Dituding Trump Lakukan "Pembunuhan Massal", Ini Jawaban China

Kompas.com - 21/05/2020, 21:45 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam acara makan malam dengan pemilik restoran dan pelaku industri di Gedung Putih, Washington DC, pada 18 Mei 2020. REUTERS/LEAH MILLISPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam acara makan malam dengan pemilik restoran dan pelaku industri di Gedung Putih, Washington DC, pada 18 Mei 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - China melontarkan bantahan setelah dituduh Presiden AS Donald Trump melakukan " pembunuhan massal" di tengah wabah virus corona.

Tensi antara AS dan Negeri "Panda" meningkat sejak Covid-19 mulai terdeteksi di ibu kota Provinsi Hubei, Wuhan, pada akhir Desember 2019.

Sejak April, Trump menuding China berusaha menutupi virus corona ketika pertama kali merebak, tudingan yang dibantah oleh Beijing.

Baca juga: Trump Salahkan China atas Pembunuhan Massal Pandemi Covid-19

Kini, Negeri "Panda" bereaksi kembali setelah presiden ke-45 AS itu melontarkan kicauannya di Twitter, yang menuding mereka melakukan "pembunuhan massal".

Dalam kicauan bertanggal 20 Mei, Trump menyebut ada wacko (orang gila) di China yang merilis pernyataan menyalahkan semua orang atas virus yang membunuh ratusan ribu orang.

"Tolong, jelaskan bahwa ini merupakan 'ketidakmpuan China' dan bukan karena hal lain, yang menyebabkan pembunuhan massal!" ujar Trump gusar.

Dalam konferensi pers di Beijing, juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian menekankan negaranya sudah berusaha bersikap jujur.

"Kami berulang kali berusaha berkata jujur, memberikan bukti jujur, dan memberi penjelasan secara masuk akal," ujarnya dilansir AFP Kamis (21/5/2020).

Zhao menerangkan, pemerintahan Presiden Xi Jinping sudah berusaha yang terbaik untuk melindungi keselamatan dan kesehatan rakyatnya.

Dia menerangkan bahwa selama ini, mereka sudah berusaha bersikap transparan, terbuka, dan bertanggung jawab selama wabah berlangsung.

Baca juga: AS Catatkan 1,5 Juta Kasus Virus Corona, Trump: Itu Kehormatan

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

George Floyd dan Polisi yang Injak Lehernya Pernah Bekerja Bersama Tahun Lalu

George Floyd dan Polisi yang Injak Lehernya Pernah Bekerja Bersama Tahun Lalu

Global
[POPULER GLOBAL] Pria Curi 126 Sandal untuk Berhubungan Seks | Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis

[POPULER GLOBAL] Pria Curi 126 Sandal untuk Berhubungan Seks | Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis

Global
Rumah Pembunuh George Floyd Dikepung, Polisi Tembak Selangkangan Massa

Rumah Pembunuh George Floyd Dikepung, Polisi Tembak Selangkangan Massa

Global
Polisi Pembunuh George Floyd Sering Bermasalah, Ini Deretan Kasusnya

Polisi Pembunuh George Floyd Sering Bermasalah, Ini Deretan Kasusnya

Global
Karena Komentar Rasisnya atas Kematian George Floyd, Wali Kota Mississippi Diminta Mengundurkan Diri

Karena Komentar Rasisnya atas Kematian George Floyd, Wali Kota Mississippi Diminta Mengundurkan Diri

Global
Jaksa Tidak Beri Dakwaan atas Kematian George Floyd Hanya Sebut 'Keadilan akan Ditegakkan'

Jaksa Tidak Beri Dakwaan atas Kematian George Floyd Hanya Sebut 'Keadilan akan Ditegakkan'

Global
Dalai Lama Sebut Kematian George Floyd akibat Diskriminasi dan Rasialisme

Dalai Lama Sebut Kematian George Floyd akibat Diskriminasi dan Rasialisme

Global
Twit Trump soal George Floyd Ditandai 'Glorifikasi Kekerasan' oleh Twitter

Twit Trump soal George Floyd Ditandai "Glorifikasi Kekerasan" oleh Twitter

Global
Salah Masuk Rumah, Dua Pria yang Disewa untuk Fantasi Seks Ditangkap Polisi

Salah Masuk Rumah, Dua Pria yang Disewa untuk Fantasi Seks Ditangkap Polisi

Global
Covid-19, Korea Selatan Batasi Jumlah Murid Masuk Sekolah

Covid-19, Korea Selatan Batasi Jumlah Murid Masuk Sekolah

Global
Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis, Kantor Polisi Dibakar, Toko-toko Dijarah

Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis, Kantor Polisi Dibakar, Toko-toko Dijarah

Global
Lampaui China, Korban Meninggal Covid-19 India Capai 4.706 Orang

Lampaui China, Korban Meninggal Covid-19 India Capai 4.706 Orang

Global
Media Perancis Ulas Hukuman Lantunkan Ayat Suci Al Quran bagi Pelanggar Social Distancing

Media Perancis Ulas Hukuman Lantunkan Ayat Suci Al Quran bagi Pelanggar Social Distancing

Global
Komentari Kematian Pria Kulit Hitam George Floyd, Wali Kota Mississippi Dikecam

Komentari Kematian Pria Kulit Hitam George Floyd, Wali Kota Mississippi Dikecam

Global
Meninggal di Usia 112 Tahun, Pria Tertua di Dunia Sempat Alami 2 Wabah Besar

Meninggal di Usia 112 Tahun, Pria Tertua di Dunia Sempat Alami 2 Wabah Besar

Global
komentar
Close Ads X