Rafiki, Gorila Terkenal yang Terancam Punah, Mati Ditombak oleh Pemburu

Kompas.com - 14/06/2020, 19:01 WIB
Inilah Rafiki, seekor gorila gunung yang terkenal di Uganda. Pada awal Juni dia mati setelah ditombak oleh pemburu. Otoritas dengan cepat menangkap empat orang yang diyakini merupakan pelakunya. Daily MirrorInilah Rafiki, seekor gorila gunung yang terkenal di Uganda. Pada awal Juni dia mati setelah ditombak oleh pemburu. Otoritas dengan cepat menangkap empat orang yang diyakini merupakan pelakunya.

KAMPALA, KOMPAS.com - Rafiki, seekor gorila gunung yang terkenal di Uganda dan terancam punah, dilaporkan mati setelah ditombak oleh pemburu yang kejam.

Dia mati setelah "benda tajam" menembus organ dalamnya. Otoritas bergerak cepat dengan menangkap empat orang yang diduga pelaku.

Jika terbukti bersalah, mereka bisa dipenjara seumur hidup atau mendapat denda 5,4 juta dollar AS, sekitar Rp 76 miliar, karena membunuh hewan terancam punah.

Baca juga: Mengenaskan, Empat Gorila Langka di Uganda Mati Tersambar Petir

Otoritas Alam Liar Uganda (UWA) menyatakan, kematian Rafiki adalah "pukulan telak" baig mereka karena saat ini, hanya tersisa 1.000 ekor gorila gunung.

Rafiki, yang merupakan pemimpin dari kawanan berisi 17 ekor gorila, diyakini berusia 25 tahun ketika ditombak di Taman Nasional Impenetrable Bwindi.

"Kematiannya menyebabkan kelompok itu mulai tidak stabil. Ada kemungkinan mereka akan tercerai berai," jelas Bashir Hangi dari UWA kepada BBC.

Dilansir Daily Mirror Jumat (12/6/2020), karena tidak ada kepemimpinan, ada kemungkinan kelompok itu diambil alih pejantan lain.

Pakar menerangkan, kelompok tersebut sudah terhabituasi. Artinya, mereka sudah terbiasa dengan kehadiran manusia di lingkungan mereka.

Bangkai Rafiki ditemukan pada 2 Juni, satu hari setelah dia dilaporkan menghilang. Petugas langsung melakukan pelacakan pelaku.

Mereka menelusurinya hingga ke desa sebelah, di mana salah satu pemburu yang ditangkap mempunyai peralatan untuk berburu.

Diyakini keempatnya awalnya berburu binatang yang lebih kecil di taman. Dia terpaksa membunuh Rafiki sebagai bentuk pertahanan diri karena diserang.

Keempat pelaku tersebut bakal dijerat menggunakan undang-undang perlindungan alam liar yang sudah disahkan pada tahun lalu.

Gorila gunung merupakan atraksi populer di taman, dengan UWA begitu mengandalkan kedatangan wisatawan guna menggenjot pemasukan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: 22 Desember 1956, Gorila Pertama Kali Lahir di Kandang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bulu Mata Palsu Buatan UMKM Indonesia Tembus Pasar Bulgaria

Bulu Mata Palsu Buatan UMKM Indonesia Tembus Pasar Bulgaria

Global
Pangeran Philip dan Kecintaannya pada Land Rover, Modifikasi Sendiri Mobil Jenazahnya

Pangeran Philip dan Kecintaannya pada Land Rover, Modifikasi Sendiri Mobil Jenazahnya

Global
Dubes RI di Panama City Serahkan Surat Kepercayaan ke Presiden Panama

Dubes RI di Panama City Serahkan Surat Kepercayaan ke Presiden Panama

Global
Dijatuhi Sanksi AS, Ini Balasan Rusia

Dijatuhi Sanksi AS, Ini Balasan Rusia

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Penjahat Seksual dan Pembunuh Berantai, Jeffrey Dahmer

[Biografi Tokoh Dunia] Penjahat Seksual dan Pembunuh Berantai, Jeffrey Dahmer

Internasional
Gaji Karyawan Ini Dipotong Rp 3 Juta karena Kelamaan di Toilet

Gaji Karyawan Ini Dipotong Rp 3 Juta karena Kelamaan di Toilet

Global
Akhir Dinasti Castro, Raul Mengundurkan Diri dari Partai Komunis Kuba

Akhir Dinasti Castro, Raul Mengundurkan Diri dari Partai Komunis Kuba

Global
Belajar dari Tsunami Kasus Covid-19 di India: Terlena Pangkal Petaka

Belajar dari Tsunami Kasus Covid-19 di India: Terlena Pangkal Petaka

Global
Begini Cara Pangeran William dan Kate Middleton Bantu Tiga Anaknya Berkabung atas Pangeran Philip

Begini Cara Pangeran William dan Kate Middleton Bantu Tiga Anaknya Berkabung atas Pangeran Philip

Global
Penerima Vaksin Pfizer Mungkin Butuh Dosis Ketiga Setelah 6-12 Bulan

Penerima Vaksin Pfizer Mungkin Butuh Dosis Ketiga Setelah 6-12 Bulan

Global
Rusia Blokir Laut Hitam, NATO Tak Terima

Rusia Blokir Laut Hitam, NATO Tak Terima

Global
Pelaku Penembakan Indianapolis Mantan Pegawai FedEx, Bermotif Rasial atau Etnik

Pelaku Penembakan Indianapolis Mantan Pegawai FedEx, Bermotif Rasial atau Etnik

Global
Persiapan Pemakaman Pangeran Philip: William-Harry Dipisah, Ratu Duduk Sendiri

Persiapan Pemakaman Pangeran Philip: William-Harry Dipisah, Ratu Duduk Sendiri

Global
Pihak Berwenang AS Sudah Diperingatkan Soal Potensi Serangan Pelaku Penembakan Indianapolis Tahun Lalu

Pihak Berwenang AS Sudah Diperingatkan Soal Potensi Serangan Pelaku Penembakan Indianapolis Tahun Lalu

Global
Penembakan Indianapolis: Gedung Putih Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Penembakan Indianapolis: Gedung Putih Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Global
komentar
Close Ads X