Mantan Presiden AS George Bush Komentari Peristiwa Tragis Demo Rusuh AS

Kompas.com - 03/06/2020, 12:31 WIB
Mantan Presiden AS, George W Bush saat menghadiri pertandingan NFL, 6 Oktober 2019 di Arlington, Texas. AP/RONALD MARTINEZMantan Presiden AS, George W Bush saat menghadiri pertandingan NFL, 6 Oktober 2019 di Arlington, Texas.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan presiden Amerika Serikat, George W Bush menyeru kepada rakyat AS pada Selasa (2/6/2020) untuk memperhatikan betul tentang kegagalan tragis yang disebabkan atas isu ketidakadilan rasial di Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya sebagaimana dilansir AFP, yang mengacu pada para pendemo protes pekan lalu, Bush mengatakan, "Masih merupakan kegagalan yang mengejutkan bagi banyak warga keturunan Afrika-Amerika, terutama laki-laki muda Afrika-Amerika yang dilecehkan dan diancam di negeri mereka sendiri."

Baca juga: Bicarakan Virus Corona, Trump Tiba-tiba Semprot Bush. Ada Apa?

Ucapan Bush itu terkait pada kematian George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika yang tewas dibunuh seorang polisi Minneapolis, Amerika Serikat Derek Chauvin pada Senin 25 Mei lalu.

Pembunuhan terhadap Floyd telah memicu gelombang kerusuhan sipil secara nasional, sebuah kerusuhan terheboh yang belum pernah dilihat di AS sejak pembunuhan terhadap pemimpin hak asasi manusia Martin Luther King Jr pada 1968.

Baca juga: Trump Sebut Keputusan Bush soal Perang Irak adalah yang Terburuk dalam Sejarah Amerika


"Tragedi ini, dalam serangkaian panjang tragedi serupa, telah menimbulkan pertanyaan yang sudah lama tertunda, 'Bagaimana kita mengakhiri rasisme sistemik dalam masyarakat kita'?" ujar Bush yang pernah menjabat sebagai presiden AS periode 2001-2009.

"Sudah saatnya bagi Amerika untuk menyelidiki kegagalan tragis kita," katanya.

Sebagian besar protes yang membengkak di kota-kota di seluruh negeri AS sejak kematian Floyd telah berdamai, namun beberapa lokasi telah merosot ke dalam huru-hara.

Baca juga: Apa yang Terjadi dalam 30 Menit Momen Terakhir Hidup George Floyd?

Sementara itu Presiden AS Donald Trump, yang telah menolak peran tradisional presiden sebagai suara perdamaian pada saat-saat krisis nasional, pada Senin mengancam tindakan keras militer untuk mengakhiri demonstrasi.

Meski begitu, Bush tidak menyebut nama rekannya dari Partai Republik itu dalam pernyataannya.

Namun dia menekankan untuk mendesak perlunya "mendengarkan suara-suara yang begitu banyak dari orang yang terluka dan berduka."

Baca juga: Demo George Floyd Bertajuk Black Lives Matter, Apa Artinya?

"Mereka yang berusaha membungkam suara-suara itu tidak mengerti arti Amerika - atau bagaimana Amerika (bisa) menjadi tempat yang lebih baik," katanya.

"Para pahlawan Amerika, dari Frederick Douglass hingga Harriet Tubman, hingga Abraham Lincoln, hingga Martin Luther King Jr, (mereka semua) adalah pahlawan persatuan."

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Global
Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Global
Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Global
Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Global
Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Global
Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Global
Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Global
'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

Global
Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Global
'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

Global
Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Global
Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Global
Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Global
Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Global
[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

Global
komentar
Close Ads X