Studi: Monyet Kembangkan Imunitas Setelah Terinfeksi Virus Corona

Kompas.com - 21/05/2020, 15:56 WIB
Ilustrasi vaksin corona ShutterstockIlustrasi vaksin corona

KOMPAS.com - Dua buah studi terhadap monyet yang dipublikasikan pada Rabu (20/5/2020) memberikan harapan pada manusia tentang imunitas.

Studi yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah itu mengamati vaksin prototipe dan apakah infeksi virus corona bisa memberikan kekebalan terhadap paparan kedua setelah penderitanya sembuh.

Studi dilakukan pada rhesus monyet kera untuk melihat apakah mereka mengembangkan kekebalan virus pelindung dari infeksi alami ataukah dari vaksin.

"Pandemi Covid-19 global telah menjadikan pengembangan vaksin sebagai prioritas utama biomedis, tetapi sangat sedikit yang diketahui tentang kekebalan perlindungan terhadap virus SARS-CoV-2," kata penulis senior Dan Barouch, Direktur Pusat Virologi sekaligus Penelitian Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston.

Baca juga: AS Janjikan Vaksin Virus Corona Bakal Dibagikan ke Seluruh Dunia

"Dalam dua studi ini, kami menunjukkan bahwa dalam monyet kera rhesus vaksin prototipe melindungi dari infeksi SARS-CoV-2 dan bahwa infeksi SARS-CoV-2 melindungi dari paparan ulang," kata Barouch.

Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh Barouch dan peneliti lain, sembilan monyet kera dewasa terinfeksi virus.

Monyet mengembangkan gejala Covid-19 tetapi menciptakan antibodi pelindung dan pulih setelah beberapa hari.

Untuk menguji kekebalan mereka, mereka dikenai SARS-CoV-2 lagi selama 35 hari kemudian untuk mengetahui "tantangan ulang" (infeksi), dan mereka menunjukkan sedikit dan bahkan tanpa gejala apa pun.

Baca juga: Ilmuwan China Klaim Temukan Obat Covid-19, Tanpa Vaksin

Para penulis penelitian ini mengingatkan bahwa penelitian lebih lanjut akan diperlukan karena adanya "perbedaan penting" antara infeksi SARS-CoV-2 yang terjadi pada monyet dan manusia.

"Studi klinis yang ketat akan diperlukan untuk menentukan apakah infeksi SARS-CoV-2 secara efektif melindungi terhadap paparan ulang SARS-CoV-2 pada manusia," kata mereka.

Studi kedua, yang melibatkan banyak peneliti yang sama dan dipimpin oleh Jingyou Yu, melibatkan vaksinasi 35 monyet kera dewasa dengan kandidat vaksin DNA yang dirancang untuk menghasilkan antibodi pelindung.

Mereka terpapar virus corona selama enam minggu kemudian dan telah mengembangkan kadar antibodi di dalam darah yang cukup untuk menetralkannya, demikian temuan studi tersebut.

Baca juga: China Bersumpah Vaksin Corona Akan Jadi Barang Publik Global

Tingkat antibodi, katanya, serupa dengan yang terlihat pada manusia yang pulih dari virus, memberikan harapan bahwa vaksin manusia yang efektif dapat dikembangkan.

"Penelitian lebih lanjut perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tentang daya tahan imunitas pelindung dan platform vaksin yang optimal untuk vaksin SARS-CoV-2 pada manusia," kata penulis studi tersebut.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Berhantu di AS Tak Laku Dijual Gratis, Begini Cerita Horornya

Rumah Berhantu di AS Tak Laku Dijual Gratis, Begini Cerita Horornya

Global
Alasan Vaksinasi Virus Corona, Ayah Tipu Putrinya untuk Sunat Perempuan

Alasan Vaksinasi Virus Corona, Ayah Tipu Putrinya untuk Sunat Perempuan

Global
Pengacara Christian B, Tersangka Baru Penculikan Madeleine McCann, Enggan Buka Suara

Pengacara Christian B, Tersangka Baru Penculikan Madeleine McCann, Enggan Buka Suara

Global
Eks Polisi yang Jadi Pelaku Tewasnya George Floyd Sempat Peringatkan Rekannya

Eks Polisi yang Jadi Pelaku Tewasnya George Floyd Sempat Peringatkan Rekannya

Global
Kim Jong Un Diyakini Tak Akan Pakai Senjata Nuklir, Ini Alasannya

Kim Jong Un Diyakini Tak Akan Pakai Senjata Nuklir, Ini Alasannya

Global
Pacaran dengan Pria Kulit Hitam, Pandangan Putri Kerajaan Norwegia soal Rasisme Berubah

Pacaran dengan Pria Kulit Hitam, Pandangan Putri Kerajaan Norwegia soal Rasisme Berubah

Global
Tak Punya Kuota Internet untuk Ikut Kelas Online, Remaja Ini Bunuh Diri

Tak Punya Kuota Internet untuk Ikut Kelas Online, Remaja Ini Bunuh Diri

Global
Berbicara soal George Floyd, Bintang Porno Ini Mengaku Dikeluarkan dari Pesawat

Berbicara soal George Floyd, Bintang Porno Ini Mengaku Dikeluarkan dari Pesawat

Global
Bocah Kulit Hitam Tewas karena Kelalaian Majikan, Aksi Protes Terjadi di Brasil

Bocah Kulit Hitam Tewas karena Kelalaian Majikan, Aksi Protes Terjadi di Brasil

Global
7 Orang Dewasa dan Seekor Anjing Ditembak Mati di Alabama

7 Orang Dewasa dan Seekor Anjing Ditembak Mati di Alabama

Global
Penasaran, Anak Ini Masukkan 20 Bola Magnet Kecil ke Penisnya

Penasaran, Anak Ini Masukkan 20 Bola Magnet Kecil ke Penisnya

Global
Kasus George Floyd, Kenapa Polisi AS Jarang Dinyatakan Bersalah dalam Tuduhan Pembunuhan?

Kasus George Floyd, Kenapa Polisi AS Jarang Dinyatakan Bersalah dalam Tuduhan Pembunuhan?

Global
Setelah Trump, Presiden Brasil Ancam Keluar dari WHO

Setelah Trump, Presiden Brasil Ancam Keluar dari WHO

Global
Rekam Jejak Christian B, Tersangka Baru di Penculikan Madeleine McCann

Rekam Jejak Christian B, Tersangka Baru di Penculikan Madeleine McCann

Global
Terus Tebar Ancaman ke Korsel, Korut Janji Akan Buat Tetangganya Itu Menderita

Terus Tebar Ancaman ke Korsel, Korut Janji Akan Buat Tetangganya Itu Menderita

Global
komentar
Close Ads X