Trump Sebut AS Bukan Dalang Dibalik Upaya Kudeta di Venezuela

Kompas.com - 08/05/2020, 21:36 WIB
Gambar yang dirilis Kantor Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro berbicara dalam pertemuan dengan petinggi Angkatan Bersenjata Nasional Bolivar (FANB) di Miraflores, Istana Presiden di Caracas, pada 4 Mei 2020. Jaksa Agung Tarek William Saab mengklaim, dua warga AS ditangkap karena berusaha melancarkan kudeta menggulingkan Maduro. AFP/Venezuelan Presidency/HandoutGambar yang dirilis Kantor Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro berbicara dalam pertemuan dengan petinggi Angkatan Bersenjata Nasional Bolivar (FANB) di Miraflores, Istana Presiden di Caracas, pada 4 Mei 2020. Jaksa Agung Tarek William Saab mengklaim, dua warga AS ditangkap karena berusaha melancarkan kudeta menggulingkan Maduro.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagaimana dilansir AFP pada Jumat (8/5/2020) mengatakan bahwa Amerika Serikat bukan dalang dibalik rencana kudeta rahasia yang gagal di Venezuela yang diduga melibatkan dua orang Amerika.

"Jika saya ingin pergi ke Venezuela, saya tidak akan merahasiakannya," jelas Trump kepada Fox News.

"Saya akan datang dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan setuju. Saya tidak akan mengirim pasukan kecil, tidak, tidak, tidak. Itu bisa disebut pasukan," ujar Trump, "Itu bisa disebut sebuah 'invasi' (serangan)."

Baca juga: Gagal Kudeta Venezuela, Tentara Bayaran AS Langsung Akui Perbuatan

Pemerintah Presiden Venezuela sayap kiri, Nicolas Maduro mengatakan bahwa rencana yang gagal itu didanai oleh pemimpin oposisi yang didukung AS, Juan Guaido dan bahwa dua mantan pasukan khusus tentara AS termasuk dalam 17 orang yang ditahan.

Berdasarkan keterangan pemerintah Venezuela, delapan lainnya yang diduga sebagai penyerang dinyatakan tewas dalam baku tembak.

Maduro mengatakan kedua orang Amerika itu "mengakui kesalahan mereka."

Baca juga: Kudeta Venezuela, AS Akan Kerahkan Segala Cara Bebaskan 2 Warganya

 

Trump menyebut operasi rahasia itu dilakukan oleh "kelompok yang tidak bertanggung jawab" dan berkata, "Saya tidak tahu banyak tentang itu."

"Yang jelas, (operasi rahasia) itu tidak dipimpin oleh Jenderal George Washington," kata Trump mengejek.

"Ini bukan serangan yang bagus. Saya pikir mereka ditangkap sebelum mereka sempat beroperasi."

Baca juga: Maduro Ungkap Identitas 2 Warga AS yang Diduga Lakukan Kudeta Venezuela

Pengakuan pelaku penyerangan

Sebelumnya, pelaku operasi kudeta asal AS yang gagal melakukan kudeta di Venezuela mengakui rencananya untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Nicolas Maduro.

Luke Denman, adalah salah satu pelaku yang mengakui perbuatan itu. Pihak pemerintah Venezuela mengatakan kalau pelaku merupakan tentara bayaran yang serangan senjatanya berhasil digagalkan.

Maduro berulang kali menuduh Presiden AS Donald Trump atas serangan dan usaha penggulingan terhadapnya.

Baca juga: Mantan Pasukan Khusus AS Kisahkan Pimpin Kudeta Gulingkan Presiden Venezuela

Namun Trump selalu menolak sebagaimana diberitakan oleh BBC pada Kamis (7/5/2020), bahwa Trump membantah terlibat dalam kudeta Venezuela.

Menteri Luar Negeri AS,  Mike Pompeo juga mengatakan kalau pemerintah AS akan berusaha menggunakan segala upaya agar bisa membebaskan dua warganya yang diduga melakukan kudeta itu dan membawa pulang kembali ke AS.


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Foto Seksual Sineenat Selir Raja Thailand Bocor ke Publik

Foto Seksual Sineenat Selir Raja Thailand Bocor ke Publik

Global
Thanksgiving, Biden Sarankan Warga AS Tahan Diri untuk Tidak Berkumpul dalam Acara Besar

Thanksgiving, Biden Sarankan Warga AS Tahan Diri untuk Tidak Berkumpul dalam Acara Besar

Global
Trump Ampuni Michael Flynn yang Berbohong kepada FBI tentang Rusia

Trump Ampuni Michael Flynn yang Berbohong kepada FBI tentang Rusia

Global
[POPULER GLOBAL] Mahathir: Saya Sendiri Sekarang | Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

[POPULER GLOBAL] Mahathir: Saya Sendiri Sekarang | Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Global
Meghan Markle Tuai Pujian Setelah Akui Pernah Keguguran

Meghan Markle Tuai Pujian Setelah Akui Pernah Keguguran

Global
Perang Azerbaijan-Armenia Tengah Diselidiki Adanya Dugaan Kejahatan Perang

Perang Azerbaijan-Armenia Tengah Diselidiki Adanya Dugaan Kejahatan Perang

Global
Xi Jinping Kirim Ucapan Selamat dan Pesan Kerja sama Damai kepada Joe Biden

Xi Jinping Kirim Ucapan Selamat dan Pesan Kerja sama Damai kepada Joe Biden

Global
Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Global
Saling Berhadapan di Perairan Australia, Hiu Banteng Kabur Lihat Buaya 4,8 Meter

Saling Berhadapan di Perairan Australia, Hiu Banteng Kabur Lihat Buaya 4,8 Meter

Global
Video Viral Ungkap Bangkai Cerpelai di Denmark Menyembul dari Kuburannya

Video Viral Ungkap Bangkai Cerpelai di Denmark Menyembul dari Kuburannya

Global
China Persiapkan Aturan untuk Hindari Praktik 'Ekstremisme Agama'

China Persiapkan Aturan untuk Hindari Praktik "Ekstremisme Agama"

Global
Setelah Melahirkan di Toilet, Ibu Ini Tenggelamkan Bayinya Sebelum Dikubur

Setelah Melahirkan di Toilet, Ibu Ini Tenggelamkan Bayinya Sebelum Dikubur

Global
Berfoto dengan Selebritas Israel, Penyanyi Mesir Mohamed Ramadan Hadapi Tuntutan Hukum

Berfoto dengan Selebritas Israel, Penyanyi Mesir Mohamed Ramadan Hadapi Tuntutan Hukum

Global
China: Kritikan Paus Fransiskus 'Tidak Berdasar' terhadap Minoritas Muslim Uighur

China: Kritikan Paus Fransiskus "Tidak Berdasar" terhadap Minoritas Muslim Uighur

Global
Playboy Nigeria Ini Datang ke Pesta Membawa 6 Wanita yang Tengah Hamil

Playboy Nigeria Ini Datang ke Pesta Membawa 6 Wanita yang Tengah Hamil

Global
komentar
Close Ads X