Kasus George Floyd, Kenapa Polisi AS Jarang Dinyatakan Bersalah dalam Tuduhan Pembunuhan?

Kompas.com - 06/06/2020, 15:03 WIB
Perlindungan hukum terhadap penuntutan bagi polisi merupakan topik yang kontroversial di Amerika Serikat. AFP via BBC INDONESIAPerlindungan hukum terhadap penuntutan bagi polisi merupakan topik yang kontroversial di Amerika Serikat.

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Diperkirakan kepolisian membunuh sekitar 1.200 orang setiap tahun di Amerika Serikat, tetapi sekitar 99 persen dari kasus yang terjadi, tak ada yang didakwa bersalah.

Di tengah tekanan masyarakat, demonstrasi, dan penjarahan menyusul kematian George Floyd di tangan kepolisian Minnesota, kali ini ada dakwaan.

Salah seorang polisi, Derek Chauvin, menghadapi beberapa dakwaan, termasuk pembunuhan tingkat kedua.

Ia menindih leher Floyd dengan lututnya selama hampir sembilan menit, sebelum Floyd mengembuskan napas terakhir di kota Minneapolis pada 25 Mei.

Tiga polisi lainnya yang berada di tempat kejadian perkara dikenai dakwaan membantu dan mendorong kejahatan. Keempat polisi itu terancam hukuman penjara maksimal 40 tahun.

Baca juga: Derek Chauvin, Eks Polisi Pembunuh George Floyd, Terancam Dipenjara 40 Tahun

Para demonstran berharap kematian Floyd akan mendorong perubahan besar-besaran tentang bagaimana hukum menempatkan polisi yang diduga membunuh ketika bertugas, karena kasus ini adalah pengecualian dari peraturan yang ada.

Tapi sesuai dengan Undang-undang Amerika Serikat ( AS), polisi mendapat perlindungan hukum secara khusus dari tuntutan pidana maupun sipil.

Kematian George Floyd menyulut demonstrasi yang diwarnai kekerasan di AS.AFP via BBC INDONESIA Kematian George Floyd menyulut demonstrasi yang diwarnai kekerasan di AS.
Tuntutan pidana "sangat jarang"

Proyek Mapping Police Violence mencatat 7.666 pembunuhan oleh polisi yang diketahui antara 2013 hingga 2019 - atau sekitar 92 persen pembunuhan, kata para aktivis.

Hanya 99 kasus sampai pada tahap dakwaan atau hanya sekitar 1,3 persen, dan hanya 25 di antaranya sampai pada tahap putusan bersalah.

Clark Neily, wakil presiden Criminal Justice di Cato Institute, Washington, mengatakan kepada BBC bahwa "sangat jarang" bagi penuntut untuk mengajukan dakwaan pidana kepada anggota kepolisian, seperti yang terjadi dalam kasus Floyd ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X