[POPULER GLOBAL] Relawan Uji Coba Vaksin Covid-19 Pingsan | Hong Kong Bukan Lagi Otonom China

Kompas.com - 29/05/2020, 06:29 WIB
Tanda masuk ke kantor Moderna di Norwood, Massachussets, Amerika Serikat. Moderna telah melakukan uji coba vaksin corona ke manusia pada awal Maret. Foto diambil pada 25 Februari 2020. CJ GUNTHER/EPA-EFETanda masuk ke kantor Moderna di Norwood, Massachussets, Amerika Serikat. Moderna telah melakukan uji coba vaksin corona ke manusia pada awal Maret. Foto diambil pada 25 Februari 2020.

KOMPAS.com - Seorang relawan uji coba vaksin Covid-19 mengalami demam tinggi, mual, lalu pinsan.

Uji coba vaksin ini dilakukan oleh Moderna. Meski begitu, pasien tersebut mengaku masih optimis terhadap prospek vaksin ini ke depannya.

Baca juga: Cegah Covid-19, Jemaat Gereja Jerman Dilarang Bernyanyi Saat Kebaktian

Sementara itu di Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan,  Hong Kong tidak lagi menjadi daerah otonom di daratan utama China.

Hong Kong saat ini sedang dilanda kecemasan, lantaran China hendak menerapkan UU Keamanan Nasional yang dinilai dapat mencabut status daerah istimewa di kota tersebut.

Baca juga: Bapak Bunuh Anak Gadis 14 Tahun karena Hendak Menikah, Publik Iran Marah Besar

Kedua berita itu dapat Anda baca selengkapnya dalam kumpulan artikel terpopuler di kanal global sepanjang Kamis (28/5/2020) hingga Jumat (29/5/2020).

1. Ikut Uji Coba Vaksin Covid-19, Relawan AS Demam Tinggi, Mual, Lalu Pingsan

Ian Haydon (29) merupakan satu dari empat relawan yang bereaksi buruk terhadap vaksin virus corona buatan Moderna.

Pria yang berprofesi manajer di Seattle itu mengatakan kepada STAT News, ia mulai menggigil beberapa jam setelah pulang dari uji coba dosis keduanya.

Saat bangun tidur di keesokan paginya pada Rabu (27/5/2020), Haydon mengalami demam 39,5 derajat Celcius.

Lantas bagaimana Haydon melaluinya, dan bagaimana kelanjutan uji coba vaksin virus corona ini? Anda dapat membaca selengkapnya di sini.

2. Menlu AS: Hong Kong Tak Lagi Otonom dari China

Pernyataan itu mengancam status perdagangan Hong Kong dan membuat pemerintah Beijing naik pitam, karena selama ini Hong Kong adalah perantara untuk perdagangan secara universal.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X