Kompas.com - 22/05/2020, 14:56 WIB
Razman Kadyrov, pemimpin Republik Chechnya, Negara Bagian Rusia. TASS/Denis Abramov Razman Kadyrov, pemimpin Republik Chechnya, Negara Bagian Rusia.

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin Republik Chechnya, Rusia, Ramzan Kadyrov dibawa ke Moskwa karena diduga terinfeksi virus corona, hal ini dilaporkan sebuah sumber dari lingkungan medis kepada Kantor Berita TASS.

"Ramzan Kadyrov telah dibawa ke Moskwa karena diduga terinfeksi virus corona. Dia sedang dalam pengawasan medis," ungkap sumber anonim tersebut.

Berdasarkan keterangan sumber anonim itu juga, keadaan Kadyrov dalam kondisi stabil. Sebelumnya, Kanal Baza Telegram melaporkan bahwa Kadyrov diduga terinfeksi virus corona.

Baca juga: Fotonya Hanya Pakai Bikini di Balik APD Viral, Perawat di Rusia Syok

Dia dipindahkan ke rumah sakit Moskwa pada Kamis (21/5/2020). Ajudan Kadyrov, Ahmed Dudayev menegaskan bahwa pemimpin Chechnya itu sejauh ini mengamati pekerjaan di wilayahnya yang terkait dengan pusat krisis anti-virus corona.

Sementara itu, masih tentang kabar virus corona dari Rusia tepatnya di bagian Timur Jauh, Kamchatka, klaster baru infeksi virus corona diketahui berasal dari pangkalan ambulan di Petropavlovsk-Kamchatsky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Rusia Kecam AS Tentang Ancaman Trump soal Covid-19 dan WHO

38 pegawainya positif terjangkit virus corona, berdasarkan laporan pemerintah setempat di situs web mereka.

Pada Kamis (21/5/2020) media massa di Kamchatka juga melaporkan sejumlah angka infeksi virus corona di sebuah pangkalan ambulan di wilayah administrasi pusat Kamchatka.

Namun, berdasarkan media massa setempat itu, korban infeksinya sebanyak 50 orang. Mereka juga melaporkan adanya keluhan dari petugas medis yang merawat pasien Covid-19 yang merasa kekurangan Alat Perlindungan Diri (APD).

Di Kamchatka pemerintah setempat telah memberlakukan lockdown total sejak 1 April, yang diperpanjang hingga 31 Mei. Hingga saat ini, 554 kasus Covid-19 telah dikonfirmasi secara resmi di wilayah tersebut.

Baca tentang

Sumber TASS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Red Light District Amsterdam: Kawasan Prostitusi Legal Paling Berkelas

Red Light District Amsterdam: Kawasan Prostitusi Legal Paling Berkelas

Global
Serba-serbi Museum CPC: 'Rumah Spiritual' Partai Komunis China

Serba-serbi Museum CPC: "Rumah Spiritual" Partai Komunis China

Global
Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Kapal Induk Inggris HMS Queen Elizabeth Diluncurkan untuk Lawan ISIS

Global
India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

India akan Pakai Drone Jarak Jauh, Jangkau Kiriman Vaksin di Pelosok

Global
Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Gempa Kuat Guncang Ibu Kota Peru, Timbulkan Kepanikan dan Longsor

Global
Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Dampak Uji Coba Ledakan Bom: Makhluk Laut Bisa Tuli hingga Mati

Global
Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Unggah Foto Buah Zakar Bertato Simbol Nazi, Tentara Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Global
Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Tak Malu, Wanita Ini Bugil dan Ceburkan Diri ke Air Mancur Ibu Kota Italia

Global
Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Jet Tempur AS Meluncur dari Kapal Induk Asing untuk Pertama Kali Sejak Perang Dunia II

Global
WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

WNI Rela Ikut Tur Vaksinasi ke AS, Bayar Jutaan Pakai Jasa Agen Perjalanan

Global
Bunuh Ayah Tiri yang Jadi Suaminya karena Diperkosa, Wanita Ini Disidang

Bunuh Ayah Tiri yang Jadi Suaminya karena Diperkosa, Wanita Ini Disidang

Global
Siksa dan Bunuh ART Secara Tidak Manusiawi, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Siksa dan Bunuh ART Secara Tidak Manusiawi, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Global
Kartel Narkoba Meksiko Sinaloa Siksa dan Gantung Mayat Kelompok Rival

Kartel Narkoba Meksiko Sinaloa Siksa dan Gantung Mayat Kelompok Rival

Global
Operasi Kontra-Terorisme JTF 2 Kanada, Totalitas Membantu AS

Operasi Kontra-Terorisme JTF 2 Kanada, Totalitas Membantu AS

Global
PBB Didesak Selidiki Presiden Baru Iran Atas Pembunuhan pada 1980-an

PBB Didesak Selidiki Presiden Baru Iran Atas Pembunuhan pada 1980-an

Global
komentar
Close Ads X