Patung Edward Colston Dirobohkan, Pendapat Warga Inggris Terbelah

Kompas.com - 09/06/2020, 09:16 WIB
Demonstran membuang patung Edward Colston di pelabuhan Bristol, dalam lanjutan demonstrasi Black Lives Matter di Inggris, Minggu (7/6/2020). Demonstrasi ini dipicu oleh tewasnya pria keturunan Afrika-Amerika George Floyd, yang lehernya ditindih lutut polisi selama hampir 9 menit di Minneapolis, Amerika Serikat, 25 Mei 2020. Kematiannya yang mengenaskan memicu rangkaian demonstrasi besar, tidak hanya di hampir seluruh penjuru AS tapi juga negara-negara lain. AP/BEN BIRCHALLDemonstran membuang patung Edward Colston di pelabuhan Bristol, dalam lanjutan demonstrasi Black Lives Matter di Inggris, Minggu (7/6/2020). Demonstrasi ini dipicu oleh tewasnya pria keturunan Afrika-Amerika George Floyd, yang lehernya ditindih lutut polisi selama hampir 9 menit di Minneapolis, Amerika Serikat, 25 Mei 2020. Kematiannya yang mengenaskan memicu rangkaian demonstrasi besar, tidak hanya di hampir seluruh penjuru AS tapi juga negara-negara lain.

BRISTOL, KOMPAS.com - Para politisi Inggris mengecam perobohan patung penjual budak Edward Colston, tetapi sebuah badan warisan terkemuka mengatakan patung itu tidak perlu dikembalikan.

Demonstran merobohkan patung perunggu Edward Colston setinggi 5,5 meter di kota Bristol, Inggris, lalu melemparnya ke sungai pelabuhan pada Minggu (7/6/2020).

Demonstrasi ini termasuk rangkaian dari protes besar atas kematian pria keturunan Afrika-Amerika, George Floyd, yang lehernya ditindih lutut polisi.

Baca juga: Demo Besar di Inggris, Patung Edward Colston Dibuang ke Sungai, Apa Sebabnya?

Sebagian besar unjuk rasa berlangsung damai, tetapi tidak sedikit pula yang berlangsung ricuh. Termasuk di London, di mana patung pemimpin Perang Dunia II Winston Churchill di Parliament Square dirusak massa.

Perdana Menteri Boris Johnson mengecam aksi anarkis itu sebagai "pengkhianatan terhadap tujuan sebenarnya."

Menteri Dalam Negeri Priti Patel kemudian berujar, penggulingan patung di Bristol ini "benar-benar memalukan" dan salah seorang menterinya, Kit Malthaouse, mengatakan tuntutan pidana harus diajukan.

Keir Starmer pemimpin oposisi utama Partai Buruh mengatakan, "benar-benar salah" menjatuhkan patung dengan cara itu.

Namun dia menambahkan, mengingat peran Colston sebagai pejabat tinggi Royal African Company pada akhir abad ke-17, patung itu seharusnya "sudah lama dicopot" dan dimasukkan ke museum.

"Ini adalah seorang pria yang bertanggung jawab atas 100.000 orang yang dipindahkan dari Afrika ke Karibia sebagai budak, termasuk wanita dan anak-anak yang dadanya dicap dengan nama perusahaan yang dia kelola," tutur Starmer kepada radio LBC.

Baca juga: [KUTIPAN TOKOH DUNIA] Winston Churchill, PM Inggris di Perang Dunia II

Lalu pembalap ternama Formula 1 Lewis Hamilton mendukung aksi itu dengan menulis di Instagram, "ROBOHKAN MEREKA SEMUA, di mana pun."

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perang Azerbaijan-Armenia di Nagorny Karabakh Masuki Hari Kedua, 39 Orang Tewas

Perang Azerbaijan-Armenia di Nagorny Karabakh Masuki Hari Kedua, 39 Orang Tewas

Global
Diguncang Aksi Protes, Presiden Mesir Peringatkan Gangguan Stabilitas Nasional

Diguncang Aksi Protes, Presiden Mesir Peringatkan Gangguan Stabilitas Nasional

Global
KTT G20 Akan Digelar Virtual November, Arab Saudi Tuan Rumahnya

KTT G20 Akan Digelar Virtual November, Arab Saudi Tuan Rumahnya

Global
Perang Azerbaijan-Armenia, PM Nikol Pashinyan: Campur Tangan Turki Akan Ciptakan Ketidakstabilan

Perang Azerbaijan-Armenia, PM Nikol Pashinyan: Campur Tangan Turki Akan Ciptakan Ketidakstabilan

Global
Alasan Trump Masih 'Ngotot' Minta Biden Tes Narkoba Jelang Debat Capres Pertama

Alasan Trump Masih "Ngotot" Minta Biden Tes Narkoba Jelang Debat Capres Pertama

Global
Sebelum Dibunuh, Pejabat Korsel Coba Diselamatkan oleh Tentara Korut

Sebelum Dibunuh, Pejabat Korsel Coba Diselamatkan oleh Tentara Korut

Global
Pengangguran di Australia: 6.000 Orang Melamar Jadi Pencuci Piring

Pengangguran di Australia: 6.000 Orang Melamar Jadi Pencuci Piring

Global
Busana Indonesia Karya Maquinn Couture Pukau 170 Tamu Undangan Milan Fashion Week

Busana Indonesia Karya Maquinn Couture Pukau 170 Tamu Undangan Milan Fashion Week

Global
Dicalonkan Trump Jadi Hakim Agung, Siapa Amy Coney Barrett?

Dicalonkan Trump Jadi Hakim Agung, Siapa Amy Coney Barrett?

Global
Diserang Gorila, Pawang Kebun Binatang di Spanyol Terluka Parah

Diserang Gorila, Pawang Kebun Binatang di Spanyol Terluka Parah

Global
Presiden Azerbaijan: Armenia Menembaki Permukiman dan Pangkalan Militer Kami

Presiden Azerbaijan: Armenia Menembaki Permukiman dan Pangkalan Militer Kami

Global
Konflik Azerbaijan-Armenia, Negara di Timur Tengah dan Asia Suarakan Keprihatinan

Konflik Azerbaijan-Armenia, Negara di Timur Tengah dan Asia Suarakan Keprihatinan

Global
Dubes Lutfi Ajak Warga Indonesia di AS jadi Duta Bangsa

Dubes Lutfi Ajak Warga Indonesia di AS jadi Duta Bangsa

Global
Pimpin Doa Angelus, Paus Fransiskus Doakan Perdamaian untuk Wilayah Kaukasus

Pimpin Doa Angelus, Paus Fransiskus Doakan Perdamaian untuk Wilayah Kaukasus

Global
Jelang Debat Pertama, Trump Dituduh Hanya Bayar Sedikit Pajak

Jelang Debat Pertama, Trump Dituduh Hanya Bayar Sedikit Pajak

Global
komentar
Close Ads X