Kompas.com - 11/06/2020, 15:00 WIB
Seorang lelaki memegang plakat Stop Killing Black People ketika memprotes di dekat daerah tempat seorang petugas Kepolisian Minneapolis yang diduga membunuh George Floyd, pada 26 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat. AFP/KEREM YUCELSeorang lelaki memegang plakat Stop Killing Black People ketika memprotes di dekat daerah tempat seorang petugas Kepolisian Minneapolis yang diduga membunuh George Floyd, pada 26 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

CANBERRA, KOMPAS.com - Pada Kamis (11/6/2020) Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, para demonstran Black Lives Matter di negaranya semestinya dihukum karena telah melanggar aturan lockdown akibat virus corona.

Pernyataannya itu memicu kemarahan, termasuk klaimnya bahwa perbudakan tidak pernah ada di negeri Kangguru.

Puluhan ribu warga Australia melakukan demonstrasi pekan ini melawan rasisme sistemik di rumah dan di Amerika Serikat serta banyak pendemo yang berencana untuk lakukan aksi unjuk rasa pada hari-hari mendatang.

Baca juga: Akibat Insiden Rasialis, China Peringatkan Pelajarnya Sebelum Pilih Studi ke Australia

Para kritikus menyerukan agar pawai dilarang dengan alasan keselamatan kesehatan, memicu debat kebebasan berpendapat dan sejarah kolonial di masa lalu.

Pemimpin konservatif Scott Morrison mengatakan para pendemo melanggar aturan social distancing dan menghambat pencabutan aturan lockdown akibat virus corona, yang mana hal itu membahayakan perekonomian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika ditanya selama wawancara radio tentang apakah para pendemo harus dituntut, dia menjawab, "Saya pikir iya."

Baca juga: Polisi Australia Penendang Remaja Aborigin Disebut Alami Hari yang Buruk Saat Peristiwa Terjadi

"Saya pikir, orang-orang yang ingin melanjutkan ini di akhir pekan nanti menunjukkan rasa tidak hormat yang besar pada sesama warga Australia," katanya setelah negara bagian Victoria melaporkan seorang demonstran di Melbourne positif terjangkit virus corona.

Gerakan Black Lives Matter telah bergaung dengan kuat di banyak tempat di Australia, sebuah negara yang juga bergulat dengan warisan masa lalu yang rasis.

Selama wawancara, Morrison memuji penjelajah Inggris, Kapten James Cook dan mengklaim bahwa tidak ada perbudakan di Australia.

Baca juga: Suku Aborigin di Australia Masih Bebas Virus Corona, Apa Rahasianya?

Pernyataan itu jelas ditolak mentah-mentah oleh para sejarawan dan aktivis, yang menunjuk pada bukti para pekerja Aborigin yang terikat kontrak dan ribuan budak yang diambil dari pulau-pulau Pasifik untuk bekerja di perkebunan tebu Australia.

Warga Aborigin Australia mendominasi populasi penjara, dan ada lebih dari 400 kematian penduduk asli di dalam tahanan dalam beberapa dekade terakhir saja.

Morrison tidak mengelaborasikan tuntutan apa yang akan dihadapi para pendemo namun pihak berwenang telah memperingatkan setidaknya akan mengeluarkan denda bagi pelanggar aturan lockdown yang melakukan perkumpulan publik.

Baca juga: Warga Australia Asal China Jadi Sasaran Serangan Rasial di Melbourne

Sementara itu diketahui Australia telah memiliki kasus penularan rendah yang terus bertahan di tengah masyarakat mereka dan hanya sedikit kasus infeksi Covid-19 yang ada tiap harinya.

Saat ini, restoran, bar, dan sekolah-sekolah telah dibuka. Begitu pun tempat olah raga meski aturan social distancing masih ketat diterapkan.

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemimpin Junta Militer Myanmar Ambil Alih Jabatan Perdana Menteri

Pemimpin Junta Militer Myanmar Ambil Alih Jabatan Perdana Menteri

Global
Pria yang Perintahkan Pesawat Ryanair Mendarat di Belarus Ini Menghilang Misterius

Pria yang Perintahkan Pesawat Ryanair Mendarat di Belarus Ini Menghilang Misterius

Global
Kisah Kevin Cordon, Pebulu Tangkis Guatemala yang Tak Pernah Ditonton Orangtuanya

Kisah Kevin Cordon, Pebulu Tangkis Guatemala yang Tak Pernah Ditonton Orangtuanya

Global
Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Global
Iran Bantah Jadi Pelaku Serangan Kapal Tanker Minyak Seperti yang Dituduhkan Israel

Iran Bantah Jadi Pelaku Serangan Kapal Tanker Minyak Seperti yang Dituduhkan Israel

Global
Mesin Rusak, Jet Tempur Su-35S Milik Rusia Jatuh di Laut

Mesin Rusak, Jet Tempur Su-35S Milik Rusia Jatuh di Laut

Global
Sebut Lawannya dari Iran Teroris, Atlet Korea Selatan Ini Minta Maaf

Sebut Lawannya dari Iran Teroris, Atlet Korea Selatan Ini Minta Maaf

Global
Israel Berusaha Ciptakan Terobosan Vaksin Covid-19 Oral, Apa Alasannya?

Israel Berusaha Ciptakan Terobosan Vaksin Covid-19 Oral, Apa Alasannya?

Global
5 Smash Tercepat di Dunia Badminton, Ada yang Nyaris 500 Km/Jam

5 Smash Tercepat di Dunia Badminton, Ada yang Nyaris 500 Km/Jam

Internasional
Taliban Serang Bandara Kandahar di Afghanistan dengan Roket

Taliban Serang Bandara Kandahar di Afghanistan dengan Roket

Global
Pelatih Renang Australia Ini Berselebrasi Heboh, Relawan Olimpiade Tokyo Ketakutan

Pelatih Renang Australia Ini Berselebrasi Heboh, Relawan Olimpiade Tokyo Ketakutan

Global
Ketatnya Lockdown Covid-19 di Australia, Kerahkan Militer dan Helikopter Terapkan Sanksi Jutaan

Ketatnya Lockdown Covid-19 di Australia, Kerahkan Militer dan Helikopter Terapkan Sanksi Jutaan

Global
An San, Pemanah Korea Selatan di Olimpiade Tokyo, Berjuang Lawan Seksisme Negaranya Sendiri

An San, Pemanah Korea Selatan di Olimpiade Tokyo, Berjuang Lawan Seksisme Negaranya Sendiri

Global
Tanah Longsor di Colorado, Lebih dari 100 Orang Terjebak di Jalanan Berlumpur

Tanah Longsor di Colorado, Lebih dari 100 Orang Terjebak di Jalanan Berlumpur

Global
Xi Jinping Desak China Persiapkan Militer di Tengah Kekhawatiran Keamanan Afghanistan

Xi Jinping Desak China Persiapkan Militer di Tengah Kekhawatiran Keamanan Afghanistan

Global
komentar
Close Ads X