Presiden China Dukung Investigasi Virus Corona, tapi...

Kompas.com - 18/05/2020, 19:57 WIB
Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus di Beijing, pada 28 Januari 2020. REUTERS/POOL New/Naohiko HattaPresiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus di Beijing, pada 28 Januari 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping menyatakan, negaranya mendukung "evaluasi komprehensif" mengenai respons dunia atas virus corona.

Namun, dalam pernyataan yang disampaikan saat pertemuan Dewan Kesehatan Dunia, dia menekankan agenda itu baru bisa diberlakukan jika wabah bisa ditangani.

Dalam pertemuan yang digelar secara virtual, Xi Jinping menekankan bahwa Beijing selalu "terbuka, transparan, dan bertanggung jawab".

Baca juga: Penasihat Medis China Bantah Data Virus Corona Negaranya Masih Meragukan

Dilansir AFP Senin (18/5/2020), Presiden China berusia 66 tahun itu menyatakan mereka membagi data virus corona secara cepat.

Pertemuan Dewan Kesehatan Dunia, digelar secara daring untuk kali pertama dalam sejarah, mendiskusikan resolusi yang diusulkan Uni Eropa.

Dalam resolusi itu, Uni Eropa menyerukan adanya investigasi tak memihak, sekaligus evaluasi komprehensif dunia atas wabah Covid-19 ini.

Dalam pidatonya, Xi mengatakan penyelidikan mengenai sikap dunia itu haruslah bersifat merangkum dan memperbaiki kekurangan yang ada.

Sejumlah negara Barat seperti AS dan Inggris sebelumnya meminta agar diadakan penyelidikan independen mengenai asal usul Covid-19.

Permintaan itulah yang kemudian memicu kerenggangan hubungan antara AS dengan China di tengah wabah yang pertama terdeteksi di Wuhan itu.

Baik Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuding Beijing tidak transparan mengenai virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu.

Mereka juga berulang kali mendorong teori konspirasi bahwa wabah tersebut berasal dari laboratorium di Wuhan yang bocor.

Pihak Negeri "Panda" jelas membantah tudingan itu, dan menyatakan mereka terus berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO).

Baca juga: Kurang Imunitas, China Masih Rapuh Hadapi Gelombang Kedua Virus Corona

Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Global
WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

Global
Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Global
Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Global
Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Global
Mengintip Kekuatan Tersembunyi Militer Taiwan: Jebakan di Pantai dan Dinding Api

Mengintip Kekuatan Tersembunyi Militer Taiwan: Jebakan di Pantai dan Dinding Api

Global
Nekat Gelar Pesta Kala Pandemi Virus Corona, 300 Orang Dibubarkan Polisi

Nekat Gelar Pesta Kala Pandemi Virus Corona, 300 Orang Dibubarkan Polisi

Global
Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Global
Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Global
Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Global
Kunjungi Taiwan, Menkes AS Salah Ucap Nama Presiden Tsai Jadi Xi

Kunjungi Taiwan, Menkes AS Salah Ucap Nama Presiden Tsai Jadi Xi

Global
MV Wakashio Retak, Bencana Minyak Tumpah di Mauritius Bisa Makin Parah

MV Wakashio Retak, Bencana Minyak Tumpah di Mauritius Bisa Makin Parah

Global
'Misteri Besar' Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

"Misteri Besar" Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

Global
[Hari Ini dalam Sejarah] Pernikahan Pertama di Luar Angkasa

[Hari Ini dalam Sejarah] Pernikahan Pertama di Luar Angkasa

Global
Palang Merah Internasional Latih 43.000 Relawan untuk Bantu Warga di Korea Utara

Palang Merah Internasional Latih 43.000 Relawan untuk Bantu Warga di Korea Utara

Global
komentar
Close Ads X