Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Donald Trump, Membuat Amerika Berjaya Kembali

Kompas.com - 18/06/2020, 11:08 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketika berpidato di hadapan pendukung Partai Republik di Ohio (4/8/2018). Trump berpidato mendukung kandidat Pemilu Legislatif Troy Balderson. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/SCOTT OLSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump ketika berpidato di hadapan pendukung Partai Republik di Ohio (4/8/2018). Trump berpidato mendukung kandidat Pemilu Legislatif Troy Balderson.


PADA masa pagebluk Corona, Prof Bill Liddle sebagai tokoh ilmuwan Amerika Serikat melalui milis Institut Peradaban menjawab pertanyaan Prof. Salim Said sebagai tokoh ilmuwan Indonesia tentang apakah Donald Trump akan terpilih kembali pada pilpres Amerika Serikat mendatang, yang demi tidak melakukan keliru tafsir saya langsung copas (copy paste) sebagai berikut:

Jawaban Bill

Terlalu awal. Banyak Demokrat optimis, mengingat kejahatan Trump dan beberapa poll baru. Tapi saya belum. Saya masih ingat bahwa sekitar 40 persen dari pemilih mendukung Trump, termasuk 90 persen atau lebih dari pemilih Republik.

Pendukung setia Trump terdiri dari basis intinya, para white supremacists yang ingin menghapuskan semua kemajuan rasial sejak Perang Dunia ke-II, dan banyak Katolik kanan dan Kristen Evangelis yang ingin mengangkat sebanyak mungkin hakim konservatif. Mereka didorong oleh masalah aborsi belaka.

Perubahan apa yang sedang terjadi di Amerika? Saya kembali ke white supremacists, yang dulu marjinal tetapi kini diberi angin oleh Trump.

Pengertian saya tentang social movements memang begitu. Ada banyak aliran di masyarakat.

Tahun 2008, orang pluralis dan anti-rasisme diberi angin oleh munculnya Obama. Kini para white supremacists dan orang-orang kanan lainnya diberi angin oleh munculnya Trump. Mereka manfaatkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu Trump, yang sangat pinter dalam hal ini, terus memobilisasi orang-orang itu untuk mendukung kekuasaannya. Sebentar lagi dia akan mulai dengan rally-rally besar di beberapa kota, yang pasti akan lebih mengobarkan pendukung-pendukungnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketika memberikan pernyataan mengenai demonstrasi yang terjadi karena kematian pria kulit hitam bernama George Floyd di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC, pada 1 Juni 2020.REUTERS/TOM BRENNER Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketika memberikan pernyataan mengenai demonstrasi yang terjadi karena kematian pria kulit hitam bernama George Floyd di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC, pada 1 Juni 2020.

Intensitas para pendukung itu betul-betul menakutkan saya. Kalau Trump menang ia akan merasa dibebaskan dari seluruh kendala.

Jaksa Agungnya, Bill Barr, akan mendukung apa saja yang diinginkan Trump, dengan dalih tafsirannya tentang Konstitusi yang memberi kekuasaan kepada presiden seakan-akan Trump adalah seorang raja. Aneh tapi nyata.

Kadang-kadang saya melihat Barr sebagai orang korup yang ingin mempertahankan bossnya dengan segala alat yang dia miliki. Dia sendiri mengaku seorang ahli Konstitusi, dan juga seorang Katolik yang percaya bahwa negara yang aman harus tunduk kepada kekuasaan Tuhan. Betul!

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.