Kasus Komunal Covid-19 Menurun, Singapura Akan Longgarkan Lockdown Parsial

Kompas.com - 02/05/2020, 13:01 WIB
Mass Rapid Transit (MRT) Singapura jalur Utara-Selatan atau warna ungu terlihat kosong-melompong Sabtu malam (25/04/2020). MRT Singapura memang terlihat lebih lengang sejak pemerintah Singapura memberlakukan kebijakan circuit breaker atau lockdown parsial mulai Selasa (7/4/2020) KOMPAS.com/ERICSSEN Mass Rapid Transit (MRT) Singapura jalur Utara-Selatan atau warna ungu terlihat kosong-melompong Sabtu malam (25/04/2020). MRT Singapura memang terlihat lebih lengang sejak pemerintah Singapura memberlakukan kebijakan circuit breaker atau lockdown parsial mulai Selasa (7/4/2020)

SINGAPURA, KOMPAS.comSingapura mengumumkan akan melonggarkan kebijakan lockdown parsial atau circuit breaker mulai pekan depan.

Pelonggaran dilakukan setelah menurunnya kasus infeksi komunal Covid-19 dalam seminggu terakhir. Kasus infeksi komunal ini hanya dihitung dari kasus di masyarakat Singapura, tanpa memasukkan kasus di asrama pekerja asing.

Data terbaru menunjukan rataan kasus infeksi komunal virus corona turun setengah, dari rata-rata 25 kasus menjadi 12 kasus per minggu.

“Singapura menunjukan kemajuan, namun angka infeksi komunal belum turun ke satu digit. Pemerintah memutuskan menerapkan kelonggaran, namun belum semua pembatasan dapat dicabut dalam waktu bersamaan.” ucap Menteri Pembangunan Nasional yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19, Lawrence Wong, Sabtu siang (2/5/2020).

Baca juga: Bank Sentral: Singapura Hadapi Resesi Ekonomi Lebih Parah dari Perkiraan Semula

Bisnis-bisnis yang dapat beroperasi

Bisnis pertama yang diizinkan kembali beroperasi adalah pengobatan akupuntur oleh dokter pengobatan tradisional China mulai Selasa (5/5/2020). Akupuntur sebelumnya dilarang karena adanya kontak fisik tubuh antara dokter dan pasien.

Negeri "Singa” juga mengizinkan salon dan pangkas rambut untuk membuka kembali pintu tokonya mulai Selasa (12/5/2020). Bisnis gunting rambut diperintahkan menghentikan sementara operasionalnya sejak 22 April.

Usaha lain yang dapat kembali menerima pelanggan adalah bisnis pencucian pakaian atau laundry, toko hewan, dan bisnis yang dijalankan dari rumah misal usaha makanan dan minuman rumah tangga.

Baca juga: Hadapi Covid-19, Singapura Impor Ribuan Bed Set dari Indonesia

Kegiatan belajar-mengajar yang telah dilakukan online sejak 8 April, akan secara bertahap memulai aktivitas belajar tatap muka fisik dalam grup kecil terhitung Selasa 19 Mei.

Pelajar yang diprioritaskan adalah yang akan menghadapi ujian akhir nasional yang akan digelar September mendatang.

Namun Wong menegaskan, pelonggaran ini bukan berarti warga dapat mengurangi kewaspadaannya menghadapi Covid-19 di Singapura.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Lebanon: Investigasi Internasional Terhadap Ledakan di Beirut Buang-buang Waktu

Presiden Lebanon: Investigasi Internasional Terhadap Ledakan di Beirut Buang-buang Waktu

Global
3 Perempuan Ini Punya 'Misi' Tumbangkan Diktator Terakhir Eropa

3 Perempuan Ini Punya "Misi" Tumbangkan Diktator Terakhir Eropa

Global
Tensi Meningkat dengan China, India Tinjau Institut Konfusius

Tensi Meningkat dengan China, India Tinjau Institut Konfusius

Global
Tokoh Terkemuka Afghanistan Sepakat Bebaskan 400 Milisi Taliban, Ada Apa?

Tokoh Terkemuka Afghanistan Sepakat Bebaskan 400 Milisi Taliban, Ada Apa?

Global
Eks Mata-mata Saudi Kembali Mendapatkan Ancaman dari Putra Mahkota di Kanada

Eks Mata-mata Saudi Kembali Mendapatkan Ancaman dari Putra Mahkota di Kanada

Global
75 Tahun Peringatan Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, AS Belum Mau Minta Maaf

75 Tahun Peringatan Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, AS Belum Mau Minta Maaf

Global
Kucing-kucing Ini Bertugas Temani Para Pembaca yang Kesepian di Perpustakaan

Kucing-kucing Ini Bertugas Temani Para Pembaca yang Kesepian di Perpustakaan

Global
Tabrak Orang di Stasiun, Mobil Bablas Masuk Peron dan Terjebak di Rel

Tabrak Orang di Stasiun, Mobil Bablas Masuk Peron dan Terjebak di Rel

Global
Kisah Kehilangan Para Ekspatriat India di Dubai karena Kecelakaan Pesawat Air India Express

Kisah Kehilangan Para Ekspatriat India di Dubai karena Kecelakaan Pesawat Air India Express

Global
'Peluncur Roket China Bisa Menghancurkan Seluruh Pangkalan Militer Taiwan'

"Peluncur Roket China Bisa Menghancurkan Seluruh Pangkalan Militer Taiwan"

Global
TikTok: Mengapa Jadi Ancaman Keamanan di Sejumlah Negara?

TikTok: Mengapa Jadi Ancaman Keamanan di Sejumlah Negara?

Global
Kekurangan Polisi Usai Kematian George Floyd, Kejahatan di Minneapolis Meningkat

Kekurangan Polisi Usai Kematian George Floyd, Kejahatan di Minneapolis Meningkat

Global
Terlambat 5 Menit, Nyawa Pria Ini Terselamatkan dari Insiden Air India Express

Terlambat 5 Menit, Nyawa Pria Ini Terselamatkan dari Insiden Air India Express

Global
Demonstrasi Pecah Setelah Ledakan di Beirut, PM Lebanon Janjikan Pemilu Dini

Demonstrasi Pecah Setelah Ledakan di Beirut, PM Lebanon Janjikan Pemilu Dini

Global
Jumlah Kasus Virus Corona di AS Tembus 5 Juta

Jumlah Kasus Virus Corona di AS Tembus 5 Juta

Global
komentar
Close Ads X