Dua Polisi Tertembak dan Satu Ditusuk di Leher Saat Demo George Floyd

Kompas.com - 04/06/2020, 19:33 WIB
Ratusan orang berkumpul memblokir jalan saat mengikuti demonstrasi menentang kematian George Floyd, di depan Kedutaan Besar AS di London, Inggris, Minggu (31/5/2020). Kematian George Floyd setelah lehernya ditindih lutut polisi berkulit putih di Minneapolis, AS, turut menimbulkan reaksi keras dari banyak orang di berbagai negara. AFP/JUSTIN TALLISRatusan orang berkumpul memblokir jalan saat mengikuti demonstrasi menentang kematian George Floyd, di depan Kedutaan Besar AS di London, Inggris, Minggu (31/5/2020). Kematian George Floyd setelah lehernya ditindih lutut polisi berkulit putih di Minneapolis, AS, turut menimbulkan reaksi keras dari banyak orang di berbagai negara.

BROOKLYN, KOMPAS.com - Sebanyak dua polisi tertembak dan satu polisi ditusuk saat bertugas di tengah jalannya demonstrasi George Floyd.

Ketiga polisi itu terluka usai berkonfrontasi dengan seorang tersangka di Brooklyn, Amerika Serikat (AS), Rabu malam (3/6/2020).

Dilansir dari New York Post, insiden bermula saat seorang tersangka mendekati seorang polisi di Church Avenue dekat Flatbush Avenue sekitar pukul 23.45, dan menusuknya di leher, kata seorang sumber polisi.

Baca juga: Hasil Otopsi Nyatakan George Floyd Positif Virus Corona

Beberapa polisi lalu mendatangi lokasi kejadian dan satu orang menodongkan senjata, lanjut sumber itu.

Polisi dan tersangka kemudian saling berebut senjata, yang berujung dengan terlukanya satu polisi di tangan dan yang lain di lengan.

Seorang sersan lalu menuju TKP dan menembak tersangka.

Para polisi yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kings County dengan luka-luka yang tidak mengancam jiwa, kata pihak berwenang.

Tersangka langsung ditahan di tempat kejadian. Dia dilaporkan dalam kondisi kritis.

Baca juga: Derek Chauvin, Eks Polisi Pembunuh George Floyd, Terancam Dipenjara 40 Tahun

"Tampaknya itu adalah serangan pengecut, tercela, sepenuhnya tidak beralasan pada polisi yang tidak berdaya," kata komisaris NYPD Dermot Shea pada konferensi pers setelah penembakan.

"Saya pikir kita semua sudah muak, apa yang kita katakan adalah kekerasan ini harus dihentikan."

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Seorang Tokoh Partai NLD Myanmar Tewas di Tahanan, Diduga Disiksa

Global
Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Global
Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Meghan Markle Sempat Berpikir untuk Bunuh Diri Saat Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Global
Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Seluruh Menterinya Mundur

Diminta Rakyatnya Tinggalkan Jabatan, Presiden Paraguay Malah Minta Seluruh Menterinya Mundur

Global
Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Global
Gelar Misa Terakhir di Irak sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Gelar Misa Terakhir di Irak sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Global
Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Rakyat Swiss Izinkan Kelapa Sawit Indonesia Boleh Masuk

Global
4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

Global
Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Diserbu 10 Drone Houthi, Koalisi Arab Saudi Balas Serang Ibu Kota Yaman

Global
Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Arab Saudi Diserbu Drone Bersenjata Houthi, 10 Berhasil Dicegat

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Muntahan Paus Harganya Rp 3,7 Miliar | Hari Kudeta Myanmar Paling Berdarah

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Muntahan Paus Harganya Rp 3,7 Miliar | Hari Kudeta Myanmar Paling Berdarah

Global
China Nyatakan Kesediaan untuk Terlibat Redakan Situasi Myanmar

China Nyatakan Kesediaan untuk Terlibat Redakan Situasi Myanmar

Global
Trump Protes Namanya Dipakai untuk Galang Dana oleh Partainya

Trump Protes Namanya Dipakai untuk Galang Dana oleh Partainya

Global
Siswa Siap Kembali ke Kelas, Inggris Bagikan 57 Juta Alat Tes Covid-19 ke Sekolah

Siswa Siap Kembali ke Kelas, Inggris Bagikan 57 Juta Alat Tes Covid-19 ke Sekolah

Global
Meghan Tuding Kerajaan Inggris Umbar Kebohongan Soal Keluarganya dengan Pangeran Harry

Meghan Tuding Kerajaan Inggris Umbar Kebohongan Soal Keluarganya dengan Pangeran Harry

Global
komentar
Close Ads X