Vonis Mati Lewat Zoom, Singapura Dikecam

Kompas.com - 21/05/2020, 15:26 WIB
Ilustrasi WWW.PEXELS.COMIlustrasi

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura dikritik 'kejam dan tidak manusiawi' setelah menghukum mati seorang pengedar narkoba melalui aplikasi Zoom.

Seorang pengedar obat terlarang asal Malaysia, Punithan Genasan (37) pada Rabu (20/5/2020) divonis hukuman gantung oleh pengadilan Singapura melalui video konferensi Zoom sebagai tindakan pencegahan terhadap wabah virus corona.

Genasan terbukti bersalah dengan mengedarkan narkoba sebanyak 28.5 gram heroin, sebuah tindak kriminal yang dapat dijatuhi hukuman mati di bawah Undang Undang anti narkoba yang ketat di negara itu.

Baca juga: Walau Cabut Lockdown Parsial, Singapura Tetap Larang Nongkrong

Mahkamah Agung Singapura mengatakan, itu adalah vonis kasus kriminal pertama yang dilakukan melalui daring.

Zoom telah menjadi sangat populer sejak virus corona melanda seluruh negara di dunia dan membuat pertemuan-pertemuan yang tak memungkinkan secara fisik berganti dengan pertemuan virtual daring.

Namun, persidangan melalui Zoom yang memvonis mati pelaku pengedar narkoba itu dikritisi oleh Pengawas HAM Human Rights Watch (HRW).

Baca juga: Akhiri Lockdown Parsial 1 Juni, Singapura Menuju New Normal dalam 3 Tahap

" Hukuman mati secara permanen (adalah) kejam dan tidak manusiawi, dan penggunaan teknologi jarak jauh (seperti yang dilakukan) Singapura menggunakan Zoom untuk menghukum mati seorang pria membuatnya semakin parah," kata wakil direktur HRW, Phil Robertson.

"Cukup mengejutkan, para jaksa penuntut dan pengadilan sangat tidak berperasaan sehingga mereka gagal melihat bahwa seorang pria yang menghadapi hukuman mati harus memiliki hak untuk hadir di pengadilan untuk melihat para penuduhnya," kata Robertson kepada media Perancis AFP.

Mahkamah Agung mengatakan bahwa persidangan dilakukan dari jarak jauh "untuk keselamatan semua yang terlibat dalam persidangan" di tengah wabah Covid-19.

Baca juga: TKI di Singapura Tidak Mudik 9 Tahun dan Tertunda Lagi karena Covid-19

Singapura menyatakan bahwa hukuman mati, yang merupakan warisan dari penjajahan Inggris, diperlukan sebagai pencegah kejahatan meski pun kelompok-kelompok hak asasi manusia telah lama menyerukan agar hukuman itu dihapuskan.

Seperti banyak negara lain, selama wabah, Singapura telah memerintahkan penutupan sebagian besar bisnis, menyarankan orang untuk tetap tinggal di rumah untuk melawan pandemi.

Ibu kota Singapura berhasil mengendalikan wabah pada tahap awal tetapi terkena gelombang infeksi kedua, terutama yang terjadi pada pekerja migran bergaji rendah di asrama yang penuh sesak.

Singapura sejauh ini telah melaporkan lebih dari 29.000 infeksi akibat virus corona termasuk 22 kematian.

Baca juga: Yayasan Temasek Singapura Kirim Bantuan Perangi Covid-19 ke 3 Daerah di Indonesia


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Keponakan Pablo Escobar Temukan Kantong Plastik Berisi Uang Senilai Rp 268 Miliar Tersembunyi di Dinding | Musuh Politik Bebuyutan, Akankah UMNO Lapangkan Jalan Anwar Ibrahim Jadi PM?

[POPULER GLOBAL] Keponakan Pablo Escobar Temukan Kantong Plastik Berisi Uang Senilai Rp 268 Miliar Tersembunyi di Dinding | Musuh Politik Bebuyutan, Akankah UMNO Lapangkan Jalan Anwar Ibrahim Jadi PM?

Global
Ingin Keluar dari Daftar Terorisme AS, Sudan Ditodong Normalisasi Hubungan dengan Israel

Ingin Keluar dari Daftar Terorisme AS, Sudan Ditodong Normalisasi Hubungan dengan Israel

Global
Setelah UEA dan Bahrain, Oman dan Sudan Dikabarkan akan Berdamai dengan Israel

Setelah UEA dan Bahrain, Oman dan Sudan Dikabarkan akan Berdamai dengan Israel

Global
Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel

Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel

Global
Mesum dengan Pacar Saat Rapat Virtual, Anggota Parlemen Mengundurkan Diri

Mesum dengan Pacar Saat Rapat Virtual, Anggota Parlemen Mengundurkan Diri

Global
Tidak Dipenjara, Ini Hukuman Pelaku Pelecehan Wanita Pakai Hot Pants di Perancis

Tidak Dipenjara, Ini Hukuman Pelaku Pelecehan Wanita Pakai Hot Pants di Perancis

Global
Lebih dari 80 Persen Orang Inggris Tidak Tertib Isolasi Mandiri Covid-19

Lebih dari 80 Persen Orang Inggris Tidak Tertib Isolasi Mandiri Covid-19

Global
Insiden Penikaman di Bekas Kantor Charlie Hebdo, 4 Orang Jadi Korban

Insiden Penikaman di Bekas Kantor Charlie Hebdo, 4 Orang Jadi Korban

Global
Tak Mau Pakai Masker di Kereta, Pria Mabuk Ditendang dan Diinjak Polisi

Tak Mau Pakai Masker di Kereta, Pria Mabuk Ditendang dan Diinjak Polisi

Global
Video Viral Polisi Lindas Kepala Demonstran Saat Demo Breonna Taylor

Video Viral Polisi Lindas Kepala Demonstran Saat Demo Breonna Taylor

Global
Video Robot Gundam Asli 'Pemanasan', Siap Beraksi Tak Lama Lagi

Video Robot Gundam Asli "Pemanasan", Siap Beraksi Tak Lama Lagi

Global
Raja Malaysia di RS, Klaim Anwar Gulingkan Muhyiddin Masih Menggantung

Raja Malaysia di RS, Klaim Anwar Gulingkan Muhyiddin Masih Menggantung

Global
Ketahuan Bocorkan Rahasia Militer China ke Keluarga dan Teman Game Online, Seorang Prajurit Dipecat

Ketahuan Bocorkan Rahasia Militer China ke Keluarga dan Teman Game Online, Seorang Prajurit Dipecat

Global
Kabar Baik, Awal 2021 Vaksin Corona Sinovac Diprediksi Siap Disebar ke Seluruh Dunia

Kabar Baik, Awal 2021 Vaksin Corona Sinovac Diprediksi Siap Disebar ke Seluruh Dunia

Global
Iran dan Rusia Bahas Kerja Sama Produksi Vaksin Corona

Iran dan Rusia Bahas Kerja Sama Produksi Vaksin Corona

Global
komentar
Close Ads X