

Pria Ini Menyamar sebagai Anak yang Hilang dari Tuan Tanah Kaya, Kuasai Harta Selama 41 Tahun

Global
6 Menteri Mundur dari Pemerintahan Inggris, Total Sudah 27 Menteri

6 Menteri Mundur dari Pemerintahan Inggris, Total Sudah 27 Menteri

Global
Sekjen OPEC dan Veteran Industri Minyak Mohammad Barkindo Meninggal

Sekjen OPEC dan Veteran Industri Minyak Mohammad Barkindo Meninggal

Global
Omicron Ditemukan di China untuk Pertama Kalinya, Kota Xi'an Ditutup

Omicron Ditemukan di China untuk Pertama Kalinya, Kota Xi'an Ditutup

Global
Rincian Panggilan Putin-Macron Sebelum Invasi ke Ukraina Bocor

Rincian Panggilan Putin-Macron Sebelum Invasi ke Ukraina Bocor

Global
Uang Tunai Rp 6,6 Miliar Ditemukan dalam Koper di Tengah Pemilu Papua Nugini, Anak Perdana Menteri Ditangkap

Uang Tunai Rp 6,6 Miliar Ditemukan dalam Koper di Tengah Pemilu Papua Nugini, Anak Perdana Menteri Ditangkap

Global
Balita Ditemukan Sendirian setelah Penembakan Massal pada Hari Kemerdekaan AS, Orang Tuanya Ternyata Jadi Korban Tewas

Balita Ditemukan Sendirian setelah Penembakan Massal pada Hari Kemerdekaan AS, Orang Tuanya Ternyata Jadi Korban Tewas

Global
Pengunjuk Rasa Iklim Rusak Lukisan Terkenal di Galeri Nasional Inggris

Pengunjuk Rasa Iklim Rusak Lukisan Terkenal di Galeri Nasional Inggris

Global
Lukashenko: Rusia dan Belarusia Bersatu, Eropa akan 'Dibersihkan'

Lukashenko: Rusia dan Belarusia Bersatu, Eropa akan "Dibersihkan"

Global
Dehidrasi dan Kelelahan, Carlos Santana Ambruk di Atas Panggung

Dehidrasi dan Kelelahan, Carlos Santana Ambruk di Atas Panggung

Global
Suara Lantang Kamala Harris Terkait Penembakan Chicago

Suara Lantang Kamala Harris Terkait Penembakan Chicago

Global
Zelensky Ungkap Rasa Frustrasi, Militer Ukraina Buat Keputusan Tanpa Dia

Zelensky Ungkap Rasa Frustrasi, Militer Ukraina Buat Keputusan Tanpa Dia

Global
China Siap Perdalam Kerja Sama dengan Rusia, Termasuk dalam G20

China Siap Perdalam Kerja Sama dengan Rusia, Termasuk dalam G20

Global
Listrik 10.000 Rumah di Satu Kota Tiba-tiba Terputus, Petugas Temukan Ular dalam Gardu

Listrik 10.000 Rumah di Satu Kota Tiba-tiba Terputus, Petugas Temukan Ular dalam Gardu

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.