Rusia Kecam AS Tentang Ancaman Trump soal Covid-19 dan WHO

Kompas.com - 20/05/2020, 15:04 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov. AFP / THOMAS PETERWakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia pada Selasa (19/5/2020) mengecam ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan menarik mundur AS dari urusan penanganan terhadap pandemi virus corona dengan Badan Kesehatan Dunia ( WHO).

"Ya, ada peluang untuk memperbaikinya dan kami siap, seperti sebelumnya, untuk berperan aktif dalam hal ini," ungkap wakil menteri luar negeri Rusia, Sergei Ryabkov sebagaimana dikutip Kantor Berita Interfax.

Baca juga: Virus Corona, Trump Beri Ultimatum ke WHO

"Namun, kami menentang segala sesuatu yang melanggar demi preferensi politik atau pun geopolitik suatu negara. Maksud saya, AS atau sekelompok negara yang dikepalai AS," kata Ryabkov pada wartawan.

Dilansir Kantor Berita RIA, Ryabkov juga mengatakan, "Kami menentang segala bentuk politisasi yang berkaitan dengan penyebaran Covid-19."

Baca juga: Trump Sebut WHO sebagai Boneka China

WHO dikatakan Ryabkov, bukan barang yang bisa dioper ke sana sini. Trump sebelumnya telah menuduh WHO telah gagal dalam menangani wabah virus corona dan menjadi 'bonekanya China'.

Trump diketahui telah terjebak dalam pertikaian sengit dengan Beijing dengan mengatakan China telah menutup-nutupi wabah di awal kejadian di Wuhan.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Demo Black Lives Matters, Amerika Bersatu Serukan Persatuan Indonesia

Tanggapi Demo Black Lives Matters, Amerika Bersatu Serukan Persatuan Indonesia

Global
Intip Lebih dari 800 Rok Wanita, Pelaku 'Upskirting' Singapura Dipenjara

Intip Lebih dari 800 Rok Wanita, Pelaku "Upskirting" Singapura Dipenjara

Global
Curahan Hati Pekerja Seks di Tengah Pandemi Covid-19: Banyak Konsumen Melupakan Saya

Curahan Hati Pekerja Seks di Tengah Pandemi Covid-19: Banyak Konsumen Melupakan Saya

Global
Rasis, Remaja Kulit Hitam Di-bully Remaja Kulit Putih untuk Cium Sepatunya

Rasis, Remaja Kulit Hitam Di-bully Remaja Kulit Putih untuk Cium Sepatunya

Global
Usai Dipukuli dan Diusir Anaknya, Nenek Ini Diadopsi Pengusaha India

Usai Dipukuli dan Diusir Anaknya, Nenek Ini Diadopsi Pengusaha India

Global
Pemerintah Australia Siapkan Bantuan Tunai Rp 250 Juta untuk Warganya yang Ingin Renovasi Rumah

Pemerintah Australia Siapkan Bantuan Tunai Rp 250 Juta untuk Warganya yang Ingin Renovasi Rumah

Global
Pembunuh Berdarah Dingin Ini Santai Nikmati Kopi dan Rokok Usai Bantai Korbannya

Pembunuh Berdarah Dingin Ini Santai Nikmati Kopi dan Rokok Usai Bantai Korbannya

Global
Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut

Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut

Global
Merkel Tegaskan Tak Akan Maju untuk Kali Kelima

Merkel Tegaskan Tak Akan Maju untuk Kali Kelima

Global
Tak Kebagian Kursi di Kereta Api, Pria Ini Langsung Beli Mobil untuk Mudik

Tak Kebagian Kursi di Kereta Api, Pria Ini Langsung Beli Mobil untuk Mudik

Global
Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Global
Pria Ini Jual Istrinya, gara-gara Mahar Sepeda Motor Tidak Dipenuhi

Pria Ini Jual Istrinya, gara-gara Mahar Sepeda Motor Tidak Dipenuhi

Global
Meghan Markle Ungkap Kesedihannya atas Perpecahan Ras di AS

Meghan Markle Ungkap Kesedihannya atas Perpecahan Ras di AS

Global
Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Terancam Dipenjara 20 Tahun Lebih

Skandal 1MDB, Eks PM Malaysia Najib Razak Terancam Dipenjara 20 Tahun Lebih

Global
Kakak George Floyd Tuntut Derek Chauvin Didakwa Pembunuhan Tingkat Pertama

Kakak George Floyd Tuntut Derek Chauvin Didakwa Pembunuhan Tingkat Pertama

Global
komentar
Close Ads X