"Tolong Bilang Keluargaku, Aku Minta Maaf, Aku Tidak Bisa Kembali ke Hong Kong"

Kompas.com - 11/06/2020, 12:06 WIB
Seorang demonstran pro-demokrasi Hong Kong membawa bendera bertuliskan Kemerdekaan Hong Kong, dalam gelombang protes menentang UU Keamanan Nasional yang hendak diterapkan China. Foto diambil pada 24 Mei 2020. REUTERS/TYRONE SIUSeorang demonstran pro-demokrasi Hong Kong membawa bendera bertuliskan Kemerdekaan Hong Kong, dalam gelombang protes menentang UU Keamanan Nasional yang hendak diterapkan China. Foto diambil pada 24 Mei 2020.

KOMPAS.com - Jack Chan (bukan nama sebenarnya) masih berusia 20 tahun. Dia merupakan satu dari 200 demonstran Hong Kong yang dipercaya kabur ke Taiwan setelah kerusuhan sosial terjadi pada Juni tahun lalu.

Chan juga dipercaya terlibat atas pelanggaran serius yang terjadi selama demonstrasi. Ketika Hong Kong menandai satu tahun gerakan anti-pemerintah yang dimulai tahun lalu, South China Morning Post menganalisis tentang nasib para demonstran ini.

Jack Chan, sebagaimana dalam wawancaranya dengan SCMP, duduk di flat-nya di Taipei yang dia bagikan dengan tujuh warga Hong Kong lainnya. Semuanya adalah demonstran dalam protes anti-pemerintah tahun lalu.

Baca juga: Es Krim Rasa Gas Air Mata di Hong Kong

Chan melarikan diri ke Taiwan setelah polisi Hong Kong mulai mencarinya atas keterlibatannya dalam pelanggaran serius selama protes.

Dia menolak untuk mengatakan apa yang telah dia lakukan, tapi dia mengaku mendukung cara-cara kekerasan karena protes damai terbukti sia-sia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya ingin mengatakan pada keluarga saya, saya minta maaf atas semua masalah yang melibatkan mereka. Mereka tidak pernah menghardik saya, tapi sangat khawatir dengan saya," ujar Chan.

Baca juga: RUU Keamanan Nasional Hong Kong Tuai Kontroversi, Apa Sebabnya?

Sehari-hari dia harus memenuhi kebutuhan hidup sekitar 100 dollar AS per minggu (setara dengan Rp 1,4 juta) dari pekerjaan sambilan.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya 10 tahun ke depan. Saya tidak bisa berpikir sejauh itu."

Yang dia tahu, dia tidak akan pernah kembali ke Hong Kong karena dia takut ditahan jika menapakkan kaki di sana.

Sekitar 200 demonstran Hong Kong diyakini kabur ke Taiwan setelah kerusuhan sosial meletus pada Juni tahun lalu.

Baca juga: China Disebut Khianati Hong Kong Lewat UU Keamanan Nasional

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.