Sebut Kim Jong Un Tak Bisa Berdiri, Pembelot Korea Utara Minta Maaf

Kompas.com - 04/05/2020, 18:05 WIB
Foto dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (dua kiri) menghadiri upacara peresmian pabrik pupuk di Provinsi Pyongan Selatan, Korea Utara, Jumat (1/5/2020). Ini menjadi kemunculan pertama Kim Jong Un setelah dikabarkan terakhir tampak pada 12 April lalu dan sempat dispekulasikan telah meninggal dunia. AFP/KOREAN CENTRAL NEWS AGENCY VFoto dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (dua kiri) menghadiri upacara peresmian pabrik pupuk di Provinsi Pyongan Selatan, Korea Utara, Jumat (1/5/2020). Ini menjadi kemunculan pertama Kim Jong Un setelah dikabarkan terakhir tampak pada 12 April lalu dan sempat dispekulasikan telah meninggal dunia.

SEOUL, KOMPAS.com - Seorang pembelot Korea Utara minta maaf setelah menyebut Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un terlalu sakit hingga tidak bisa berdiri.

Ucapan itu terjadi beberapa hari setelah Kim muncul kembali ke hadapan publik, di mana dia terlihat tertawa dan merokok.

Selama sekitar 20 hari, Kim Jong Un tidak muncul ke hadapan publik, memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

Baca juga: Korea Selatan Tidak Yakin Kim Jong Un Jalani Operasi

Beragam isu pun muncul, di mana sejumlah pakar menyoroti apa yang terjadi dengan Korea Utara jika Kim Jong Un meninggal.

Namun pada Sabtu (2/5/2020), Pyongyang merilis foto Kim ketika menggunting pita merah saat meresmikan pabrik pupuk di Sunchon.

Kemunculannya tak pelak menjadi tamparan bagi sejumlah pembelot, yang berspekulasi bahwa Kim menderita penyakit parah yang paling parah, meninggal.

Salah satunya adalah Thae Yong Ho, yang dulunya merupakan Wakil Duta Besar Korut untuk Inggris, di mana dia disebut mengelola dana rahasia Kim.

Thae kemudian melarikan diri ke Korea Selatan pada 2016, di mana dia kini terpilih sebagai anggota parlemen dalam pemilihan April.

Dalam rilis resminya, Thae mengaku dia paham jika banyak orang memilihnya karena analisa akurat dan proyeksi mengenai isu di Korut.

"Saya merasa bersalah sekaligus bertanggung jawab. Jadi apa pun alasannya, saya minta maaf kepada semua orang," ungkap Thae.

Halaman:

Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dijuluki 'El Chapo Baru', Pria Ini Pimpin Kartel Narkoba Meksiko yang Dikenal Brutal

Dijuluki "El Chapo Baru", Pria Ini Pimpin Kartel Narkoba Meksiko yang Dikenal Brutal

Global
Menjelang Pemilu AS, Kepemilikan dan Penjualan Senjata Meningkat

Menjelang Pemilu AS, Kepemilikan dan Penjualan Senjata Meningkat

Global
Terkuak Laporan China Hancurkan Ribuan Masjid di Xinjiang

Terkuak Laporan China Hancurkan Ribuan Masjid di Xinjiang

Global
Curhat Pasien Covid-19, Awalnya Meremehkan Sebagai 'Omong Kosong'

Curhat Pasien Covid-19, Awalnya Meremehkan Sebagai "Omong Kosong"

Global
Paus Fransiskus ke PBB: Gunakan Krisis Covid-19 untuk Hasil yang Lebih Baik, Bukan yang Buruk

Paus Fransiskus ke PBB: Gunakan Krisis Covid-19 untuk Hasil yang Lebih Baik, Bukan yang Buruk

Global
Diduga Beli Bangunan Mewah Pakai Uang Gereja, Kardinal Vatikan Ini Mundur

Diduga Beli Bangunan Mewah Pakai Uang Gereja, Kardinal Vatikan Ini Mundur

Global
Pertama Kalinya dalam 100 Tahun, Karnaval Rio de Janeiro Ditunda

Pertama Kalinya dalam 100 Tahun, Karnaval Rio de Janeiro Ditunda

Global
Pesawat AU Ukraina Jatuh, 22 Tewas Termasuk Taruna Militer

Pesawat AU Ukraina Jatuh, 22 Tewas Termasuk Taruna Militer

Global
Trump Dirumorkan Akan Pilih Amy Coney Barrett untuk Isi Posisi Hakim Agung AS

Trump Dirumorkan Akan Pilih Amy Coney Barrett untuk Isi Posisi Hakim Agung AS

Global
Potong Hidung dan Tato Seluruh Tubuh, Cara Pria Ini Agar Jadi 'Alien Hitam'

Potong Hidung dan Tato Seluruh Tubuh, Cara Pria Ini Agar Jadi "Alien Hitam"

Global
Kalau Kalah, Bisakah Trump Tolak Hasil Pemilu AS? Begini Aturannya...

Kalau Kalah, Bisakah Trump Tolak Hasil Pemilu AS? Begini Aturannya...

Global
Siasati Kabut di Kacamata, Seniman Jepang Ini Ciptakan 'Masker Ramen' Bikin Lapar

Siasati Kabut di Kacamata, Seniman Jepang Ini Ciptakan "Masker Ramen" Bikin Lapar

Global
Wanita Ini Kisahkan Bercerai agar Bisa Jadi 'Sugar Baby' dari 9 Pria

Wanita Ini Kisahkan Bercerai agar Bisa Jadi "Sugar Baby" dari 9 Pria

Global
Guru TK Ini Punya Tato di Sekujur Tubuh, Orang Tua Murid Protes

Guru TK Ini Punya Tato di Sekujur Tubuh, Orang Tua Murid Protes

Global
Mahathir Tidak Akan Calonkan Diri di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Mahathir Tidak Akan Calonkan Diri di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Global
komentar
Close Ads X