China Janjikan Bantuan Rp 29 Triliun untuk Perangi Covid-19

Kompas.com - 18/05/2020, 21:41 WIB
Sejumlah negara mulai menuntut China terkait dengan penyebaran COVID-19 karena dinilai tidak transparan. AP: Xie Huanchi via XinhuaSejumlah negara mulai menuntut China terkait dengan penyebaran COVID-19 karena dinilai tidak transparan.

BEIJING, KOMPAS.com - China menjanjikan bantuan finansial 2 miliar dollar AS (Rp 29 triliun) selama dua tahun untuk membantu memerangi Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan virtual Badan Kesehatan Dunia (WHO), di mana dia juga menekankan bahwa negaranya sudah transparan

Dilansir Channel News Asia Senin (18/5/2020), bantuan sebesar 2 miliar dollar AS atau Rp 29 triliun itu terutama untuk membantu negara berkembang.

Baca juga: Presiden China Dukung Investigasi Virus Corona, tapi...

Xi Jinping juga menyatakan, dia mendukung adanya rencana untuk menyelidiki respons global terhadap virus corona yang mewabah sejak akhir Desember 2019.

Namun, presiden berusia 66 tahun itu menegaskan dia ingin agar investigasi itu baru dilakukan setelah virus bisa dikendalikan.

"China mendukung evaluasi komprehensif respons global terhadap wabah setelah mampu tertangani, untuk mengumpulkan pengalaman dan memperbaiki kekurangan," jelasnya.

Presiden yang menjabat sejak 2012 itu mengusulkan agar penyelidikan itu dilakukan secara profesional dan dipimpin Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Prinsip obyektivitas dan keadilan dari langkah ini haruslah dikedepankan," jelas presiden yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Komunis.

Baca juga: Dubes China di Israel Diyakini Meninggal karena Sebab Alami

China berjanji membuat vaksin virus corona "barang global"

Presiden Xi Jinping dalam pertemuan virtual itu juga menyatakan, dia akan membuat vaksin Covid-19 sebagai "barang yang bisa dinikmati dunia" begitu ditemukan.

Sejauh ini, Negeri "Panda" dilaporkan sudah mempunyai lima kandidat vaksin virus corona yang saat ini berada dalam fase uji coba klinis.

"Setelah dilakukan penelitian dan pengembangan, vaksin ini akan siap digunakan dan segera dinikmati oleh dunia," papar Xi.

Dia menerangkan, langkah itu akan menjadi bukti bahwa mereka berkontribusi dalam memberikan akses pengobatan atas virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu.

Dalam keterangan pakar, dibutuhkan waktu 12 hingga 18 bulan, bahkan bisa saja lebih lama, untuk menciptakan vaksin yang efektif.

Lebih lanjut, Beijing juga akan berkoordinasi dengan PBB untuk menciptakan jaringan kemanusiaan global, di mana mereka bisa menyalurkan bantuan ke seluruh dunia.

Baca juga: Penasihat Medis China Bantah Data Virus Corona Negaranya Masih Meragukan

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Ini Dipukul oleh 3 Pria karena Pakai Rok

Wanita Ini Dipukul oleh 3 Pria karena Pakai Rok

Global
Usai Kasus Li Wenliang, Beijing Buat UU Baru Khusus Nakes 'Whistleblower'

Usai Kasus Li Wenliang, Beijing Buat UU Baru Khusus Nakes "Whistleblower"

Global
Perang Azerbaijan-Armenia di Nagorny Karabakh Masuki Hari Kedua, 39 Orang Tewas

Perang Azerbaijan-Armenia di Nagorny Karabakh Masuki Hari Kedua, 39 Orang Tewas

Global
Diguncang Aksi Protes, Presiden Mesir Peringatkan Gangguan Stabilitas Nasional

Diguncang Aksi Protes, Presiden Mesir Peringatkan Gangguan Stabilitas Nasional

Global
KTT G20 Akan Digelar Virtual November, Arab Saudi Tuan Rumahnya

KTT G20 Akan Digelar Virtual November, Arab Saudi Tuan Rumahnya

Global
Perang Azerbaijan-Armenia, PM Nikol Pashinyan: Campur Tangan Turki Akan Ciptakan Ketidakstabilan

Perang Azerbaijan-Armenia, PM Nikol Pashinyan: Campur Tangan Turki Akan Ciptakan Ketidakstabilan

Global
Alasan Trump Masih 'Ngotot' Minta Biden Tes Narkoba Jelang Debat Capres Pertama

Alasan Trump Masih "Ngotot" Minta Biden Tes Narkoba Jelang Debat Capres Pertama

Global
Sebelum Dibunuh, Pejabat Korsel Coba Diselamatkan oleh Tentara Korut

Sebelum Dibunuh, Pejabat Korsel Coba Diselamatkan oleh Tentara Korut

Global
Pengangguran di Australia: 6.000 Orang Melamar Jadi Pencuci Piring

Pengangguran di Australia: 6.000 Orang Melamar Jadi Pencuci Piring

Global
Busana Indonesia Karya Maquinn Couture Pukau 170 Tamu Undangan Milan Fashion Week

Busana Indonesia Karya Maquinn Couture Pukau 170 Tamu Undangan Milan Fashion Week

Global
Dicalonkan Trump Jadi Hakim Agung, Siapa Amy Coney Barrett?

Dicalonkan Trump Jadi Hakim Agung, Siapa Amy Coney Barrett?

Global
Diserang Gorila, Pawang Kebun Binatang di Spanyol Terluka Parah

Diserang Gorila, Pawang Kebun Binatang di Spanyol Terluka Parah

Global
Presiden Azerbaijan: Armenia Menembaki Permukiman dan Pangkalan Militer Kami

Presiden Azerbaijan: Armenia Menembaki Permukiman dan Pangkalan Militer Kami

Global
Konflik Azerbaijan-Armenia, Negara di Timur Tengah dan Asia Suarakan Keprihatinan

Konflik Azerbaijan-Armenia, Negara di Timur Tengah dan Asia Suarakan Keprihatinan

Global
Dubes Lutfi Ajak Warga Indonesia di AS jadi Duta Bangsa

Dubes Lutfi Ajak Warga Indonesia di AS jadi Duta Bangsa

Global
komentar
Close Ads X