Terus Bekerja Keras, Kim Jong Un Tak Liburan dan Tidak Tidur

Kompas.com - 20/05/2020, 16:15 WIB
Kim Jong Un terlihat menghadiri peresmian pabrik pupuk Suchon di Provinsi Pyongan Selatan, Korea Utara. Foto ini diambil pada 1 Mei 2020 dan dipublikasikan oleh kantor berita pemerintah Korea Utara KCNA (Korean Central News Agency) pada 2 Mei 2020. Kim Jong Un sebelumnya sempat menghilang selama 20 hari, yang memantik spekulasi tentang keberadaannya. KCNA VIA KNS/AFPKim Jong Un terlihat menghadiri peresmian pabrik pupuk Suchon di Provinsi Pyongan Selatan, Korea Utara. Foto ini diambil pada 1 Mei 2020 dan dipublikasikan oleh kantor berita pemerintah Korea Utara KCNA (Korean Central News Agency) pada 2 Mei 2020. Kim Jong Un sebelumnya sempat menghilang selama 20 hari, yang memantik spekulasi tentang keberadaannya.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut bekerja keras sepanjang tahun, di mana dia tidak berlibur, istirahat, atau bahkan tidur.

Klaim itu disampaikan media pemerintah, yang dipaparkan oleh media berbasis di Korea Selatan dan dikelola sejumlah pembelot Korut, NK News.

"Dari awal, kalender revolusioner dari pemimpin kami tidak punya hari khusus, liburan, atau bahkan perayaan ulang tahun," ulas Rodong Sinmun.

Baca juga: Kepala Intelijen dan Pengawal Pribadi Kim Jong Un Diganti

Harian resmi Komite Pusat Partai Buruh mendedikasikan seluruh halaman pertama dengan foto delapan tahun kepemimpinan Kim Jong Un.

Dalam laporan Rodong Sinmun, Partai Buruh sudah menyusun dan menerapkan segala kebijakan yang bertujuan bagi kemakmuran rakyat.

"Kami tanpa ampun menebas siapa pun yang melanggar keuntungan rakyat dengan menyalahgunakan kekuasaan, birokratisme, dan korupsi," papar Rodong Sinmun.

Dalam ulasannya, harian pemerintah Korea Utara itu menekankan Kim Jong Un sebagai "kamerad pemimpin tertinggi yang tidak tidur dan beristirahat dengan jadwal intens".

Artikel itu memfokuskan kapda kebijakan Kim yang "mengedepankan" rakyat, di mana dia tak ragu emnghukum mereka yang menyalahgunakan posisi.

Dia diyakini memerintahkan kepada militer untuk bersih-bersih siapa saja perwira yang terindikasi terlibat dalam kegiatan rasuah.

Baca juga: Kim Jong Un Diduga Kerahkan Hacker, Curi Kriptokurensi guna Cegah Krisis Keuangan Korut

Artikel itu juga memuji Kim yang mencintai rakyatnya, yang mengagungkan kepemimpinannya meski di tengah "situasi sulit dan parah".

Harian itu mengecam adanya tekanan yang dilakukan negara asing, makin meningkat sejak Kim berkuasa menggantikan ayahnya, Kim Jong Il.

Dalam ulasannya, kekuatan imperialis menggunakan segala cara untuk menghancurkan strategi Republik Demokratik Rakyat Korea (nama resmi Korut) yang berusia setengah abad.

Karena itu untuk menghadapi mereka, Kim disebut memperkuat militer hingga pantas menyandang "kekuatan global", di mana sektor ekonomi bakal menyusul tak lama lagi.

Christopher Green, dosen di Universitas Leiden kepada NK News dikutip New York Post Selasa 919/5/2020) berujar, dia tertarik bukan pada kontennya.

Baca juga: Penasihat AS Sebut Kim Jong Un Mungkin Baik-baik Saja

Namun pada konteks, di mana artikel tersebut dimaksudkan untuk merayakan delapan tahun kepemimpinan Kim yang jatuh pada April lalu.

"Saya berasumsi publikasi ini baru keluar karena otoritas di sana harus fokus kepada sesuatu hal bulan lalu," papar Green.

Dia menduga baru keluarnya artikel itu bisa jadi ada dua hal. Karena Pyongyang punya agenda lain atau tak bisa mengeksekusi propaganda tersebut.

Artikel yang dipublikasikan pada Sabtu 916/5/2020), terjadi setelah Kim kembali tidak terlihat di hadapan publik selama dua pekan.

Baca juga: Kim Jong Un dan Para Wanita di Lingkar Kekuasaannya

Sebelumnya, Kim juga menjadi perhatian publik karena tidak muncul selama dua pekan sejak memimpin rapat partainya pada 11 April.

Dia tidak muncul pada Hari Matahari, perayaan kelahiran kakeknya Kim Il Sung, yang merupakan hari terbesar dalam kalender Korea Utara.

ketidakmunculan Kim Jong Un sontak menjadi perhatian dunia, yang memunculkan serangkaian rumor mengenai kondisi kesehatannya.

"Apa pun yang membuat Kim tak hadir pada hari itu, kemungkinan menjadikan artikel ini baru muncul sebulan sesudah jadwal aslinya," jelas Green lagi.

Baca juga: Kim Jong Un Puji Respons Covid-19 China, Saat Korut Kecam Latihan Militer Korsel


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X