Setelah Dipecat, Mahathir Gugat Muhyiddin di Pengadilan Tinggi

Kompas.com - 10/06/2020, 13:44 WIB
Mahathir Mohamad memakai masker saat menghadiri konferensi persi di Putrajaya, Malaysia, 18 Mei 2020. REUTERS/LIM HUEY TENGMahathir Mohamad memakai masker saat menghadiri konferensi persi di Putrajaya, Malaysia, 18 Mei 2020.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Dr Mahathir Mohammad, mantan Perdana Menteri Malaysia beserta empat anggota parlemen lainnya melayangkan gugatan untuk menantang Muhyiddin Yassin dan kubunya.

Gugatan itu dilakukan karena pihak Bersatu telah memutus keanggotaan dan peran kepemimpinan mereka secara efektif hampir dua pekan lalu, selain juga menuntut kompensasi.

Di dalam gugatan mereka yang menuntut 26 perintah pengadilan sebagaimana dilansir Malay Mail, Dr Mahathir dan kubunya menginginkan pengadilan mendeklarasikan bahwa Presiden Bersatu, Muhyiddin Yassin tidak lagi bertindak sebagai pemimpin partai, dan penunjukkan Hamzah Zainuddin sebagai sekretaris jenderal partai Bersatu tidaklah sah. 

Baca juga: Ditanya Apa Punya Masalah dengan Anwar Ibrahim, Mahathir: Tanya Sendiri ke Dia

Gugatan itu dilayangkan Selasa sore (9/6/2020) di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur. Selain Mahathir yang mengajukan gugatan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Partai Bersatu, empat anggota parlemen yang ikut melayangkan gugatan di antaranya Mukhriz Mahathir selaku wakil presiden partai, Syed Saddiq Abdul Rahman selaku ketua pemuda partai, Maszlee Malik dan Amiruddin Hamzah.

Bersama Mahathir, mereka berlima bersikeras bahwa mereka masih berada di dalam keanggotaan Bersatu meski partai itu telah mengeluarkan mereka pada 28 Mei lalu.

Dua lainnya yang terdaftar telah mengajukan gugatan adalah Marzuki Yahya yang dikatakan Partai Bersatu tidak lagi bertindak sebagai sekretaris jenderal meski desakan dirinya akan statusnya di partai itu terus berlanjut.

Baca juga: Menuju Pertarungan Terakhir Mahathir Mohamad

Juga partai Bersatu itu sendiri yang menurut enam orang tersebut membawa gugatan melalui mereka.

Ada pun empat orang yang dituntut Mahathir dan kubunya itu adalah Muhyiddin Yassin, Hamzah, Muhammad Suhaimi Yahya (yang beri surat pemberhentian untuk Mahathir dan empat kawannya) dan Masyati Abang Ibrahim.

Baca juga: Mahathir Janji akan Tantang Keputusan Pemecatan dari Muhyiddin

Apa yang sebenarnya diinginkan Mahathir dan kubunya?

Dalam 61 halaman klaim pernyataannya, Dr Mahathir dan kuburnya mendaftar 26 perintah pengadilan yang mereka tuntut dari pengadilan.

Di antaranya termasuk menuntut pengadilan mendeklarasikan bahwa Dr Mahathir adalah anggota sah dan ketua partai Bersatu yang telah memenangkan jabatan kedua dengan telak dalam pemilihan partai.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspadai Disinformasi Covid-19 dapat Berakibat Kematian

Waspadai Disinformasi Covid-19 dapat Berakibat Kematian

Global
Trump Sebut 'Flu Spanyol 1917' yang Hentikan Perang Dunia II

Trump Sebut "Flu Spanyol 1917" yang Hentikan Perang Dunia II

Global
Cabut Hak Istimewa, AS Labeli Barang Impor dari Hong Kong 'Made in China'

Cabut Hak Istimewa, AS Labeli Barang Impor dari Hong Kong "Made in China"

Global
Rayakan Ultah Ke-103 Tahun, Nenek Ini Bikin Tato Pertamanya

Rayakan Ultah Ke-103 Tahun, Nenek Ini Bikin Tato Pertamanya

Global
Kunci Pas 6 Inci Menancap di Kepalanya, Pria Ini Selamat

Kunci Pas 6 Inci Menancap di Kepalanya, Pria Ini Selamat

Global
KJRI Hamburg Jalin Kerja Sama Pemerintah Setempat untuk Pemulihan Ekonomi di Masa Covid-19

KJRI Hamburg Jalin Kerja Sama Pemerintah Setempat untuk Pemulihan Ekonomi di Masa Covid-19

Global
Pilpres Belarusia Ricuh, Capres sampai Kabur ke Negara Tetangga

Pilpres Belarusia Ricuh, Capres sampai Kabur ke Negara Tetangga

Global
Bertaruh Nyawa Selamatkan Anaknya di Laut, Seorang Ibu Tewas

Bertaruh Nyawa Selamatkan Anaknya di Laut, Seorang Ibu Tewas

Global
Tak ke Bunker Saat Terjadi Penembakan, Trump Diungsikan ke Mana?

Tak ke Bunker Saat Terjadi Penembakan, Trump Diungsikan ke Mana?

Global
Didesak China, Taiwan Khawatir Nasibnya akan Sama Seperti Hong Kong

Didesak China, Taiwan Khawatir Nasibnya akan Sama Seperti Hong Kong

Global
Wilayah Utara Australia Ditutup hingga 2022 untuk Melindungi Populasi Aborigin dari Covid-19

Wilayah Utara Australia Ditutup hingga 2022 untuk Melindungi Populasi Aborigin dari Covid-19

Global
Duterte Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 dari Rusia

Duterte Siap Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 dari Rusia

Global
Di Finlandia, Orang yang Datang dari 'Negara Berisiko' Covid-19 Wajib Karantina, Jika Tidak Terancam Penjara

Di Finlandia, Orang yang Datang dari "Negara Berisiko" Covid-19 Wajib Karantina, Jika Tidak Terancam Penjara

Global
Kronologi 10 Bulan Krisis Lebanon: Ekonomi Kolaps, Demo Besar, dan Mundurnya Para Menteri

Kronologi 10 Bulan Krisis Lebanon: Ekonomi Kolaps, Demo Besar, dan Mundurnya Para Menteri

Global
Demo juga Pecah di AS, Tuntut Konjen dan Pemerintah Lebanon Mundur

Demo juga Pecah di AS, Tuntut Konjen dan Pemerintah Lebanon Mundur

Global
komentar
Close Ads X