Kompas.com - 02/06/2020, 18:47 WIB
Sejumlah pasangan dengan mengenakan masker menari di sebuah taman di sebelah Sungai Yangtze, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Selasa (12/5/2020). Memasuki enam pekan bebas dari lockdown yang diterapkan akibat pandemi Covid-19 sejak Januari lalu, warga Wuhan kembali beraktivitas walau dalam kondisi terbatas. AFP/HECTOR RETAMALSejumlah pasangan dengan mengenakan masker menari di sebuah taman di sebelah Sungai Yangtze, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Selasa (12/5/2020). Memasuki enam pekan bebas dari lockdown yang diterapkan akibat pandemi Covid-19 sejak Januari lalu, warga Wuhan kembali beraktivitas walau dalam kondisi terbatas.

WUHAN, KOMPAS.com - Pemerintah kota Wuhan menemukan 300 orang tanpa gejala (OTG) dari hampir 10 juta tes Covid-19 yang mereka lakukan dalam dua minggu terakhir.

Angka itu diumumkan pejabat setempat pada Selasa (2/6/2020), sebagaimana dilansir dari pemberitaan AFP.

Pihak berwenang China mengklaim telah sukses menangani wabah virus corona, namun otoritas Wuhan memutuskan untuk menguji semua warganya, akibat muncul kasus baru usai pencabutan lockdown pada April.

Baca juga: Dapat Obat Corona dari China, Gubernur Maluku: Ini Terbukti Sembuhkan Pasien di Wuhan

Wuhan melakukannya untuk mewaspadai gelombang kedua wabah Covid-19 memasuki kota itu, yang merupakan lokasi pertama ditemukannya virus corona.

Lebih dari 9,8 juta orang telah diuji di kota berpenduduk 11 juta orang ini sejak 14 Mei hingga 1 Juni.

Para pejabat setempat menambahkan, dari pengujian itu mereka menemukan 300 pasien positif Covid-19 tanpa gejala.

Baca juga: Cegah Gelombang Kedua Covid-19, Wuhan Tes Hampir 7 Juta Orang dalam 12 Hari

"Angka-angka ini menunjukkan bahwa Wuhan sekarang adalah kota teraman," kata Feng Zijian, wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional China, dikutip dari AFP.

Saat tes virus corona dilakukan, warga mengantre di tenda-tenda darurat yang didirikan tempat parkir, taman, dan perumahan.

Sekitar 500.000 pengujian dilakukan setiap harinya selama periode ini.

China tidak memasukkan OTG dalam penghitungan infeksi yang dikonfirmasi.

Baca juga: Lab di Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona dari Kelelawar

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X