Iran Laporkan 1.500 Kasus Baru Infeksi Virus Corona

Kompas.com - 09/05/2020, 19:06 WIB
Kianoush Jahanpour Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran pada konferensi pers Sabtu, 14 Maret 2020. Iran PressKianoush Jahanpour Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran pada konferensi pers Sabtu, 14 Maret 2020.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pada Sabtu (9/5/2020), Pemerintah Iran memperingatkan adanya peningkatan kasus infeksi akibat virus corona di bagian barat daya meski di beberapa wilayah lain terjadi penurunan.

Dilansir media Perancis AFP, kenaikan kasus infeksi baru dilaporkan sebanyak 1.500 orang.

"Seluruh provinsi menunjukkan penurunan bertahap dalam kasus infeksi baru kecuali wilayah Khuzestan, di mana situasi masih sangat berkaitan," ujar juru bicara kementerian kesehatan, Kianoush Jahanpour di salah satu televisi Iran.

Baca juga: Karantina Abadi Bagi Penyanyi Perempuan Iran

Kementerian kesehatan telah berhenti menerbitkan angka infeksi virus corona di provinsi pada bulan lalu.

Sebagai gantinya, mereka memilih sistem berkode warna putih untuk bagian-bagian negara yang berisiko rendah, kuning untuk wilayah yang berisiko sedang dan merah untuk wilayah berisiko tinggi.

Laporan terbaru menunjukkan Khuzestan berkode warna merah bersama dengan beberapa provinsi lain, termasuk ibu kota Teheran dan pusat ulama Syiah, Qom, tempat Iran melaporkan kasus pertamanya pada Februari silam.

Baca juga: Wabah Covid-19 Belum Selesai, Iran Bakal Buka Masjid di Bulan Ramadhan

Awal pekan lalu, beban harian resmi di Iran mencapai level terendah sejak 10 Maret lalu, namun sejak itu pula naik dengan drastis.

Jahanpour mengatakan adanya 1.529 kasus infeksi baru yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir, sehingga total keseluruhan menjadi 106.220.

Ada 48 kematian baru dengan total korban menjadi 6.589 jiwa. Dari semua yang dirawat di rumah sakit, sejumlah 85.064 orang telah pulih dan dipulangkan.

Baca juga: Komandan Militer Iran: Trump Lebih Berbahaya dari Virus Corona

Sampai sekarang, para pakar baik di dalam mau pun luar negeri telah meragukan angka resmi yang dikeluarkan pemerintah Iran.

Pakar mengatakan jumlah kasus infeksi dan kematian akibat virus corona di Iran bisa jadi jauh lebih tinggi dari yang sudah dilaporkan.

Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X