Kompas.com - 30/05/2020, 13:18 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan keluar dari Marine One, saat kembali ke Gedung Putih untuk berpidato di Conservative Political Action Conference, Sabtu (29/2/2020). JOSHUA ROBERTS/REUTERSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan keluar dari Marine One, saat kembali ke Gedung Putih untuk berpidato di Conservative Political Action Conference, Sabtu (29/2/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Jumat (29/5/2020) mengatakan, dirinya telah berbincang dan menyampaikan belasungkawa pada keluarga dari mendiang George Floyd.

Dia juga menegaskan bahwa keluarga Floyd berhak atas keadilan dalam kasus ini.

"Saya bisa merasakan sakit dan penderitaannya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. "Keluarga George berhak atas keadilan dan rakyat Minnesota berhak hidup aman."

Mantan polisi Minneapolis, Derek Chauvin, ditangkap pada Jumat, beberapa hari setelah video beredar dan menunjukkan dia menekan lututnya di leher Floyd selama kurang lebih 8 menit sebelum Floyd meninggal dunia.

Baca juga: Kematian George Floyd dan Warga Kulit Hitam Lain di AS yang Picu Kerusuhan Besar

Dilansir NBC News, keluarga Floyd merilis sebuah pernyataan setelah penangkapan itu dan menyebut langkah itu merupakan "Langkah baik meski terlambat menuju keadilan".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Trump pada suatu acara di Gedung Putih Jumat sore waktu setempat mengatakan, "Saya bicara kepada para anggota keluarga (George Floyd), mereka orang-orang hebat, dan kami akan terus melaporkan seiring berjalannya waktu."

"Saya hanya menyampaikan dukacita. (Peristiwa) itu adalah hal mengerikan yang dapat disaksikan," ujar Trump seraya menambahkan, "tampaknya tak ada alasan untuk itu (perbuatan polisi terhadap Floyd)."

Baca juga: Polisi Derek Chauvin yang Tindih George Floyd Dijerat Pasal Pembunuhan Berlapis

Trump mengatakan bahwa dia dapat mengetahui betapa keluarga itu "sangat berduka" dan bahwa dia dapat melihat "mereka mencintai saudara mereka (Floyd)."

Floyd, seorang pria kulit hitam, meninggal pada Senin lalu ketika seorang petugas polisi kulit putih Minneapolis menggunakan lututnya untuk menahan Floyd di tanah selama hampir 8 menit setelah membekuknya.

Insiden itu tertangkap dalam video yang viral di media sosial dan Floyd terdengar memohon kepada petugas, dia mengatakan, "Saya tidak bisa bernapas."

Baca juga: Rusuh Kematian George Floyd, Kantor CNN Dirusak Massa, Mobil Polisi Dibakar

Halaman:

Video Pilihan

Sumber NBC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abaikan Peringatan China, Anggota Parlemen AS Mendadak Kunjungi Taiwan

Abaikan Peringatan China, Anggota Parlemen AS Mendadak Kunjungi Taiwan

Global
Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang dan Persaingannya

Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang dan Persaingannya

Internasional
Kisah Kota Melbourne yang Pernah Dijuluki 'Smellbourne' karena Bau Busuk

Kisah Kota Melbourne yang Pernah Dijuluki "Smellbourne" karena Bau Busuk

Global
Sejumlah Fakta Rahasia Bruce Lee yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Sejumlah Fakta Rahasia Bruce Lee yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Global
Varian Omicron Menyebar ke Eropa dari Pelancong yang Tidak Pernah ke Selatan Afrika

Varian Omicron Menyebar ke Eropa dari Pelancong yang Tidak Pernah ke Selatan Afrika

Global
27 November 1940: Hari Kelahiran Bruce Lee

27 November 1940: Hari Kelahiran Bruce Lee

Global
Ditemukan 3 Mayat Hangus dalam Kerusuhan di Kepulauan Solomon

Ditemukan 3 Mayat Hangus dalam Kerusuhan di Kepulauan Solomon

Global
Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan, Ini Penjelasannya...

Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan, Ini Penjelasannya...

Global
ECDC: Varian Omicron Berisiko 'Tinggi hingga Sangat Tinggi' pada Eropa

ECDC: Varian Omicron Berisiko "Tinggi hingga Sangat Tinggi" pada Eropa

Global
Analisis Akhir Obat Pil Covid-19 Merck Dibilang Kurang Efektif

Analisis Akhir Obat Pil Covid-19 Merck Dibilang Kurang Efektif

Global
WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

Global
POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

Global
Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terluka dan 7 Orang Ditangkap

Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terluka dan 7 Orang Ditangkap

Global
Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Global
Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.