FBI Peringatkan "Hacker" China Berniat Curi Data Vaksin Virus Corona

Kompas.com - 11/05/2020, 22:44 WIB
Ilustrasi vaksin imunisasi. shutterstockIlustrasi vaksin imunisasi.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Biro Penyelidik Federal ( FBI) dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri memperingatkan, hacker China berniat mencuri data vaksin virus corona AS.

Dalam laporan yang diterbitkan New York Times itu, baik peretas maupun mata-mata Negeri "Panda" memanfaatkan wabah sebagai kedok sebelum beroperasi.

"China berusaha mendapatkan properti intelektual dan data kesehatan publik berkaitan vaksin, pengoabatan, dan perawatan," ulas The Times.

Baca juga: Gates Foundation Serukan Kerja Sama Global demi Vaksin Virus Corona

Dilaporkan New York Post Senin (11/5/2020), laporan dari FBI dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS itu direncanakan dirilis beberapa hari mendatang.

Dokumen itu menekankan adanya upaya dari "aktor non-tradisional", sebutan untuk mahasiswa atau peneliti yang mencuri informasi dari kampus maupun laboratorium swasta.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada Minggu (10/5/2020), Beijing dituding mengelola tim peretasan untuk menerapkan rencana mengambil vaksin virus corona.

Tudingan itu merupakan bagian dari strategi pertahanan yang melibatkan Komando Siber dan Badan Keamanan Nasional, demikian laporan The Times.

Peringatan itu muncul setelah Presiden Donald Trump menuding Negeri "Panda" sudah memberikan dunia sebuah informasi keliru.

Tak hanya mengenai tingkat keparahan dari wabah virus corona yang mulai terdeteksi di Wuhan, dan menyebarkan propaganda beberapa bulan kemudian.

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Beijing sudah melancarkan propaganda dan penyebaran informasi sesat di tengah pandemi.

Menurut Christopher Krebs, Direktur Keamanan Infrastruktur dan Keamanan Siber menerangkan, fokus para hacker dan mata-mata itu adalah vaksin.

"China punya sejarah panjang dalam berperilaku buruk dalam dunia maya sejauh yang didokumentasikan," kata Krebs dalam wawancara.

Karena itu, dia mengaku tidak terkejut mereka akan mengincar organisasi penting yang terlibat dalam respons penanganan Covid-19.

"Kami dan organisasi yang kami kelola akan mempertahankan kepentingan kami secara agresif," lanjut Krebs.

Baca juga: Sarankan Tes Vaksin Virus Corona di Afrika, 2 Dokter Perancis Dikecam

Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Terakhir sejak Sidang Pembunuhan Terbesar dalam Sejarah Kini Berusia 100 Tahun

Jaksa Terakhir sejak Sidang Pembunuhan Terbesar dalam Sejarah Kini Berusia 100 Tahun

Global
Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Diungsikan saat Briefing

Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Diungsikan saat Briefing

Global
Bos Besar Media Hong Kong Ditangkap, HAM PBB Serukan Peninjauan Ulang

Bos Besar Media Hong Kong Ditangkap, HAM PBB Serukan Peninjauan Ulang

Global
Resmi, PM Lebanon Hassan Diab Mundur Buntut dari Ledakan Beirut

Resmi, PM Lebanon Hassan Diab Mundur Buntut dari Ledakan Beirut

Global
[POPULER GLOBAL] Adu Kuat China Vs Taiwan, Seperti Apa Perbandingan Militer 2 Negara? | Misteri Besar Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

[POPULER GLOBAL] Adu Kuat China Vs Taiwan, Seperti Apa Perbandingan Militer 2 Negara? | Misteri Besar Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

Global
Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Krisis Politik Setelah Ledakan di Beirut, Pemerintah Lebanon Berniat Mundur

Global
WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

WHO Prediksi Kasus Covid-19 di Dunia Bakal Tembus 20 Juta Pekan Ini

Global
Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Akurat sejak 1984, Profesor Sejarah Ini Prediksi Trump Bakal Kalah di Pilpres AS

Global
Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Beri Pesan kepada Israel, Hamas Tembakkan Roket ke Laut

Global
Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Korban Tewas Ledakan di Beirut, Lebanon, Diyakini Capai 200 Orang

Global
Mengintip Kekuatan Tersembunyi Militer Taiwan: Jebakan di Pantai dan Dinding Api

Mengintip Kekuatan Tersembunyi Militer Taiwan: Jebakan di Pantai dan Dinding Api

Global
Nekat Gelar Pesta Kala Pandemi Virus Corona, 300 Orang Dibubarkan Polisi

Nekat Gelar Pesta Kala Pandemi Virus Corona, 300 Orang Dibubarkan Polisi

Global
Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Kunjungi Daerah yang Terdampak Banjir, Kim Jong Un Naik Mobil Mewah

Global
Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Pengusaha Ini Pesan Masker Termahal di Dunia Seharga Rp 22 Miliar, Bertakhtakan Emas dan Berlian

Global
Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Aksi Balasan Terkait Hong Kong, China Beri Sanksi 11 Pejabat AS

Global
komentar
Close Ads X