Tawarkan Hadiah untuk Bunuh Duterte, Guru di Filipina Ditangkap

Kompas.com - 16/05/2020, 14:02 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP PHOTOPresiden Filipina Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Otoritas penegak hukum Filipina mengumumkan dua orang setelah mereka diduga mengunggah tawaran hadiah untuk membunuh Presiden Rodrigo Duterte.

Mereka adalah Ronnel Mas, seorang guru sekolah negeri d i Provinsi Zambales, dan Ronald Quiboyen, seorang pekerja konstruksi.

Mas ditangkap setelah mengunggah tawaran uang 50 juta peso, sekitar Rp 14,6 miliar, bagi siapa pun yang bersedia membunuh Duterte.

Baca juga: Cegah Orang Berkeliaran Saat Lockdown Covid-19, Duterte Ancam Kerahkan Militer

Sementara Quiboyen'(40) menawarkan 100 juta peso, sekitar Rp 29,3 miliar, bagi mereka yang ingin menyakiti presiden 75 tahun itu.

"Saya akan memberikan hadiah 50 juta peso (bagi siapa pun yang bisa membunuh) Duterte," kata Mas dalam unggahan di Twitter.

Guru berusia 25 tahun itu ditangkap oleh Biro Investigasi Nasional (NBI) di Distrik Dagupan pada Selasa waktu setempat (12/5/2020).

NBI melacak Mas menggunakan jejak interaksinya di dunia maya setelah yang bersangkutan menghapus akun Twitter karena unggahannya viral.

Di markas NBI, Mas awalnya berkilah bahwa dia merupakan korban pencurian identitas. Namun, dia kemudian mengakui perbuatannya itu.

Dia mengaku tidak punya uang sebesar 50 juta peso untuk membayar calon pembunuh Digong, sapaan akrab presiden, atau membiarkannya terbunuh.

Dikatakan Mas melakukan aksi itu untuk menambah jumlah ritwit dan follower, dan memohon ampunan kepada mntan Wali Kota Davao itu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Arab News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X