Selidiki Ketidakadilan Ras, PM Inggris Ingin Bentuk Sebuah Lembaga

Kompas.com - 15/06/2020, 11:17 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menggelar konferensi pers guna memberi keterangan harian terkait respons pemerintah melawan wabah virus corona (Covid-19) di Downing Street 10, London, pada 22 Maret 2020. Johnson menyatakan dia terkena virus corona. AFP/IAN VOGLERPerdana Menteri Inggris Boris Johnson menggelar konferensi pers guna memberi keterangan harian terkait respons pemerintah melawan wabah virus corona (Covid-19) di Downing Street 10, London, pada 22 Maret 2020. Johnson menyatakan dia terkena virus corona.

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan dia tengah membentuk sebuah badan atau lembaga untuk menyelidiki 'semua aspek ketidaksamaan' dalam hal rasialisme di Inggris.

Dalam pernyataannya di Telegraph pada Senin (15/6/2020) Johnson sebagaimana dilansir AFP mengatakan, "banyak hal yang harus dikerjakan" untuk menangani rasisme meski pun perkembangannya besar dan berpendapat bahwa masalah yang harus ditangani adalah intinya, bukan simbolnya.

Hal itu merujuk pada demonstrasi Black Lives Matter di berbagai kota di Inggris sejak kematian pria kulit hitam di Amerika Serikat, George Floyd di tangan seorang petugas polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu.

Baca juga: PM Inggris Sebut Protes Anti Rasisme di Inggris Dibajak Ekstremis

Pada Sabtu kemarin, sekelompok orang sayap kanan berkumpul di London untuk melakukan aski unjuk rasa anti rasisme.

"Ini waktunya untuk membentuk badan (lembaga) lintas pemerintah untuk menyelidiki semua aspek ketidaksamaan, dalam pekerjaan, bidang kesehatan, akademik dan aspek hidup lainnya," tulis Johnson di artikel yang dipublikasikan Minggu kemarin oleh Telegraph.

"Kita harus menangani substansi masalahnya, bukan simbolnya."

Para demonstran telah menyerukan agar patung-patung figur bersejarah diturunkan. Sementara patung pedagang budak di abad 17, Edward Colston di Bristol telah disasar massa dan dibuang ke pelabuhan oleh massa.

Baca juga: Patung Pelopor Pramuka Baden-Powell di Inggris Akan Diturunkan

Edward Colston adalah sosok yang membangkitkan pergerakan Black Lives Matter di Inggris.

Namun, untuk patung pemimpin perang Winston Churchill yang dianggap beberapa aktivis sebagai sosok rasis, PM Johnson bersikeras agar patung itu tetap berada di tempatnya, di luar gedung perlemen Inggris di Westminster.

"Kita perlu membahas masa sekarang ini, bukan menulis ulang kejadian masa lalu. Dan itu artinya kita tidak bisa dan tidak harus berada dalam debat kusir tentang figur patung yang murni atau pun benar secara politis menurut publik," tulis PM Johnson.

Baca juga: Demo George Floyd di Inggris, Patung Edward Colston Dirobohkan, Siapakah Dia?

Johnson juga berjanji bahwa dia akan semaksimal mungkin menjaga patung Winston Churchill agar tetap berada di tempatnya.

Dia menyarankan bahwa daripada merobohkan patung, lebih baik membangun figur lain yang dianggap layak untuk dijadikan peringatan oleh generasi saat ini.

PM Johnson sendiri merupakan sosok yang diberi label 'rasis' oleh sebuah artikel di Telegraph pada 2002.

Dia pernah menyebut orang kulit hitam sebagai 'negro' dan 'semangka tersenyum', merujuk pada sejarah perbudakan dulu, orang kulit hitam memakan semangka sebagai simbol kemerdekaan.


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

20 Negara Sudah Meminta Rusia Produksi 1 Miliar Vaksin Covid-19, Sputnik-V

20 Negara Sudah Meminta Rusia Produksi 1 Miliar Vaksin Covid-19, Sputnik-V

Global
Klaim Rusia Ciptakan Vaksin Corona: Dikecam Ilmuwan, Dipertanyakan WHO

Klaim Rusia Ciptakan Vaksin Corona: Dikecam Ilmuwan, Dipertanyakan WHO

Global
Presiden Putin Mengklaim Vaksin Covid-19 Rusia telah Kantongi Persetujuan Regulator

Presiden Putin Mengklaim Vaksin Covid-19 Rusia telah Kantongi Persetujuan Regulator

Global
Ledakan Lebanon, di Mana Negara Lain Menyimpan Amonium Nitrat?

Ledakan Lebanon, di Mana Negara Lain Menyimpan Amonium Nitrat?

Global
Rusia Klaim Jadi Negara Pertama yang Ciptakan Vaksin Covid-19, Ini Kata WHO

Rusia Klaim Jadi Negara Pertama yang Ciptakan Vaksin Covid-19, Ini Kata WHO

Global
Sepekan Setelah Ledakan Dahsyat di Lebanon, Menyisakan Trauma pada Anak-anak

Sepekan Setelah Ledakan Dahsyat di Lebanon, Menyisakan Trauma pada Anak-anak

Global
Mabuk, Turis Wanita Telanjang Panjat Kuil Buddha Sambil Mengomel

Mabuk, Turis Wanita Telanjang Panjat Kuil Buddha Sambil Mengomel

Global
Berusaha Bobol Brankas, Pencuri Ini Tewas Terkena Alat Potongnya Sendiri

Berusaha Bobol Brankas, Pencuri Ini Tewas Terkena Alat Potongnya Sendiri

Global
Inilah Nama Vaksin Virus Corona yang Diciptakan Rusia, Sputnik V

Inilah Nama Vaksin Virus Corona yang Diciptakan Rusia, Sputnik V

Global
Penduduk Hong Kong Borong Surat Kabar Apple Daily, Sehari Setelah Jimmy Lai Ditangkap

Penduduk Hong Kong Borong Surat Kabar Apple Daily, Sehari Setelah Jimmy Lai Ditangkap

Global
Setelah 102 Hari, Selandia Baru Kembali Laporkan Kasus Covid-19

Setelah 102 Hari, Selandia Baru Kembali Laporkan Kasus Covid-19

Global
Video Polisi Gerebek Laboratorium Kokain Terbesar di Belanda

Video Polisi Gerebek Laboratorium Kokain Terbesar di Belanda

Global
Trump soal Wajahnya Dipahat di Mount Rushmore: Sepertinya Ide Bagus

Trump soal Wajahnya Dipahat di Mount Rushmore: Sepertinya Ide Bagus

Global
AS Akan Sisakan Kurang dari 5.000 Tentara di Afghanistan Akhir November

AS Akan Sisakan Kurang dari 5.000 Tentara di Afghanistan Akhir November

Global
Putin: Rusia Ciptakan Vaksin Corona Pertama di Dunia, Putriku Sudah Disuntik

Putin: Rusia Ciptakan Vaksin Corona Pertama di Dunia, Putriku Sudah Disuntik

Global
komentar
Close Ads X