UU Sanksi China Sedang Digodok AS, Beijing Sudah Ancang-ancang Membalas

Kompas.com - 22/05/2020, 09:16 WIB
Ilustrasi perang dagang AS-China. SHUTTERSTOCKIlustrasi perang dagang AS-China.

BEIJING, KOMPAS.com - Beijing menegaskan akan melakukan pembalasan jika Kongres Amerika Serikat ( AS) meloloskan UU untuk menjatuhkan sanksi ke China terkait pandemi virus corona.

Hal tersebut dinyatakan oleh juru bicara parlemen China pada Kamis (21/5/2020), sebagaimana dilansirAFP.

Ketegangan antara kedua negara adikuasa ini telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan berperang kata-kata bertema pandemi Covid-19.

Baca juga: AS Setuju Jual Torpedo ke Taiwan, China Protes

Washington mengkritik Beijing dalam penanganan awal wabah, yang muncul di Wuhan pada akhir tahun lalu sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Presiden Donald Trump pada Rabu (20/5/2020) kembali memanaskan tensi dengan menulis di Twitter bahwa China harus bertanggung jawab atas "pembunuhan massal di seluruh dunia".

Para senator dari Partai Republik lalu mengusulkan undang-undang pekan lalu, yang akan memfasilitasi Trump untuk menjatuhkan sanksi terhadap China.

Sanksi dijatuhkan apabila Beijing tidak bertanggung jawab secara penuh terhadap wabah virus corona.

Baca juga: Menulis Buku Harian Selama Lockdown Covid-19 di Wuhan, Penulis Ini Tuai Kemarahan China

"Kami dengan tegas menentang RUU ini, dan akan membuat tanggapan tegas serta melakukan pembalasan berdasarkan pertimbangan RUU ini," kata juru bicara Zhang Yesui pada konferensi pers seusai Kongres Rakyat Nasional.

"Itu sama-sama tidak bertanggung jawab atau bermoral untuk menutupi masalah sendiri dengan menyalahkan orang lain."

Baca juga: Dituding Trump Lakukan Pembunuhan Massal, Ini Jawaban China

"Kami tidak akan pernah menerima tuntutan hukum dan tuntutan kompensasi yang tidak beralasan," kata Zhang dikutip dari AFP.

Negara bagian Missouri telah meminta pertanggungjawaban China atas Covid-19.

Mereka memintanya untuk dampak kerusakan atas apa yang digambarkannya sebagai penipuan yang disengaja dan tindakan yang tidak cukup untuk menghentikan pandemi.

Baca juga: Trump Salahkan China atas Pembunuhan Massal Pandemi Covid-19

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setengah dari Populasi Jerman Khawatirkan Gelombang Kedua Virus Corona

Setengah dari Populasi Jerman Khawatirkan Gelombang Kedua Virus Corona

Global
Aturan Haji Terbaru, Dilarang Menyentuh Kakbah

Aturan Haji Terbaru, Dilarang Menyentuh Kakbah

Global
Sebut Perempuan Harus di Rumah dan Tak Usah Kerja, Pria Arab Saudi Diburu Polisi

Sebut Perempuan Harus di Rumah dan Tak Usah Kerja, Pria Arab Saudi Diburu Polisi

Global
Kanada Ikut Campur Urusan Hong Kong, China Muak dan Beri Travel Warning

Kanada Ikut Campur Urusan Hong Kong, China Muak dan Beri Travel Warning

Global
Detik-detik Pesepak Bola 16 Tahun Tersambar Petir Saat Berlatih

Detik-detik Pesepak Bola 16 Tahun Tersambar Petir Saat Berlatih

Global
Sebelum Tewas, Seorang Pria Tulis Nama Pembunuhnya dengan Darah

Sebelum Tewas, Seorang Pria Tulis Nama Pembunuhnya dengan Darah

Global
Perompak Bajak Kapal Kargo Singapura, 5 Pelaut China Jadi Tawanan

Perompak Bajak Kapal Kargo Singapura, 5 Pelaut China Jadi Tawanan

Global
[POPULER GLOBAL] Norwegia Bayar Indonesia 56 Juta Dollar AS | China Tarik Pasukan dari Perbatasan India

[POPULER GLOBAL] Norwegia Bayar Indonesia 56 Juta Dollar AS | China Tarik Pasukan dari Perbatasan India

Global
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Australia Tutup Perbatasan Victoria dan New South Wales

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Australia Tutup Perbatasan Victoria dan New South Wales

Global
Gereja Ortodoks Rusia Tolak Perubahan Status Hagia Sophia Jadi Masjid

Gereja Ortodoks Rusia Tolak Perubahan Status Hagia Sophia Jadi Masjid

Global
Bocah 8 Tahun Tewas Ditembak, Wali Kota Atlanta: Jangan Gampang Salahkan Polisi

Bocah 8 Tahun Tewas Ditembak, Wali Kota Atlanta: Jangan Gampang Salahkan Polisi

Global
Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Marmut Mentah

Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Marmut Mentah

Global
Damai dengan India, China Mulai Tarik Pasukan dari Perbatasan

Damai dengan India, China Mulai Tarik Pasukan dari Perbatasan

Global
Fasilitas Nuklir Iran Natanz Terbakar, Israel Diduga Pasang Bom

Fasilitas Nuklir Iran Natanz Terbakar, Israel Diduga Pasang Bom

Global
Sebulan Longgarkan Lockdown, India Jadi Negara Terdampak Covid-19 Ketiga Dunia

Sebulan Longgarkan Lockdown, India Jadi Negara Terdampak Covid-19 Ketiga Dunia

Global
komentar
Close Ads X