[POPULER GLOBAL] Alasan Swedia Tidak Lockdown | Jerman Minta Maaf "Hapus" Israel dari Peta

Kompas.com - 11/05/2020, 05:40 WIB
Orang-orang Swedia berolahraga di luar dengan menjaga jarak fisik, di tengah wabah virus corona yang sedang merebak. Foto diambil di Stockholm pada 6 April 2020. TT NEWS AGENCY via REUTERSOrang-orang Swedia berolahraga di luar dengan menjaga jarak fisik, di tengah wabah virus corona yang sedang merebak. Foto diambil di Stockholm pada 6 April 2020.

KOMPAS.com Swedia menjadi satu dari sedikit negara yang membiarkan kehidupan masyarakatnya berjalan seperti biasa di tengah pandemi virus corona.

Kondisi itu terlihat berbeda dibandingkan dengan tetangga Swedia, Denmark, yang telah melarang aktivitas melibatkan 10 orang atau Inggris yang melarang warganya bertemu orang selain anggota keluarga di satu rumah.

Baca juga: Media Asing Sorot Penolakan Alumnus UII Terhadap Tuduhan Pelecehan Seksual

Sementara itu militer Jerman meminta maaf setelah menghapus Israel dari peta yang diterbitkan, sebagai bagian dari laporan militer negara itu.

Permintaan maaf dilayangkan karena rancangan awal laporan tahunan pada 2019, menampilkan warna yang sama pada Israel dan wilayah Palestina yang diduduki, dengan warna negara tetangga mereka, Yordania.

Baca juga: Berkat Kuku Sangat Panjang hingga Melengkung, Wanita Ini Hasilkan Uang Melimpah

Kedua berita tersebut dapat Anda baca selengkapnya dalam kumpulan berita terpopuler di kanal global sepanjang Minggu (10/5/2020) hingga Senin (11/5/2020).

1. Ini Alasan Pemerintah Swedia Tidak Terapkan Lockdown

Di Swedia terdapat lebih banyak imbauan daripada peraturan ketat. Anjuran utama pemerintah adalah tetap berada di rumah, terutama jika sedang sakit atau untuk lansia.

Terdapat kepercayaan yang tinggi oleh masyarakat Swedia terhadap pemerintah mereka. Itulah yang diyakini mendorong warga secara sukarela menjalankan anjuran otoritas.

Lantas bagaimana cara Swedia menangani wabah Covid-19 jika tidak lockdown? Anda bisa membaca selengkapnya di sini.

2. Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Alumnus UII Disorot Media Asing

Media Australia ABC ikut menyorot kasus dugaan kekerasan seksual alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta.

Alumnus Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII angkatan 2012 berinisial IM itu kini dikabarkan tengah menjalani studi di Melbourne, Australia, dengan beasiswa bergengsi.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X