Setahun Berlalu, Bekas Demo Pro-demokrasi Hong Kong Masih Terasa

Kompas.com - 09/06/2020, 15:46 WIB
Seorang demonstran menempelkan poster di tembok dukungan gerakan demokrasi atau Lennon Wall yang ada di Hong Kong. AFP / NICOLAS ASFOURISeorang demonstran menempelkan poster di tembok dukungan gerakan demokrasi atau Lennon Wall yang ada di Hong Kong.

Banyak perusahaan dan bisnis milik China yang dianggap pro-Beijing tetap memasang pelindung kayu di depan tokonya, setelah puluhan toko dihancurkan oleh pengunjuk rasa.

Baca juga: China Disebut Khianati Hong Kong Lewat UU Keamanan Nasional

Saksi bisu bernama Lennon Wall

Di seluruh penjuru kota, paving yang dicabuti untuk dilemparkan ke polisi atau memaksa mundur mereka. Bongkahan paving itu dulu ditulisi kata-kata anti pemerintah.

Saat itu, banyak jembatan penyeberangan di jalan-jalan menjadi tempat pelemparan benda-benda dari atas.

"Sepanjang demonstrasi 2019, pengunjuk rasa 'mendekonstruksi' kota, merusak infrastruktur kota untuk mendukung protes mereka," terang Antony Dapiran seorang pengacara Hong Kong yang menulis buku tentang gerakan protes itu.

"Pemerintah Hong Kong, ketika mengetahui taktik demonstran, mulai mengambil tindakan balasan," lanjutnya dikutip dari AFP.

Baca juga: Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut

Selama berbulan-bulan, sebagian besar jalanan dipasangi penghalang. Namun, para pengunjuk rasa semakin jago membongkar penghalang itu dengan kunci pas dan bor.

Beberapa pekan terakhir penghalang baru dipasangi. Sementara itu "Lennon Walls" masih berdiri dengan poster-poster pro-demokrasi dan tulisan anti-pemerintah.

Beberapa tembok telah dipoles dan dicat ulang, tetapi Dapiran mengingatkan memoles ingatan orang akan jauh lebih sulit.

"Lennon Wall diubah dari sebuah situs menjadi sebuah ide, instrumen, dan ekspresi protes, dan sebagai hasilnya secara signifikan lebih kuat serta bertahan lama - dan, pada akhirnya, tidak bisa dihancurkan," katanya.

Baca juga: Inggris Tawarkan Suaka bagi Warga Hong Kong, Begini Peringatan China

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Global
WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

Global
Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Global
Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Global
Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Global
Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Global
Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Global
Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Global
Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Global
Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Global
Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Global
Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Global
Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Global
WHO Bakal Luncurkan 120 Juta Rapid Test Covid-19 ke Negara Miskin

WHO Bakal Luncurkan 120 Juta Rapid Test Covid-19 ke Negara Miskin

Global
Korut Langgar Sanksi PBB, Eks Pemain Juventus Terseret

Korut Langgar Sanksi PBB, Eks Pemain Juventus Terseret

Global
komentar
Close Ads X