Studi: Lebih dari Seperlima Orang Dewasa di Inggris Anggap Covid-19 Hoaks

Kompas.com - 23/05/2020, 08:00 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Sebuah penelitian baru mengatakan lebih dari seperlima orang percaya bahwa krisis virus corona adalah hoaks.

Dilansir The Independent, studi itu dilakukan oleh Universitas Oxford, kepada 2.500 warga dewasa Inggris yang mengambil bagian dalam survei yang dilakukan Oxford Coronavirus Explanations, Attitudes, and Narratives Survey antara 4-11 Mei 2020.

Tim psikolog klinis menyatakan bahwa data dari survei menunjukkan sejumlah besar orang dewasa di Inggris tidak setuju dengan konsensus ilmiah dan pemerintah tentang pandemi Covid-19.

Baca juga: Khabib Nurmagomedov Sindir Kelompok yang Percaya Covid-19 sebagai Konspirasi

Berdasarkan hasilnya, hampir tiga per lima atau sebanyak 59 persen orang dewasa di Inggris percaya sampai batas tertentu bahwa pemerintah telah menyesatkan publik tentang penyebab virus.

Demikian pula, lebih dari seperlima (21 persen) percaya bahwa virus itu adalah suatu kebohongan, dan 62 persen setuju sampai batas tertentu bahwa virus itu adalah buatan manusia.

Ketika ditanya apakah mereka percaya bahwa virus corona adalah bio-senjata yang dikembangkan oleh China untuk menghancurkan Barat, 55 persen mengatakan mereka tidak setuju, sebanyak 20,2 persen mengatakan mereka setuju sedikit dan 5,5 persen setuju sepenuhnya.

Baca juga: Termakan Konspirasi, Warga Rusia Tuduh Dokter Diagnosis Covid-19 demi Uang

Sementara itu 79 persen mengatakan mereka tidak setuju bahwa virus corona disebabkan oleh 5G (standar komunikasi setelah 4G).

"Gagasan seperti itu dikaitkan dengan paranoia, keyakinan konspirasi vaksinasi umum, keyakinan konspirasi akan perubahan iklim, mentalitas konspirasi, dan ketidakpercayaan pada lembaga dan profesi," tulis para ilmuwan dalam jurnal Pengobatan Psikologis.

"Memiliki keyakinan konspirasi akan virus corona juga dikaitkan dengan lebih mungkinnya untuk berbagi pendapat."

Para peneliti menemukan bahwa sekitar 50 persen dari populasi ini menunjukkan sedikit bukti pemikiran konspirasi, sementara 25 persen menunjukkan adanya dukungan, 15 persen menunjukkan pola dukungan yang konsisten, dan 10 persen memiliki tingkat dukungan yang sangat tinggi.

Baca juga: Dipecat Trump, Irjen Deplu AS Dituding Anggota Konspirasi Deep State

Tim peneliti tersebut juga mengatakan bahwa tingkat konspirasi virus corona yang lebih tinggi dikaitkan dengan kurang kepatuhan terhadap semua pedoman pemerintah dan kurang adanya kemauan untuk mengambil pengujian virus corona atau antibodi dan atau vaksinasi.

Daniel Freeman, profesor psikologi klinis, Universitas Oxford, dan konsultan psikolog klinis di Oxford Health NHS Foundation, mengatakan,

"Studi kami menunjukkan bahwa keyakinan konspirasi virus corona itu penting. Mereka yang percaya pada teori konspirasi kecil kemungkinan mengikuti petunjuk pemerintah, misalnya, tinggal di rumah, tidak bertemu dengan orang-orang di luar rumah tangga mereka, atau tinggal dua meter dari orang lain ketika berada di luar.

Baca juga: AS Tuduh China dan Rusia Berkoordinasi dalam Konspirasi Pandemi Virus Corona

Mereka yang percaya pada teori konspirasi juga mengatakan bahwa mereka sedikit kemungkinan untuk menerima vaksinasi, mengikuti tes virus, atau mengenakan masker."

Bulan lalu, Facebook menghapus dua kelompok dari situsnya karena mempromosikan teori konspirasi yang menghubungkan menara 5G dengan wabah virus corona.

Halaman "Stop 5G UK" dan "Hancurkan 5G Selamatkan Keturunan Kita", yang bersama-sama memiliki lebih dari 62.000 anggota, dihapus setelah pelanggaran admin terkait dengan kebijakan Facebook tentang mempublikasikan kejahatan.

Anggota kelompok di halaman itu aktif memuji serangan pembakaran baru-baru ini pada tiang telepon dan menyarankan pemberontakan bersenjata yang dapat mengganggu peluncuran teknologi mobile generasi berikutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Penembakan Sekolah Dasar di Texas, Jumlah Siswa yang Tewas Jadi 18 Anak

UPDATE Penembakan Sekolah Dasar di Texas, Jumlah Siswa yang Tewas Jadi 18 Anak

Global
Korea Selatan: Korea Utara Tembakkan 3 Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Korea Selatan: Korea Utara Tembakkan 3 Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Global
Cacar Monyet Menyebar ke Austria, Ceko, dan Slovenia

Cacar Monyet Menyebar ke Austria, Ceko, dan Slovenia

Global
Di Mana Persoalannya, Nuklir Iran atau Nuklir Israel?

Di Mana Persoalannya, Nuklir Iran atau Nuklir Israel?

Global
Penembakan di Sekolah Dasar Texas, 14 Siswa dan 1 Guru Tewas Jadi Korban

Penembakan di Sekolah Dasar Texas, 14 Siswa dan 1 Guru Tewas Jadi Korban

Global
Rangkuman Hari Ke-90 Serangan Rusia ke Ukraina, Putin Incar Konflik Panjang, Batas Usia Militer Rusia Diubah

Rangkuman Hari Ke-90 Serangan Rusia ke Ukraina, Putin Incar Konflik Panjang, Batas Usia Militer Rusia Diubah

Global
[POPULER GLOBAL] Zelensky Hanya Ingin Bertemu Putin | Ragam Kegagalan Rusia dalam Perang Ukraina

[POPULER GLOBAL] Zelensky Hanya Ingin Bertemu Putin | Ragam Kegagalan Rusia dalam Perang Ukraina

Global
Pendudukan Rusia di Melitopol Mendapat Perlawanan Sengit dari Penduduk Kota

Pendudukan Rusia di Melitopol Mendapat Perlawanan Sengit dari Penduduk Kota

Global
Mengapa Kasus Cacar Monyet Tiba-tiba Muncul di Seluruh Dunia, Mungkinkah Ada Mutasi Virus?

Mengapa Kasus Cacar Monyet Tiba-tiba Muncul di Seluruh Dunia, Mungkinkah Ada Mutasi Virus?

Global
Apa itu IPEF, Kerangka Ekonomi Baru yang Ditawarkan AS ke Asia?

Apa itu IPEF, Kerangka Ekonomi Baru yang Ditawarkan AS ke Asia?

Global
Busana Muslim Indonesia Disambut Antusias di Kazan Modest Fashion Show Rusia

Busana Muslim Indonesia Disambut Antusias di Kazan Modest Fashion Show Rusia

Global
Rusia Gunakan Senjata Ilegal di Ukraina, dari FAB-250 hingga Bom Tandan

Rusia Gunakan Senjata Ilegal di Ukraina, dari FAB-250 hingga Bom Tandan

Global
Indonesia Promosi Produk Halal ke Tatarstan melalui Russia Halal Expo 2022

Indonesia Promosi Produk Halal ke Tatarstan melalui Russia Halal Expo 2022

Global
Duterte ke Putin: Saya Membunuh Penjahat, Bukan Anak-anak dan Orang tua

Duterte ke Putin: Saya Membunuh Penjahat, Bukan Anak-anak dan Orang tua

Global
Seorang Pria Terobos Kedutaan Qatar di Paris dan Serang Penjaga hingga Tewas

Seorang Pria Terobos Kedutaan Qatar di Paris dan Serang Penjaga hingga Tewas

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.