Usai Kematian George Floyd, Juragan Toko Tak Mau Panggil Polisi Lagi

Kompas.com - 04/06/2020, 21:42 WIB
Mahmoud Abumayyaleh (kiri) penjaga toko Cup Foods, lokasi di mana George Floyd membeli rokok sebelum tewas akibat lehernya ditindih lutut polisi. FACEBOOK MAHMOUD ABUMAYYALEHMahmoud Abumayyaleh (kiri) penjaga toko Cup Foods, lokasi di mana George Floyd membeli rokok sebelum tewas akibat lehernya ditindih lutut polisi.

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Juragan toko di mana George Floyd membeli rokok sebelum ia tewas mengenaskan, mengatakan tidak mau memanggil polisi lagi.

Menurutnya, ia tidak akan bekerja sama dengan polisi lagi karena "selalu lebih membahayakan ketimbang membantu."

Dilansir dari Daily Mail Selasa (2/6/2020), Mahmoud Abumayyaleh pemilik toko kelontong Cup Foods berkata, dia dan keluarganya "sangat sedih karena menjadi bagian dari tragedi ini."

Pria itu berujar, kejadian tersebut seharusnya "mengajarkan kita semua pelajaran penting berurusan dengan polisi."

Baca juga: Dilarang Berlutut Saat Demo George Floyd, Polisi di Oklahoma Mundur

Floyd tewas di luar toko Cup Foods pada 25 Mei, setelah diduga menggunakan uang kertas palsu senilai 20 dollar AS (Rp 282.000) untuk membeli rokok. Penjaga toko lalu memanggil polisi.

Derek Chauvin, polisi yang menanggapi panggilan itu, kemudian membekuk Floyd menindih lehernya dengan lutut selama hampir 9 menit. Di trotoar itulah nyawa Floyd melayang.

"Tidak ada pembenaran untuk penggunaan kekuatan ceroboh yang ditunjukkan oleh polisi yang membunuh George Floyd," tulis Abumayyaleh di Facebook.

Saat insiden Floyd terjadi, Abumayyaleh tidak ada di toko yang telah dimiliki oleh keluarganya selama 31 tahun itu.

Keponakannya sempat meneriaki polisi saat mereka menindih Floyd, tetapi dia langsung dijauhkan dari TKP.

Baca juga: Dua Polisi Tertembak dan Satu Ditusuk di Leher Saat Demo George Floyd

"Terlepas dari kenyataan bahwa George tidak melawan penangkapan, polisi melanjutkan dan akhirnya mengakhiri hidup Floyd karena dugaan uang palsu," tulisnya.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X