Inggris Akan Buka Lockdown Perlahan, Yakin Sudah Lewati Puncak Wabah Covid-19

Kompas.com - 04/05/2020, 13:29 WIB
Perempuan Inggris berusia 85 tahun ini mendapat sorakan dan tepuk tangan dari seluruh staf rumah sakit setelah dinyatakan sembuh dari virus corona. Daily Mirror NewsPerempuan Inggris berusia 85 tahun ini mendapat sorakan dan tepuk tangan dari seluruh staf rumah sakit setelah dinyatakan sembuh dari virus corona.

LONDON, KOMPAS.com - Minggu (3/5/2020) pemerintah Inggris mengatakan akan melonggarkan lockdown Covid-19 secara bertahap.

Perdana Menteri Boris Johnson diyakini akan mengungkap rencana pemerintah dalam beberapa hari mendatang, setelah mengumumkan negara telah melewati puncak wabah virus corona.

Menurut data terbaru dari Worldometers, korban meninggal Covid-19 di Inggris mencapai 28.446, usai bertambah 315 pada Sabtu (2/5/2020).

Sementara itu jumlah kasus virus corona di Inggris bertambah 4.339 menjadi 186.599.

Baca juga: Belasan Ribu Dokter Inggris Beli APD Sendiri, Merasa Tidak Dilindungi Pemerintah

Johnson sendiri telah tertular Covid-19 dan menghabiskan 3 malam di ICU. Dalam sebuah wawancara ia mengungkapkan, Inggris sudah punya rencana darurat jika dirinya meninggal dunia.

"Itu adalah momen yang sulit, saya tidak akan menyangkalnya," katanya kepada The Sun Minggu (3/5/2020).

"Mereka memiliki strategi seperti saat menghadapi skenario 'kematian Stalin'," tambahnya.

Baca juga: Covid-19, Inggris Siapkan Skenario Stalin jika PM Boris Johnson Meninggal

Menteri Kabinet Michael Gove berujar, kemungkinan ada "beberapa batasan" begitu pembatasan dilonggarkan sampai vaksin corona ditemukan.

Dalam briefing harian tentang tanggapan pemerintah terhadap pandemi global ini, ia juga menegaskan kehidupan normal tidak akan kembali dalam waktu cepat.

Laporan surat kabar setempat pada akhir pekan memberitakan, sekolah dasar dapat dibuka lagi pada awal Juni, sementara penumpang yang naik transportasi umum akan diperiksa suhu tubuhnya.

Periode karantina untuk orang yang berkunjung ke Inggris juga telah diajukan. Menteri Transportasi Grant Shapps mengatakan itu adalah "poin yang sangat dipertimbangkan."

Baca juga: Ramadhan 2020, Masjid Inggris Lebih Ramai untuk Pemakaman Korban Covid-19

Pendekatan bertahap

Negeri "Ratu Elizabeth" ini mengandalkan banyaknya pengujian dan pelacakan kontak termasuk melalui aplikasi ponsel pintar, untuk memantau tingkat penularan dan mencegah gelombang kedua virus corona.

Aplikasi yang dikembangkan oleh bagian digital Layanan Kesehatan Nasional (NHS) itu akan diujicoba mulai pekan depan di Isle of Wight, Inggris selatan.

Gove berharap 80.000 rumah tangga di pulau itu mungkin akan mengunduh aplikasi yang katanya adalah "satu rangkaian" dari langkah-langkah untuk menekan jumlah infeksi.

Saat mencabut lockdown Inggris, ia menambahkan "Pendekatan bertahap adalah salah satu yang memungkinkan kami untuk memantau dampak perubahan-perubahan itu terhadap kesehatan masyarakat, dan jika perlu dengan cara yang spesifik dan terlokalisasi."

"Itu berarti kita dapat menghentikan sebentar atau bahkan menerapkan lagi pembatasan yang mungkin diperlukan dalam menangani wabah yang terpusat di satu lokasi."

Baca juga: Kediaman Monster, Penjara Baru untuk Reynhard Sinaga Pemerkosa Terburuk dalam Sejarah Inggris

Inggris telah memerintahkan semua toko dan layanan non-esensial ditutup mulai 23 Maret, memberitahu orang-orang untuk tetap di rumah kecuali berbelanja bahan makanan dan obat-obatan, lalu berolahraga sekali sehari.

Survei dari Opinium Research menunjukkan rata-rata tak sampai 1 dari 5 orang Inggris percaya ini adalah waktu yang tepat untuk membuka kembali sekolah, restoran, pub, dan stadion olahraga.

Kekhawatiran juga diutarakan masyarakat mengenai bagaimana mempertahankan social distancing oleh anak-anak kecil, juga kepadatan berlebihan pada transportas umum.

Johnson mengatakan pemakaian masker bisa sangat berguna saat negara kembali dibuka.

Operator kereta api Cross-Channel Eurostar pada Sabtu (2/5/2020) mengumumkan masker yang menutupi mulut dan hidung akan diwajibkan pada layanan di London, Paris, dan Brussels mulai Senin (4/5/2020).

Baca juga: Ketidaksetaraan Ras di Inggris Picu Peningkatan Kasus Kematian akibat Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Tumpuk Pasukan di Perbatasan Ukraina, NATO Diminta Kirim Lebih Banyak Senjata

Rusia Tumpuk Pasukan di Perbatasan Ukraina, NATO Diminta Kirim Lebih Banyak Senjata

Global
Upaya Pengiriman Bantuan ke Tonga Dihantui Ancaman Infeksi Covid-19

Upaya Pengiriman Bantuan ke Tonga Dihantui Ancaman Infeksi Covid-19

Global
Inggris Cabut Pembatasan Covid-19, Klaim Gelombang Varian Omicron Telah Capai Puncak

Inggris Cabut Pembatasan Covid-19, Klaim Gelombang Varian Omicron Telah Capai Puncak

Global
Tak Bisa Keluarkan Roda Setelah Diserang Burung, Jet Tempur Siluman F-35A Mendarat Darurat

Tak Bisa Keluarkan Roda Setelah Diserang Burung, Jet Tempur Siluman F-35A Mendarat Darurat

Global
POPULER GLOBAL: Reaksi Media Asing soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia | Update Tonga

POPULER GLOBAL: Reaksi Media Asing soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia | Update Tonga

Global
Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Global
Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Global
Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Global
Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Global
Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Global
UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

Global
EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

Global
Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Global
Misteri Kutukan Makam Firaun, Disebut Bisa Celaka Jika Nekat Membukanya

Misteri Kutukan Makam Firaun, Disebut Bisa Celaka Jika Nekat Membukanya

Global
Kisah Erich Hartmann: Pilot Pesawat Tempur Tersukses, Penggempur Angkasa Tanpa Ampun

Kisah Erich Hartmann: Pilot Pesawat Tempur Tersukses, Penggempur Angkasa Tanpa Ampun

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.