Kompas.com - 15/05/2020, 21:33 WIB
Pada 4 Mei 2020, Sebuah toko es krim di Hong Kong telah menciptakan rasa es krim gas air mata menggunakan lada hitam, untuk mengenang semua gas air mata yang ditembakkan oleh polisi Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir. 
Rasa itu adalah tanda dukungan bagi gerakan pro-demokrasi, yang berusaha mendapatkan kembali momentumnya selama pandemi virus corona. APPada 4 Mei 2020, Sebuah toko es krim di Hong Kong telah menciptakan rasa es krim gas air mata menggunakan lada hitam, untuk mengenang semua gas air mata yang ditembakkan oleh polisi Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir. Rasa itu adalah tanda dukungan bagi gerakan pro-demokrasi, yang berusaha mendapatkan kembali momentumnya selama pandemi virus corona.

KOMPAS.com - Sebuah toko es krim di Hong Kong mengeluarkan varian rasa baru, yaitu rasa 'gas air mata'. 

Bahan utama pembuatan es krim ini adalah lada hitam. Lada hitam dijadikan simbol untuk mengingat penembakan gas air mata yang dilakukan polisi Hong Kong di jalan-jalan kota otonomi pemerintah China selama berbulan-bulan pada demonstrasi tahun lalu.

“Rasanya seperti gas air mata. Awalnya terasa sulit bernapas, dan sangat menyengat dan perih. Itu membuat saya ingin segera minum banyak air,” kata seorang pelanggan bernama Anita Wong, yang mengalami gas air mata pada suatu peristiwa demonstrasi.

"Saya pikir itu adalah kilas balik yang mengingatkan saya betapa menyakitkan yang saya rasakan dalam pergerakan (pro-demokrasi), dan bahwa saya tidak boleh melupakannya."

Rasa 'gas air mata' itu adalah tanda dukungan bagi gerakan pro-demokrasi, yang berusaha mendapatkan kembali momentumnya selama wabah virus corona berlangsung, kata pemilik toko yang menyaratkan namanya anonim itu.

Pemilik toko itu menghindari dampak dari pemerintah pro-Beijing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Potret Berbeda Restoran di China, Hong Kong, dan Taiwan Setelah Kembali Buka

"Kami ingin membuat rasa yang mengingatkan orang bahwa mereka masih harus bertahan dalam gerakan protes dan tidak kehilangan semangat mereka," katanya.

Dia mencoba bahan yang berbeda, termasuk wasabi dan mustard, dalam upaya untuk meniru rasa gas air mata.

Lada hitam, katanya, rasa yang paling mendekati gas air mata dengan efek perih di tenggorokan.

“Kami memanggang dan kemudian menggiling seluruh lada hitam dan membuatnya menjadi gelato, gaya Italia.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

27 Akun Email Jaksa AS Diretas, Berisi Informasi Penting

27 Akun Email Jaksa AS Diretas, Berisi Informasi Penting

Global
Korban Tewas akibat Kebakaran di Turki Capai 6 Orang

Korban Tewas akibat Kebakaran di Turki Capai 6 Orang

Global
UNIK GLOBAL: 2 Geng Monyet Bentrok Rebutan Makanan | Pria Tidur 300 Hari dalam Setahun

UNIK GLOBAL: 2 Geng Monyet Bentrok Rebutan Makanan | Pria Tidur 300 Hari dalam Setahun

Global
China Akui Varian Delta Penyebab Lonjakan Covid-19 Terbaru, 14 Provinsi Terinfeksi

China Akui Varian Delta Penyebab Lonjakan Covid-19 Terbaru, 14 Provinsi Terinfeksi

Global
Kapal Tanker Minyak Diserang di Lepas Pantai Oman Tewaskan Dua Awak, Israel Tuduh Iran

Kapal Tanker Minyak Diserang di Lepas Pantai Oman Tewaskan Dua Awak, Israel Tuduh Iran

Global
Misteri Hilangnya Jimmy Hoffa, Pemimpin Kaum Buruh AS yang Berpengaruh

Misteri Hilangnya Jimmy Hoffa, Pemimpin Kaum Buruh AS yang Berpengaruh

Internasional
Salju Turun untuk Kali Pertama di Brasil, Warga Keheranan

Salju Turun untuk Kali Pertama di Brasil, Warga Keheranan

Global
AS Setujui Penjualan Helikopter Kargo Senilai Miliaran Dollar AS ke Israel

AS Setujui Penjualan Helikopter Kargo Senilai Miliaran Dollar AS ke Israel

Global
Terdakwa Kerusuhan Capitol Tolak Pakai Masker, Hakim Federal AS Bertindak Tegas

Terdakwa Kerusuhan Capitol Tolak Pakai Masker, Hakim Federal AS Bertindak Tegas

Global
Dokumen Terbaru CDC: Varian Delta Covid-19 Lebih Parah dari Perkiraan Sebelumnya

Dokumen Terbaru CDC: Varian Delta Covid-19 Lebih Parah dari Perkiraan Sebelumnya

Global
Sempat Diyakini Tewas, Putra Gaddafi Keluar dari Persembunyian dan Niat Berlaga di Politik Libya

Sempat Diyakini Tewas, Putra Gaddafi Keluar dari Persembunyian dan Niat Berlaga di Politik Libya

Global
Warnet Diterjang Banjir, Gamer di Filipina Tetap Lanjut Main

Warnet Diterjang Banjir, Gamer di Filipina Tetap Lanjut Main

Global
Trump Terbukti Paksa Plt Jaksa Agung Batalkan Hasil Pilpres AS 2020

Trump Terbukti Paksa Plt Jaksa Agung Batalkan Hasil Pilpres AS 2020

Global
Insiden 'Tsunami' Boston 1919, Saat Jutaan Galon Bahan Pembuat Rum Meledak

Insiden "Tsunami" Boston 1919, Saat Jutaan Galon Bahan Pembuat Rum Meledak

Global
Orang Terbang dengan Jetpack Dilaporkan Muncul Lagi di Langit AS

Orang Terbang dengan Jetpack Dilaporkan Muncul Lagi di Langit AS

Global
komentar
Close Ads X