Kurang Imunitas, China Masih Rapuh Hadapi Gelombang Kedua Virus Corona

Kompas.com - 17/05/2020, 16:39 WIB
Dr Zhong Nanshan, kepala tim investigasi virus corona baru dari Komisi Kesehatan Nasional China, dalam wawancara bersama Reuters di Guangzhou, Provinsi Guangdong, pada 11 Februari 2020. REUTERS/THOMAS SUENDr Zhong Nanshan, kepala tim investigasi virus corona baru dari Komisi Kesehatan Nasional China, dalam wawancara bersama Reuters di Guangzhou, Provinsi Guangdong, pada 11 Februari 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - China dianggap masih rapuh dalam menghadapi gelombang kedua virus corona karena kurangnya imunitas di masyarakatnya/

Pernyataan itu disampaikan Dr Zhong Nanshan, pakar pernapasan yang ditunjuk untuk memimpin upaya Negeri "Panda" dalam memerangi wabah.

Berdasarkan data yang disampaikan Komisi Kesehatan Nasional (NHC), China melaporkan lebih dari 82.000 kasus dan 4.633 korban meninggal.

Baca juga: Penasihat Medis China Sebut Wuhan Tak Jujur soal Virus Corona

Level infeksi virus corona di Negeri "Panda" sempat melonjak pada akhir Januari, membuat pemerintah pusat menutup sejumlah daerah terdampak.

Kemudian di awal Februari, mereka mencatatkan setidaknya 3.887 kasus per hari. Sebulan kemudian, angkanya mulai berkurang ke level dua digit.

Setelah dianggap bisa menangani Covid-19, Negeri "Panda" perlahan-lahan mulai kembali normal, dengan sekolah dan pabrik mulai dibuka kembali.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam wawancara dengan CNN, Dr Zhong Nanshan menyatakan agar Beijing tidak mengendurkan kewaspadaan, dan mempersiapkan gelombang kedua.

Dilansir Minggu (17/5/2020), dia mendasarkan argumentasinya dari ditemukannya kasus baru di Wuhan, lokasi pertama terdeteksinya wabah.

Baca juga: 5 Krisis Besar Dunia Selain Virus Corona

Pada pekan lalu, otoritas ibu kota Provinsi Hubei itu mengumumkan tidak hanya kasus baru, namun juga klaster lain setelah sebulan tak ditemukannya infeksi.

Otoritas kesehatan setempat menemukan ada enam penularan, dengan lima di antaranya terjadi di lokasi permukiman yang sama.

Halaman:
Baca tentang

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Global
Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Global
Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Global
Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Global
China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

Global
 Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Global
China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

Global
Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Global
Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Global
Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Global
PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

Global
Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Global
Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi 'OK' yang Jadi Kontroversi

Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi "OK" yang Jadi Kontroversi

Global
Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada 'Dewi Corona'

Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada "Dewi Corona"

Global
komentar
Close Ads X