AS Disebut Pakai Standar Ganda di Demo George Floyd dan Demo Hong Kong

Kompas.com - 01/06/2020, 17:40 WIB
Demonstran memadati Portland, Oregon, Amerika Serikat, pada Jumat (29/5/2020) untuk memprotes pembunuhan George Floyd di Minneapolis, Minnesota, pada Senin (25/5/2020). SIPA USA/JOHN RUDOFF via REUTERSDemonstran memadati Portland, Oregon, Amerika Serikat, pada Jumat (29/5/2020) untuk memprotes pembunuhan George Floyd di Minneapolis, Minnesota, pada Senin (25/5/2020).

BEIJING, KOMPAS.com - China pada Senin (1/6/2020) menyebut Amerika Serikat (AS) memakai standar ganda, dalam kasus demonstrasi George Floyd dan demonstrasi pro-demokrasi Hong Kong.

Perwakilan Negeri "Tirai Bambu" juga menyebut rasisme adalah penyakit kronis masyarakat Negeri "Paman Sam".

"Nyawa orang kulit hitam tetaplah nyawa. Hak asasi manusia mereka juga harus dijamin," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dikutip dari AFP.

Baca juga: Update Situasi Demo George Floyd: Ditemukan Penjarahan Terorganisir

"Rasisme terhadap etnis minoritas di AS adalah penyakit kronis masyarakat Amerika," tambah Zhao.

"Situasi saat ini sekali lagi mencerminkan keparahan masalah rasisme dan kekerasan polisi di AS."

Dalam momen kerusuhan demonstrasi George Floyd ini, para diplomat dan pemerintah China menuding AS munafik, dan membandingkan para demonstran AS dengan para demonstran pro-demokrasi di Hong Kong.

Baca juga: Derek Chauvin, Polisi yang Tindih Leher George Floyd, Diperiksa Tiap 15 Menit

Beijing telah lama geram atas kritik negara-negara Barat terutama dari Washington, atas penanganannya terhadap demonstrasi besar-besaran yang melanda Hong Kong tahun lalu.

Zhao pada Senin mengatakan, tanggapan pemerintah AS terhadap demonstrasi di negaranya sendiri adalah "contoh baku dari standar ganda mereka."

"Mengapa AS begitu mementingkan kemerdekaan Hong Kong dan unsur-unsur kekerasan kulit hitam sebagai pahlawan dan aktivis, sedangkan menyebut orang-orang yang memprotes rasisme 'perusuh'?" sindir Zhao.

Baca juga: Update Rusuh Demo George Floyd, KJRI Chicago Ungkap Situasi Terkini

China bersikeras bahwa "pasukan asing" harus disalahkan atas kekacauan di Hong Kong, lokasi berlangsungnya gelombang demonstrasi selama berbulan-bulan sejak Juni tahun lalu.

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X