Siswa di Madagaskar Wajib Minum Covid Organics, 'Obat Virus Corona' Sebelum Belajar

Kompas.com - 04/05/2020, 15:00 WIB
Sebotol Covid Organics, teh herbal, yang digembar-gemborkan oleh Presiden Madagaskar Andry Rajoelina sebagai obat kuat melawan virus corona, yang diberikan kepada setiap siswa dan mendorong mereka untuk meminumnya sebelum dimulainya kelas terlihat di meja siswa. 
Lokasi: JJ Rabearivelo High School di pusat kota Antananarivo pada 23 April 2020. AFP/RIJASOLOSebotol Covid Organics, teh herbal, yang digembar-gemborkan oleh Presiden Madagaskar Andry Rajoelina sebagai obat kuat melawan virus corona, yang diberikan kepada setiap siswa dan mendorong mereka untuk meminumnya sebelum dimulainya kelas terlihat di meja siswa. Lokasi: JJ Rabearivelo High School di pusat kota Antananarivo pada 23 April 2020.

ANTANANARIVO, KOMPAS.com - Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina secara resmi meluncurkan obat herbal lokal yang diklaim mampu mencegah dan mengobati pasien dengan virus corona.

"Tesnya sudah dilakukan, dua orang kini telah sembuh setelah mendapat perawatan ini," ungkap Rajoelina kepada para menteri, diplomat dan jurnalis di Malagasy Institute of Applied Research (IMRA) yang mengembangkan minuman herbal tersebut.

"Hasil dari meminum teh herbal ini bisa dilihat setelah tujuh hari," ujar Rajoelina.

Baca juga: Setelah Pepaya Positif Covid-19, Presiden Tanzania Kini Impor Obat Covid Organics

Dikutip dari AFP, Rajoelina bahkan juga meminum cairan herbal yang dikurangi dosisnya itu, "Saya akan menjadi yang pertama minum ini hari ini di depan Anda untuk menunjukkan bahwa produk ini menyembuhkan dan tidak membunuh."

Minuman itu disebut Covid Organics, diproduksi dari artemisia, sebuah tanaman yang berkhasiat dan terbukti dalam pengobatan Malaria serta campuran ramuan asli lainnya menurut IMRA.

Namun, minuman ini belum dijamin keamanan dan keefektivitasannya secara internasional.

Baca juga: Pepaya dan Kambing Positif Covid-19, Presiden Tanzania Tuding Adanya Sabotase

Selain itu, belum ada data dari uji coba yang dipublikasikan dalam evaluasi karya ilmiah yang dilakukan orang lain terhadap minuman itu.

Para ilmuwan mainstream telah memperingatkan potensi risiko dari minuman herbal yang belum diuji.

Rajoelina mengesampingkan pertimbangan keberatan semacam itu dan mengatakan ramuan itu ditawarkan kepada anak-anak sekolah, karena tugasnya adalah "melindungi orang-orang Malagasi".

Baca juga: Di Tengah Covid-19, Presiden Tanzania Minta Rakyat Berdoa pada Tuhan

"Covid-Organics akan digunakan sebagai profilaksis, yaitu untuk pencegahan, tetapi pengamatan klinis telah menunjukkan kecenderungan efektivitasnya dalam pengobatan (bersifat) kuratif (menyembuhkan)," kata Dr Charles Andrianjara, Direktur Jenderal IMRA.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X