Rusia Catat 10.000 Kasus Infeksi Baru Virus Corona dalam 24 Jam

Kompas.com - 15/05/2020, 17:51 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam pertemuan dengan komunitas bisnis di Kremlin, Moskwa, pada 25 Desember 2019. REUTERS/Alexander Nemenov/POOLPresiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam pertemuan dengan komunitas bisnis di Kremlin, Moskwa, pada 25 Desember 2019.

MOSKWA, KOMPAS.com - Pada Jumat (15/5/2020), Rusia mencatat 10.000 kasus infeksi baru akibat virus corona beriringan dengan uji antibodi massal yang dilakukan Moskwa dan berkurangnya aturan ketat pembatasan atau lockdown.

Dilansir media Perancis AFP, pejabat kesehatan Moskwa melaporkan sebanyak 10.598 kasus infeksi baru terjadi pada waktu 24 jam.

Angka itu menambah jumlah keseluruhan menjadi 262.843 kasus infeksi, dan merupakan yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Diperkosa Saat Jalan-jalan, Gadis di Rusia Terancam Didenda karena Langgar Lockdown

Rusia mengatakan tingginya angka kasus di negara itu karena tes atau pengujian virus corona massal (besar-besaran) yang dilakukan pada lebih dari 6 juta tes.

Ada pun Moskwa, menyumbang sebagian dari angka infeksi keseluruhan di negara itu. Moskwa sejauh ini telah melakukan tes besar-besaran untuk antibodi.

Sementara itu, pada pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa lockdown nasional yang ditujukan untuk memperlambat penyebaran virus corona akan dilonggarkan, bahkan ketika pejabat kesehatan Moskwa mencatat peningkatan kasus infeksi yang stabil dalam kasus-kasus infeksi baru.

Baca juga: 5 Pasien Covid-19 Tewas dalam Kebakaran di Rumah Sakit Rusia

Meski jumlah kasus infeksinya cukup tinggi, tingkat kematian akibat Covid-19 di Rusia lebih rendah dibandingkan negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Italia dan Spanyol.

Rusia sejauh ini melaporkan 113 kematian akibat virus corona pada Jumat, sehingga total kematian di negara itu menjadi 2.418 jiwa.

Pihak berwenang mengatakan tingkat kematian rendah di Rusia dibanding negara Eropa dan Barat lainnya karena Rusia bisa mengambil pelajaran dari pengalaman Eropa dan Barat.

Baca juga: Foto Kreatif dan Menghibur, Warga Rusia Produktif Saat Lockdown

Pemerintah Rusia bergerak cepat untuk mengisolasi para pelancong dan orang-orang yang berisiko, serta meluncurkan kampanye besar-besaran untuk menguji dan mengarantina mereka yang terinfeksi.

Tetapi para kritikus telah meragukan angka-angka tersebut, menuduh pihak berwenang menghitung terlalu rendah dengan menyalahkan kematian terkait virus corona disandarkan pada penyebab lain.

Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X