Lawan Kritik Penanganan Covid-19, China Kerahkan "Pejuang Serigala"

Kompas.com - 14/05/2020, 22:28 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, saat menghadiri konferensi pers di Beijing, China, 8 April 2020. Carlos Garcia Rawlins/REUTERSJuru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, saat menghadiri konferensi pers di Beijing, China, 8 April 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Diplomasi China dari dulu dikenal serbarahasia dan penuh teka-teki.

Henry Kissinger, mantan menteri luar negeri Amerika Serikat, menulis dalam studi seminalnya bertajuk Diplomacy bahwa "diplomasi Beijing sangat halus dan tidak langsung sehingga kami di Washington sulit memahaminya."

Negara-negara Barat mempekerjakan pengamat China untuk menginterpretasikan sinyal-sinyal yang berasal dari politbiro China.

Baca juga: Dituding AS Hendak Mencuri Vaksin Virus Corona, China Merasa Ternodai

Di bawah kepemimpinan mantan Presiden Deng Xiaoping, strategi umum China adalah "sembunyikan kemampuan kita dan tunggu waktu terbaik." Hal itu tidak berlaku lagi sekarang.

China telah mengerahkan sekelompok diplomat yang vokal ke media sosial untuk berbicara berbagai hal dan mereka, terkadang, jujur. Tujuan mereka adalah untuk membela penanganan China atas pandemi virus corona dan menantang orang-orang yang mempertanyakan kronologi versi Beijing.

Mereka rutin berkicau di Twitter dan media sosial lainnya dari kedutaan-kedutaan besar China di seluruh dunia. Mereka lantang, menjawab dengan sarkastis dan agresif. Teknik ini masih baru dan mereka dinamakan " pejuang serigala" atau wolf warrior, sesuai nama sebuah film aksi.

Wolf Warrior dan Wolf Warrior 2 adalah film yang sangat populer yang menampilkan pasukan khusus elite China yang berhadapan dengan tentara bayaran pimpinan AS. Film-film ini menyuguhkan kekerasan dan nasionalisme ekstrem.

Seorang kritikus film mengatakan bahwa film tersebut "seperti Rambo dengan karakteristik China." Poster promosi film tersebut menunjukkan karakter utama mengangkat jari tengahnya dengan slogan: "siapapun yang menyerang China, dari manapun asalnya, harus dihancurkan."

Dalam sebuah tajuk rencana baru-baru ini, surat kabar Partai Komunis China, Global Times, mendeklarasikan bahwa rakyat China "tidak lagi puas dengan nada diplomasi yang lemah" dan negara Barat merasa tertantang oleh diplomasi "Wolf Warrior" baru China.

Baca juga: Pejabat China: Militer AS Bawa Virus Corona ke Wuhan

Bahasa baru

Mungkin "pejuang serigala" terdepan adalah Zhao Lijian, juru bicara muda Kementerian Luar Negeri China. Ia adalah pejabat yang mengemukakan tudingan tanpa substansi bahwa AS mungkin yang membawa virus corona ke Wuhan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Global
Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Global
Anwar Ibrahim Gugat PM Malaysia di Pengadilan soal Usulan Darurat Nasional

Anwar Ibrahim Gugat PM Malaysia di Pengadilan soal Usulan Darurat Nasional

Global
PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mundur, Serahkan Wewenang ke Presiden

PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mundur, Serahkan Wewenang ke Presiden

Global
Fauci: Pakai 2 Masker Lebih Baik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Fauci: Pakai 2 Masker Lebih Baik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Global
13 Fakta Unik Angela Merkel, Kanselir Jerman yang Akan Lengser

13 Fakta Unik Angela Merkel, Kanselir Jerman yang Akan Lengser

Global
Potong Hidung dan Bibir, Pria Ini Sebut Dirinya 'Alien Hitam'

Potong Hidung dan Bibir, Pria Ini Sebut Dirinya "Alien Hitam"

Global
Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa Bahas Navalny dalam Sidang di Markas Besar

Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa Bahas Navalny dalam Sidang di Markas Besar

Global
Facebook Hapus Unggahan dan Tangguhkan Chatbot Perdana Menteri Israel, Apa Alasannya?

Facebook Hapus Unggahan dan Tangguhkan Chatbot Perdana Menteri Israel, Apa Alasannya?

Global
WHO: Akses Adil Vaksin Covid-19 Positif untuk Ekonomi Dunia

WHO: Akses Adil Vaksin Covid-19 Positif untuk Ekonomi Dunia

Global
Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Global
Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Global
Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Global
Ayah Terlibat Kerusuhan Gedung Capitol, Anak Sendiri Ketakutan Lapor ke FBI

Ayah Terlibat Kerusuhan Gedung Capitol, Anak Sendiri Ketakutan Lapor ke FBI

Global
Eksodus dari Hong Kong ke Inggris Diproyeksi Tidak Akan Besar meski Tensi dengan China Memanas

Eksodus dari Hong Kong ke Inggris Diproyeksi Tidak Akan Besar meski Tensi dengan China Memanas

Global
komentar
Close Ads X