"Tolong Bilang Keluargaku, Aku Minta Maaf, Aku Tidak Bisa Kembali ke Hong Kong"

Kompas.com - 11/06/2020, 12:06 WIB
Seorang demonstran pro-demokrasi Hong Kong membawa bendera bertuliskan Kemerdekaan Hong Kong, dalam gelombang protes menentang UU Keamanan Nasional yang hendak diterapkan China. Foto diambil pada 24 Mei 2020. REUTERS/TYRONE SIUSeorang demonstran pro-demokrasi Hong Kong membawa bendera bertuliskan Kemerdekaan Hong Kong, dalam gelombang protes menentang UU Keamanan Nasional yang hendak diterapkan China. Foto diambil pada 24 Mei 2020.

Beberapa dari mereka kabur dari Hong Kong setelah didakwa. Lainnya kabur dengan uang jaminan saat ditahan, takut akan dibawa ke pengadilan.

Ada pun menurut orang-orang yang membantu mereka pergi, antara puluhan sampai 100 warga Hong Kong di Taiwan, beberapa masuk dengan visa turis seperti Chan sementara lainnya mendapat izin kerja.

Sebelum tahun lalu, menurut Chan, dia bukanlah seorang aktivis yang setia. Dia kadang mengambil peran dalam pawai tahunan 1 Juli tapi hampir tidak pernah menghadiri peringatan 4 Juni, yaitu peringatan penumpasan Lapangan Tiananmen 1989 di Beijing.

Baca juga: Dituntut Taiwan Minta Maaf soal Tragedi Tiananmen, China: Omong Kosong

Dia tidak punya perasaan anti-daratan utama China yang kuat, dia bahkan sesekali pergi ke Shenzhen bersama teman-temannya.

Namun tahun lalu, ketika pemerintah Hong Kong memperkenalkan RUU ekstradisi yang bisa mengirim pelaku kriminal ke daratan utama China dan aturan yurisdiksi lain yang tidak ada pengaturan pertukarannya, dia tidak hanya bergabung dengan protes tapi juga mendukung penggunaan kekerasan.

Meski RUU ditarik, protes masih berlanjut hingga paruh kedua tahun lalu. Kaum radikal bermasker merusak properti dan melempar bom berisi cairan bensin juga batu bata ke polisi yang merespons dengan gas air mata dan senjata pembubaran massa lainnya.

Baca juga: China Sebut Demonstran Hong Kong Teroris dan Pembuat Onar

"RUU ekstradisi itu keterlaluan," ujar Chan. "Saya khawatir orang akan dikirim ke daratan China dengan dakwaan rendah, saya hanya tidak percaya dengan sistem hukum di daratan China."

Dia mulai menghadiri protes secara teratur sejak 11 Juni ketika para demonstran berkumpul di markas pemerintah di Admiralty dan berada di luar Dewan Legislatif pada hari berikutnya saat polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Chan mengatakan dirinya sedang berlibur dan keluar dari Hong Kong ketika polisi muncul suatu hari di rumahnya setelah tengah malam, polisi mencarinya.

Baca juga: Jika China Terapkan UU Keamanan, Inggris Siap Tampung 3 Juta Warga Hong Kong

"Keluarga saya terkejut. Mereka tahu saya ambil peran dalam gerakan ini tapi tidak tahu saya sangat terlibat," katanya.

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tantang Raja Thailand, Pengunjuk Rasa Pasang Plakat 'Negara Milik Rakyat'

Tantang Raja Thailand, Pengunjuk Rasa Pasang Plakat "Negara Milik Rakyat"

Global
Pembicaraan Damai Masih Berlangsung, Markas Taliban Digempur Serangan Udara

Pembicaraan Damai Masih Berlangsung, Markas Taliban Digempur Serangan Udara

Global
[UNIK GLOBAL] Payudara Putranya Membesar, Sang Ibu Galang Donasi | Rambut Abraham Lincoln Terjual Setara 1 Mobil Alphard

[UNIK GLOBAL] Payudara Putranya Membesar, Sang Ibu Galang Donasi | Rambut Abraham Lincoln Terjual Setara 1 Mobil Alphard

Global
7 Jam Menghilang Bocah 3 Tahun Ditemukan Tidur di Padang Rumput

7 Jam Menghilang Bocah 3 Tahun Ditemukan Tidur di Padang Rumput

Global
Seorang Pendeta Mengaku Lakukan Misi FBI Mengusir Setan Saat Didakwa Lecehkan Bocah Laki-laki

Seorang Pendeta Mengaku Lakukan Misi FBI Mengusir Setan Saat Didakwa Lecehkan Bocah Laki-laki

Global
Jadi Tahanan akibat Kasus Pemerkosaan, Gelar Kehormatan Inggris Harvey Weinstein Dicabut

Jadi Tahanan akibat Kasus Pemerkosaan, Gelar Kehormatan Inggris Harvey Weinstein Dicabut

Global
Bagikan Foto Hitler dan Simbol Nazi, Puluhan Polisi Jerman Kena Skors

Bagikan Foto Hitler dan Simbol Nazi, Puluhan Polisi Jerman Kena Skors

Global
Orang Kulit Hitam Sering Jadi Korban, Larangan Pakai 'Saggy Pants' Akan Dicabut

Orang Kulit Hitam Sering Jadi Korban, Larangan Pakai "Saggy Pants" Akan Dicabut

Global
Tidak Dilayani, Seorang Wanita Kelaparan di KFC California Ngamuk

Tidak Dilayani, Seorang Wanita Kelaparan di KFC California Ngamuk

Global
Heboh Sales Wanita Dipecat karena Baju Tembus Pandang, Begini Respons Dealer Honda

Heboh Sales Wanita Dipecat karena Baju Tembus Pandang, Begini Respons Dealer Honda

Global
Hina Erdogan, Situs Web Media Yunani Diretas Hacker

Hina Erdogan, Situs Web Media Yunani Diretas Hacker

Global
Kronologi Sales Honda Dipecat karena Baju Tembus Pandang, Pegawai Pria Tak Nyaman

Kronologi Sales Honda Dipecat karena Baju Tembus Pandang, Pegawai Pria Tak Nyaman

Global
Bela Diri, Wanita Ini Gigit Testis Pria Penyerangnya sampai Putus

Bela Diri, Wanita Ini Gigit Testis Pria Penyerangnya sampai Putus

Global
Merasa Dirinya seperti Hitler, Rapper Ini Rilis Album Sarat Konspirasi

Merasa Dirinya seperti Hitler, Rapper Ini Rilis Album Sarat Konspirasi

Global
Pasutri Ditipu Lowongan Pekerjaan, Suami Disandera dan Istri Diperkosa

Pasutri Ditipu Lowongan Pekerjaan, Suami Disandera dan Istri Diperkosa

Global
komentar
Close Ads X