[POPULER GLOBAL] Langgar Lockdown, Wali Kota Pura-pura Mati | Vonis Hukuman Mati dari Zoom

Kompas.com - 22/05/2020, 06:10 WIB
Inilah sosok Wali Kota Tantara di Peru, Jamie Rolando Urbina Torres, yang pura-pura mati saat hendak ditangkap karena melanggar aturan untuk mencegah virus corona dengan minum-minum bersama temannya. Policia Nacional del Peru via Daily MailInilah sosok Wali Kota Tantara di Peru, Jamie Rolando Urbina Torres, yang pura-pura mati saat hendak ditangkap karena melanggar aturan untuk mencegah virus corona dengan minum-minum bersama temannya.

KOMPAS.com Wali kota di Peru dilaporkan pura-pura mati setelah ketahuan melanggar aturan mencegah virus corona, dengan minum-minum bersama temannya.

Polisi menerangkan, sang wali kota ditangkap karena sudah melanggar jam malam untuk mencegah virus corona, dilansir Daily Mail Kamis (21/5/2020).

Baca juga: Dituding Trump Lakukan Pembunuhan Massal, Ini Jawaban China

Sementara itu di Singapura, kritik "kejam dan tidak manusiawi" menerpa pengadilan karena menjatuhkan vonis hukuman mati lewat konferensi video Zoom.

Hukuman mati ini diberikan kepada seorang pengedar narkoba asal Malaysia, Punithan Genasan (37).

Baca juga: Ibu Ini Susui Anaknya Sampai Usia 8 Tahun

Kedua berita tersebut dapat Anda baca selengkapnya di kumpulan berita terpopuler kanal global sepanjang Kamis (21/5/2020) hingga Jumat (22/5/2020).

1. Langgar Aturan Cegah Virus Corona, Wali Kota Ini Pura-pura Mati

Jamie Rolando Urbina Torres berbaring di peti mati sambil mengenakan masker saat hendak ditangkap di Tantara Senin malam (18/5/2020).

Saat itu, Urbina Torres ketahuan tengah minum-minum dengan temannya. Bahkan, si pejabat publik mabuk saat penegak hukum mendatanginya.

Lantas bagaimana kelanjutan dari kejadian menggelitik ini? Anda bisa membaca selengkapnya di sini.

2. Fotonya Hanya Pakai Bikini di Balik APD Viral, Perawat di Rusia Syok

Perawat di Rusia yang viral karena fotonya hanya mengenakan bikini di balik Alat Pelindung Diri (APD) disebut syok dan takut kehilangan pekerjaan.

Kolega, dokter, dan politisi membelanya di mana mereka menuding petinggi di rumah sakit Tula gagal menyediakan pelindung untuk merawat pasien virus corona.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X