Termakan Konspirasi, Warga Rusia Tuduh Dokter Diagnosis Covid-19 demi Uang

Kompas.com - 22/05/2020, 16:39 WIB
Foto ini diambil pada Rabu, 20 Mei 2020, tampak seorang wanita bereaksi ketika dia berjalan melewati potret pekerja medis Saint Petersburg yang meninggal akibat terinfeksi virus corona selama melakukan pekerjaan mereka. AP/Dmitri LovetskyFoto ini diambil pada Rabu, 20 Mei 2020, tampak seorang wanita bereaksi ketika dia berjalan melewati potret pekerja medis Saint Petersburg yang meninggal akibat terinfeksi virus corona selama melakukan pekerjaan mereka.

MOSKWA, KOMPAS.com - Para petugas medis di Rusia mengalami ketidakpercayaan, upah rendah dan kerap mendapatkan kekerasan dari lingkungan mereka karena dicurigai berpotensi membawa virus corona.

Misalnya, para warga di dekat Pusat Penelitian Medis Endokrinologi Nasional, sebuah rumah sakit di Moskwa yang menangani pasien Covid-19 mengeluh ketika melihat para petugas medis keluar dari rumah sakit dengan perlengkapan pelindung, mereka takut petugas medis bisa sebarkan virus.

"Mungkin ketika para warga itu terjangkit virus corona, mereka baru akan bersikap baik pada petugas medis," ujar Dr Alexander Gadzyra, seorang ahli bedah yang kelelahan bekerja selama jadwalnya.

Baca juga: Rusia Kecam AS Tentang Ancaman Trump soal Covid-19 dan WHO

Wabah Covid-19 telah membuat tekanan lebih pada komunitas medis Rusia. Sementara media negara itu memuji para petugas medis sebagai pahlawan, para petugas medis mengatakan pada The Associated Press bahwa mereka tak hanya melawan virus corona namun juga sistem yang gagal mendukung mereka.

Sistem yang gagal itu di antaranya seperti alat pelindung diri (APD) yang kurang dan perlakuan buruk bahkan persekusi yang diterima petugas medis ketika mereka berada di tempat umum.

Beberapa dari petugas medis di Rusia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan mereka, beberapa dari mereka bahkan diduga lakukan bunuh diri.

Meski begitu, pejabat pemerintah bersikeras kekurangan APD tidak tersebar luas di tempat lain. 

Baca juga: Bayi Baru Lahir di Rusia Ini Positif Corona

Apa penyebab sikap antipati terhadap petugas medis di Rusia?

Seorang ahli antropologi sosial, Alexandra Arkhipova mengatakan bahwa sikap antipati terhadap petugas medis garda depan perlawanan virus corona telah menyebar luas di Rusia.

Sikap itu rupanya dipertajam oleh adanya teori konspirasi yang banyak beredar di media sosial.

Lebih dari 100 teori yang dia ketahui mengatakan bahwa dokter di Rusia sengaja mendiagnosis pasien dengan virus Covid-19 agar mereka mendapatkan uang lebih.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kematian Gadis Remaja di Tangan Ayahnya, Dewan Garda Iran Tolak Itu Sebab Kelalaian Pengesahan RUU Perlindungan Anak

Kematian Gadis Remaja di Tangan Ayahnya, Dewan Garda Iran Tolak Itu Sebab Kelalaian Pengesahan RUU Perlindungan Anak

Global
Wanita Afrika-Amerika yang Dipukuli Kepala Polisi di AS Picu Protes Massa

Wanita Afrika-Amerika yang Dipukuli Kepala Polisi di AS Picu Protes Massa

Global
Peluncuran 2 Astronot NASA, Trump: Era Baru Penerbangan Luar Angkasa Telah Dimulai

Peluncuran 2 Astronot NASA, Trump: Era Baru Penerbangan Luar Angkasa Telah Dimulai

Global
Mahathir Janji akan Tantang Keputusan Pemecatan dari Muhyiddin

Mahathir Janji akan Tantang Keputusan Pemecatan dari Muhyiddin

Global
Muhyiddin: Mahathir Tidak Dipecat, Tapi...

Muhyiddin: Mahathir Tidak Dipecat, Tapi...

Global
[POPULER GLOBAL] Rusuh Kematian George Floyd Meluas Hampir Seluruh AS, Kantor CNN Dirusak, Mobil Polisi Dibakar

[POPULER GLOBAL] Rusuh Kematian George Floyd Meluas Hampir Seluruh AS, Kantor CNN Dirusak, Mobil Polisi Dibakar

Global
Demonstrasi Tewasnya George Floyd, Massa Terbagi ke Dua Kubu di Minneapolis

Demonstrasi Tewasnya George Floyd, Massa Terbagi ke Dua Kubu di Minneapolis

Global
Sebelum Kematian George Floyd, Rasisme di Minneapolis Sudah Marak Terjadi

Sebelum Kematian George Floyd, Rasisme di Minneapolis Sudah Marak Terjadi

Global
Usai Bebas, Jurnalis CNN yang Liput Demonstrasi George Floyd Ungkap Perlakuan Polisi

Usai Bebas, Jurnalis CNN yang Liput Demonstrasi George Floyd Ungkap Perlakuan Polisi

Global
Kematiannya Picu Demonstrasi Besar, Siapakah George Floyd?

Kematiannya Picu Demonstrasi Besar, Siapakah George Floyd?

Global
Protes Kematian George Floyd, Remaja 19 Tahun Tewas Tertembak di Detroit

Protes Kematian George Floyd, Remaja 19 Tahun Tewas Tertembak di Detroit

Global
Trump Akan Gelar Rapat G7 di Gedung Putih, Kanselir Jerman Tolak Hadir

Trump Akan Gelar Rapat G7 di Gedung Putih, Kanselir Jerman Tolak Hadir

Global
Muncul Klaster Baru Covid-19, 251 Sekolah Korsel Tutup Lagi

Muncul Klaster Baru Covid-19, 251 Sekolah Korsel Tutup Lagi

Global
Ini Dampak bagi Hong Kong jika Hak Istimewanya Dicabut AS

Ini Dampak bagi Hong Kong jika Hak Istimewanya Dicabut AS

Global
BERITA FOTO: Kerusuhan Unjuk Rasa atas Kematian George Floyd di AS

BERITA FOTO: Kerusuhan Unjuk Rasa atas Kematian George Floyd di AS

Global
komentar
Close Ads X